HUBUNGAN BARU

Doktrin Kristen Trinitarian:
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. [Yohanes 15:5]

Bila kita memperhatikan Pokok Anggur dan ranting-rantingnya, maka yang terlihat adalah kesatuannya. Keduanya terjalin dalam satu kehidupan. Kehidupan yang mengalir melalui pokok anggur juga mengalir kepada ranting-rantingnya. Hal ini mengajarkan kita bahwa kita bersatu dengan Tuhan Yesus. Alkitab mengatakan, “Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, kita telah dipersatukan dengan Dia. Sebagaimana ranting-ranting bersatu dengan pokok anggur, demikian pula kita telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus. Kita sekarang adalah satu dengan Dia.

Tanggapan kami:
Ketahuilah bahwa Yesus diutus hanya untuk Israel. Kalau pun beliau adalah Juruselamat, maka beliau adalah Juruselamat bagi bangsa Israel saja. Beliau telah mengangkat 12 murid, dan 12 murid itu diutus kepada 12 suku Israel. Dan Yesus tidak mengutus seorang murid pun kepada bangsa gentile. Tidak ada murid ketigabelas. Paulus bukanlah murid Yesus, dia itu si jahat yang suka memutarbalikkan firman Tuhan. Dan soal bersatu dengan Yesus, tentu orang Kristen tidak berkata bahwa mereka satu esensi dengan Yesus. Seharusnya penafsiran seperti itu juga berlaku ketika Yesus berkata: “Aku dan Bapa adalah satu,” yaitu bukan satu esensi, akan tetapi apa yang dikehendaki Bapa itulah yang dikerjakan Yesus. Ini adalah mengenai jalan lurus. Ketika seseorang mengikuti Yesus untuk tidak menyembah kecuali kepada ALLAH yang esa, maka orang itu telah menjadi satu jalan dengan Yesus. Orang itu berada di jalan yang sama dengan Yesus, yaitu jalan lurus: jalan para nabi, para shiddiqin, para syuhada (martir), para shalihin (QS. Ali Imran: 51; Maryam: 36; QS. An-Nisa`: 46).

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. [QS. Ash-Shaff (61): 6]

Jawab Yesus (ketika orang gentile datang meminta bantuan kepadanya), “Aku hanya diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” [Matius: 15:24]

Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. [Kis. 13:23]

Doktrin Kristen Trinitarian:
Kalau kita mengamati lebih dalam tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya, maka kita juga akan melihat hal yang lain. Kita bisa melihat bahwa ranting itu berada atau telah menyatu dengan pokok anggur. Hal ini mengajar kita bahwa kita berada dan telah menyatu dengan KRISTUS. Kita telah mempelajari kebenaran yang utama – bahwa kita berada dalam Kristus dan persatuan kita dengan Dia adalah persatuan yang hidup. Sebagaimana ranting itu bersatu dengan pokok anggur yang hidup, demikian pula kita telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus yang hidup. Kita berada di dalam Kristus. Sebelum kita menjadi anak Tuhan, kita berada di dalam Adam. Kita berhubungan dengan dia. Kita memperoleh kehidupannya, dan kita memiliki sifatnya di dalam kita.

Apa yang terjadi ketika kita diselamatkan? Tuhan mengeluarkan kita dari Adam dan kita dicangkokkan kepada Kristus. Mencangkokkan sebuah ranting berarti mengeluarkan dari pokok anggur yang satu dan mencangkokkannya ke pokok anggur yang lain. Pertama ranting itu dipotong dari pokok anggur yang lama. Kemudian pokok anggur yang baru itu dilukai dengan pisau dan potongan ranting itu ditempelkan dan diikatkan dengan baik ke pokok anggur itu. Tak lama kemudian kehidupan dari pokok anggur yang baru itu mulai mengalir ke ranting yang telah dicangkokkan ke pokok anggur itu. Dan terbentuklah persatuan yang hidup.

Nah, kita bisa melihat betapa indah perkara yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Ketika kita dilahirkan kembali, Tuhan telah mengeluarkan kita dari Adam dan Ia mencangkokkan kita kepada Kristus. Alkitab mengatakan, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus……..” (1 Korintus 1:30).

