<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Doktrin Kristen</title>
	<atom:link href="http://doktrinkristen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktrinkristen.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Tanggapan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 06:28:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='doktrinkristen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Doktrin Kristen</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://doktrinkristen.wordpress.com/osd.xml" title="Doktrin Kristen" />
	<atom:link rel='hub' href='http://doktrinkristen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENCIPTAAN ALAM SEMESTA</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/20/penciptaan-alam-semesta/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/20/penciptaan-alam-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 11:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/20/penciptaan-alam-semesta/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: PADA MULANYA ALLAH (ELOHIM) MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI. [KEJADIAN 1:1] Kapan dan sudah berapa lamakah Tuhan ada? Tuhan sudah ada dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya sebelum segala sesuatu ada. Alkitab mengatakan, &#8220;Pada mulanya Allah &#8230;.&#8221; (Kej. 1:1; Yoh 1:1). Keberadaan-Nya ialah dari kekal sampai kekal. Ia selalu ada, dulu, sekarang dan selama-lamanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=3&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
PADA MULANYA ALLAH (ELOHIM) MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI. [KEJADIAN 1:1]</p>
<p>Kapan dan sudah berapa lamakah Tuhan ada? Tuhan sudah ada dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya sebelum segala sesuatu ada. Alkitab mengatakan, &#8220;Pada mulanya Allah &#8230;.&#8221; (Kej. 1:1; Yoh 1:1). Keberadaan-Nya ialah dari kekal sampai kekal. Ia selalu ada, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Alkitab mengatakan: &#8220;&#8230; dari selama-selamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Tuhan.&#8221; (Mazmur 90:2)<span id="more-3"></span></p>
<p><a href="http://hotarticle.org/siapakah-tuhan/">Siapakah Tuhan</a> yang keberadaannya dari kekal sampai kekal itu? Dia bukanlah sekedar kuasa atau pengaruh yang dahsyat. Dia adalah Pribadi yang sering kita sebut dengan Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Dialah yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ada. Dia adalah Sang Pencipta (Bapa: 1 Kor 8:6; Anak: Yoh. 1:30; Roh Kudus: Kej. 1:2; Yes. 40:12-13).</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas &#8216;arsy (dan terus mengurus ciptaan-Nya). [QS. As-Sajdah (32): 4]</p>
<p>Sesungguhnya Allah Tritunggal tidak pernah ada. Itu hanyalah khayalan yang dibuat-buat. Allah Tritunggal bahkan tidak pernah bisa dipahami dengan benar oleh ummat Kristen sendiri. Dia adalah paham yang sangat rumit dan mustahil. Kita akan coba bahas hal ini secara logika dan kitabiah.</p>
<p>Iman Trinitarian berkata bahwa Tuhan itu Tiga dalam Satu. Tetapi benarkah? Mari kita jawab menurut beberapa teori.</p>
<p>1. Bapa, Anak, dan Roh Kudus memiliki otoritas yang berbeda dan pengetahuan yang berbeda. Di satu sisi, Bapa adalah Mahamengetahui; di lain sisi, pengetahuan Anak dan Roh Kudus adalah terbatas. Trinitarian meyakini bahwa Yesus tidak tahu kapan tepatnya kiamat itu terjadi (Mat. 24:36). Yesus hanya tahu alamat atau tanda-tanda kiamat, sebagaimana Nabi Muhammad saaw juga telah mengetahui akan tanda-tanda akhir zaman. Dengan demikian pastilah ketiga Pribadi ini memiliki ‘kepala’ yang berbeda. Jika mereka tetap mengatakan bahwa Allah itu Satu Esensi. Maka mungkin yang dimaksud itu adalah Allah itu Tiga (‘kepala’) dalam Satu (‘tubuh’). Jadi, Tuhan dalam teori ini adalah suatu ‘monster’ berkepala tiga. Dan ini adalah konsep yang konyol.</p>
<p>2. Bapak, Anak, dan Roh Kudus tidak hanya berbeda dalam otoritas dan pengetahuan, akan tetapi juga berbeda dalam esensi. Sekarang coba lihat Mat. 3:13-17. Di situ dijelaskan bahwa Bapa mengurapi Anak dengan Roh Kudus. Apakah Anda mau berkata bahwa Allah mengurapi Diri-Nya Sendiri dengan Diri-Nya Sendiri? Ini adalah paham yang lebih konyol.</p>
<p>3. Dari dua teori di atas terbuktilah bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukanlah satu esensi yang sama. Berarti ada tiga esensi. Tiga esensi yang berbeda karakter dan berbeda tempat. Lalu bagaimana bisa disebut satu esensi, satu pribadi, atau satu karakter. Jadi jelaslah bahwa