Kita sekarang ini telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus di dalam suatu persatuan yang hidup. Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting yang hidup di dalam Dia. Kita telah memiliki hubungan dengan kehidupan-Nya dan kita juga telah memiliki sifat-sifat-Nya di dalam kita. Alkitab mengatakan, bahwa kita adalah “mengambil bagian dalam kodrat ilahi….” (2 Petrus 1:4)

Tanggapan kami:
Adam dan Yesus sama-sama berada di jalan lurus. Maka tidak bisa dikatakan bahwa orang yang bersatu dengan Yesus harus berpisah dari Adam. Ketika seseorang berpisah dengan Adam, maka dia juga telah berpisah dari Yesus. Ketahuilah para nabi suci utusan Tuhan itu adalah saudara sebapa. Mereka semua berada di jalan yang sama, jalan lurus. Janganlah Anda membeda-bedakan mereka.

Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. [QS. Al-Baqarah (2): 136 atau Ali Imran (3): 84]

(Orang-orang beriman mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta`at”. (Mereka berdo`a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. [QS. Al-Baqarah (2): 285]

Doktrin Kristen Trinitarian:
Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Ia berjalan dan berbicara dengan murid-murid-Nya. Mereka sungguh menikmati saat-saat mereka yang indah bersama dengan Dia! Namun pada suatu hari, Ia mengatakan sesuatu yang membuat mereka sangat sedih. Ia mengatakan bahwa tak lama lagi Ia akan meninggalkan mereka. Namun Yesus menenangkan mereka dengan menyampaikan perkataan ini,

“Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu; “Yaitu Roh kebenaran….Kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Yohanes 14:16,17

Tuhan Yesus menyampaikan suatu janji yang indah kepada murid-murid-Nya. Ia berjanji akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka selama-lamanya. Dan ia tidak hanya akan menyertai mereka, melainkah Ia akan berada di dalam mereka. Kemudian Ia menambahkan perkataan ini: “Aku tidak akan meninggalkan kamu dalam keadaan tidak tenang: Aku akan datang kepadamu.” Jadi kita melihat bahwa kedatangan Roh Kudus itu akan menjadi kedatangan Tuhan Yesus sendiri untuk tinggal di dalam mereka.

Dengan perkataan lain Tuhan Yesus berkata, “Aku akan pergi, tetapi Aku akan kembali dan tinggal di dalam kamu melalui Roh Kudus.” Perkataan ini sungguh menghibur dan menguatkan para murid-Nya. Kemudian Yesus berkata: “Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Yohanes 14:20

Tak lama kemudian setelah Yesus mengucapkan perkataan ini, Ia disalibkan dan dikuburkan. Namun pada hari yang ketiga, Ia bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya. Empat puluh hari kemudian Ia terangkat kembali ke Surga ke tempat di mana Ia dipermuliakan. Alkitab mengatakan, “… dengan membangkitkan Dia (Yesus) dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Surga. Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.” Efesus 1:20, 21

Tanggapan kami:
Penolong yang dijanjikan itu tidak mungkin ‘roh yang kudus’, begitulah kami menyebutnya untuk membedakan dengan Roh Kudus yang merupakan salah satu Nama Tuhan. Sebab ‘roh yang kudus’ itu telah ada di masa Yesus. Lalu mengapa Yesus berkata, “Aku AKAN mengutus”? Ini jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran itu belum diutus dan akan datang di masa datang. Coba lihat Yohanes 16:7!

Adalah lebih berguna bagi kamu jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur (Comforter) itu tidak akan datang kepadamu. [Yohanes 16: 7]

Bukankah ‘roh yang kudus’ sudah datang? Mengapa Yesus berkata seakan penghibur itu belum datang? Sebab penghibur itu memang belum diutus. Kata ‘Penghibur’ adalah berasal dari kata Yunani yang berarti paracletos. Paracletos itu dapat berarti mengagungkan, memuji, dan penolong. Jika kata Paracletos diterjemahkan kembali ke bahasa Ibrani kata yang didapat adalah Himada, dalam bahasa Arab bisa juga Hamida, Ahmad, atau Muhammad. Begitulah nama Muhammad terdapat dalam Alkitab. Akan tetapi mereka menyembunyikannya. Ketika mereka menterjemahkan Alkitab dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, kemudian ke bahasa Inggris, kemudian ke bahasa Indonesia, nama Ahmad ikut diterjemahkan dan pada akhirnya menghilang dari bunyi aslinya. Coba lihat terjemahan Inggris dan terjemahan Indonesia di bawah ini, yang ternyata beda nomor ayatnya.

And I will shake all nations, and the DESIRE of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. [Hagai 2:7]

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga BARANG YANG INDAH-INDAH kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. [Hagai 2:8]

Kata ‘desire’ dalam ayat itu berasal dari kata HIMADA. HIMADA bisa berarti pujian, keinginan, hasrat, dan kerinduan. Maka Alkitab berbahasa Inggris menterjemahkan kata HIMADA dengan desire yang berarti hasrat atau keinginan. Dan Alkitab berbahasa Indonesia menterjemahkannya sebagai ‘barang yang indah-indah’.

Seharusnya ayat itu diterjemahkan tanpa menterjemahkan kata HIMADA, menjadi demikian: “Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah (Rabbul bait).”

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) ” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. [QS. Ash-Shaff: 6]

Yesus berkata, “Mu`jizat-mu`jizat yang dikerjakan Allah dengan tangan-tanganku menunjukkan bahwa aku berbicara yang dikehendaki Allah; sungguh tidak pula aku berbuat menjadikan diriku menganggap seperti dia (Messiah) yang kamu bicarakan. Karena aku tidak pantas untuk melepaskan ikat kaus kaki atau kancing sepatu Pesuruh Allah itu yang kamu panggil Messiah, yang telah diciptakan sebelum aku, dan akan datang setelah aku, dan akan membawa kata-kata kebenaran, sehingga agamanya tiada akan berkesudahan.” [Barnabas 42]

Yaitu dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. [Yohanes 1:27]

Mengenai Yohanes 1:19-28, orang Kristen mengklaim bahwa yang ditanya dan menjawab itu adalah Yohanes, sebab memang tertulis demikian dalam Alkitab mereka saat ini. Tetapi dalam Injil Barnabas orang yang ditanya dan menjawab itu adalah Yesus. Tetapi katakanlah bahwa yang ditanya dan menjawab itu adalah Yohanes. Tetap saja ini tidak membuktikan bahwa yang dimaksud Yohanes adalah Yesus, sebab Yesus itu telah ada di zaman Yohanes, sedang yang dimaksud Yohanes adalah seseorang yang datang kemudian setelah ia tidak di dunia ini. Adapun mengenai Yoh. 1: 29-31, jelas bahwa yang dilihat itu adalah Muhammad dalam ‘penampakkan’. Jika kita melihat Matius 17:1-8, maka akan jelaslah bahwa telah datang cahaya yang menyinari Yesus. Lalu terlihatlah bahwa Musa dan Eliyah turun berbicara dengan Yesus. Lalu tiba-tiba turunlah awan yang menaungi mereka dan ditampakkanlah suatu ‘penampakkan’. Lalu terdengar suara, “Perhatikanlah hamba-Ku, padanya Aku berkenan, dengarkanlah olehmu.” Dengan demikian semua yang hadir di situ pun menjadi kenal kepada sosok sang Pesuruh yang dijanjikan itu, sosok Muhammad Rasulullah saaw, cahaya bagi alam semesta. Para murid yang melihat pun tersungkur pingsan. Lalu Yesus membangunkan mereka, dan ketika mereka terbangun, semua penampakkan itu telah sirna; baik Musa, Eliyah, dan ‘sosok penampakkan Muhammad Rasulullah’ itu telah menghilang dari hadapan mereka.

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. [QS. Al-Baqarah (2): 146]

Doktrin Kristen Trinitarian:
Apakah kehidupan Kristen itu merupakan usaha untuk menjadi baik? Tidak. Apakah hal itu merupakan usaha untuk meniru orang-orang Kristen yang baik? Tidak. Apakah itu merupakan usaha untuk meniru Tuhan Yesus itu sendiri? Tidak, Kehidupan Kristen itu tidaklah demikian.

Kalau begitu, apakah sebenarnya Kehidupan Kristen itu? Kehidupan Kristen itu pada hakekatnya adalah Kristus yang hidup di dalam kita. Rasul Paulus mengatakan, “Bagiku hidup adalah Kristus.” Ia tidak mengatakan, “Bagiku hidup adalah berusaha menjadi seperti Kristus.” Tidak. Paulus mengatakan, “Bagiku hidup adalah Kristus.” Apakah maksud dari perkataan Paulus ini? Maksudnya adalah, “Bagiku hidup itu adalah memiliki Kehidupan Kristus di dalam aku.”

Jadi, bagaimanakah kita menjalani Kehidupan Kristen itu? Kita menjalaninya dengan mempercayai Tuhan Yesus yang hidup di dalam kita. Daripada kita coba berusaha menjalani kehidupan Kristen dengan segala usaha kita, marilah kita membiarkan Yesus itu hidup melalui kita. Kehidupan-Nya selalu menyenangkan Bapa. Ia berkata:

“Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” [Yohanes 8:29]

Tuhan Yesus itu tidak pernah berubah. Kepribadian-Nya tidak berubah sejak dahulu hingga sekarang. Ia ingin hidup melalui kita. Ia akan melakukannya pada saat kita percaya kepada-Nya. Mari kita mendengarkan sekali lagi perkataan Tuhan Yesus yang indah ini, “Aku adalah Pokok anggur, kamu adalah ranting-rantingnya.” Kita tidak harus mencoba menjadi ranting-ranting, karena kita adalah ranting-ranting itu. Kita telah dipersatukan dengan Dia di dalam suatu persatuan yang hidup selama-lamanya.

Ketika kita menjalani kehidupan kita setiap hari, kita harus berpegang kepada kenyataan bahwa kita telah dipersatukan dengan Kristus. Ingatlah, iman terhadap kedudukan di dalam Dia menjadi nyata di dalam kehidupan kita.

Apakah artinya? Artinya adalah bahwa ketika kita mempercayai dan berpegang kepada kenyataan bahwa kita berada di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, maka kita menerima kekuatan untuk hidup sebagai anak Tuhan.

Tanggapan kami:
Ketika Kristian berkata, “Aku di dalam Yesus, dan Yesus di dalam aku.” Mereka tidak menafsirkan bahwa mereka bersatu secara esensi. Seharusnya penafsiran ini juga berlaku ketika Yesus berkata, “Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku.” Dan ketika Yesus berbuat untuk menyenangkan Bapa, seharusnya Kristian sadar bahwa Yesus itu hanyalah seorang hamba yang tunduk kepada Tuhan, dan bukannya Tuhan itu sendiri. Sekali lagi, sadarilah bahwa Trinitas adalah paham yang dipaksakan dan diada-adakan saja. Jika Kristian adalah ranting Yesus, lalu mengapa mereka berbuat tidak seperti pokoknya? Hal itu disebabkan mereka bukanlah ranting Yesus. Akan tetapi mereka itu adalah ranting Setan. Kenyataannya mereka dikuasai Setan dan hidup sebagai anak Setan.

3 Komentar »

  1. Hotdi said

    Menyebut Tuhan sembarangan dilarang keras pd titah 1 dr 10 perintah Allah.Hanya sekedar asyik seru aja buntutnya,semisal Trinitas.Umat muslim gencar sekali berkomentar.Tapi okelah saya ikuti kemauan anda.Sekarang saya balik bertanya pd yg anti trinitas.Tuhanmu yg Esa ‘kan?Coba anda jelaskan yg logis artinya satu itu apa?Apakah satu itu seperti titik,atau garis lurus yg tak berujung.atau punya panjang,lebar,tinggi.Atau berupa oknum dan bentuknya seperti apa atau tak dapat diserupakan dgn apapun dan memangnya rupa Tuhan seperti apa.Atau hanya Dia satu satunya atau bla..bla..Yang mana pengertian satumu umat anti trinitas?Berbicara ttg Tuhan adalah supaya bisa masuk ke hadiratNya berkenalan dgnNya,bukan sekedar ucapan,kalau sekedar ucapan berarti hanya omong kosong.berarti pula bahwa tuhanmu tak ada,hanya anda sendiri yg anda maksudkan berarti kamu sendirilah tuhanmu berarti kamu atheis.Dan orang seperti itu tidak akan masuk dalam Kerajaan Allah.Belum pernah saya menemukan jawaban yg logis ttg Tuhan yg satu terutama dari kaum penyosor Trinitas.Atau jangan2 kamu sejatinya adalah ateis.Coba kamu hunjuk siapa kaummu yg tlh berada dalam kerajaan sorga!Ayo jawab pertanyaan saya.Untuk bisa masuk ke hadiratNya berarti harus punya dimensi.Dimensi yg mana hallooo..!Kalau dimensinya seperti titik berarti gak bisa dimasuki,mendekat bolehlah.Klu seperti garis ya sama aja bung.Atau jangan2 dimensi satu titik itu yg kamu maksud yg esa.Kalau dilihat dari ketatnya ritual agamamu memang pantas.Atau dimensinya seperti ruang punya panjang,lebar dan tinggi. Upss..kalau yg ini hati2 bisa jantungmu berdebar.

  2. Wahai kawan-kawan, bacalah buku Menjawab Doktrin Tritunggal, karya Frans Donald (ada di Gramedia / toko buku). Disitu juga ada komentar pendeta, teolog kristen, Lembaga Alkitab Indonesia, serta Romo, yang komentar-komentarnya juga tegas terang-terangan menolak Trinitas dan mengatakan “Yesus bukan Allah!”.
    Dan juga jangan lupa, baik islam atau pun kristen segera simaklah buku “Yesus Bukan Allah Tapi Tuhan” (penulis Ellen Kristi, ada di gramedia juga). Disitu kawan-kawan akan mendapat pencerahan. Haleluyah!
    Selamat membaca!

  3. Hotdi said

    Perj Baru yg dibawa Yesus adalah bahwa saatnya tlh tiba menyembah Allah bukan di..,arah..,ritual..,ini itu,tapi saatnya menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran.Roh artinya Kehidupan dan Kebenaran adalah benar pada segala sisi.
    Berbeda dgn cara Perj Lama dan cara anda.Buktinya adalah bait Sulaiman sbg simbol ritual Perj Lama telah runtuh dan sewaktu Yesus diadili tirainya terkoyak. Tapi Anda masih mempertahankan ritual dlm menyembah Allah sehingga kiblat Istana Sulaiman kalian pindahkan ke Mekah.Menyembah yg dimaksud Yesus adalah dalam menjalani hidup dgn cara mengorbankan kemelekatan pada 5 ego manusia.Sehingga muncullah istilah ‘anak’ Allah.Pd Perj Lama pengorbanan kpd Allah adalah menyembelih anak kandung spt yg dilakukan Nabi Ibrahim.Pada Perj Baru yg dikorbankan juga ‘Anak’ tapi dalam bentuk keakuan indrawi.Nah…Yesus adalah yg paling fenomenal dan yg pertama mengorbankan keakuanNya.Untuk apa mengorbankan keakuan?Yah..supaya bisa mengasihi.Dan sifat mengasihi diidentikkan dengan ‘BAPA’.Setelah ANAK dikorbankan dan kasih (BAPA)bertindak
    maka kehidupan yg damai telah terwujud (ROH KUDUS).Inilah Kebenaran,artinya setiap manusia dahulu,sekarang,dan yg akan datang hal ini tlh ditanamkan dalam hati manusia.Inilah Tritunggal yg kalian selalu ributkan,dan sebutan Yesus yg kalian masalahkan.Mengapa?,karena cara kalian adalah cara Perj Lama dan bertemu pula dgn pendeta dungu.
    Membahas ketuhanan melulu.Coba anda laksanakan spt yg Yesus laksanakan.Karena padamu juga ada ‘ANAK'(egomu) yg harus dikorbankan supaya anda bisa bertemu ‘BAPA'(mengasihi) supaya dlm hidupmu hadir ‘ROH KUDUS'(bijaklah meng’cut’/menyunat tingkah lakumu).Apa anda sudah mengerti? Kalau anda sudah mengerti,saya harap jangan ada lagi mempertanyakan ‘Yesus anak Allah?,Yesus sama dgn Tuhan?’dan pernyataan ngawur lainnya.
    Sekali lagi saya tekankan!,Korbankan ‘ANAK’mu(ego),temuilah ‘BAPA'(mengasihi) dan hiduplah dlm tuntunan ‘ROH KUDUS’.
    Saya tidak ada menyatakan Yesus=Allah,Allah mempunyai anak,Yesus=Roh Kudus.Kalaupun anda masih juga mendengar yg demikian dari kaum saya,maknailah itu seperti apa yg berulang kali saya jelaskan!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: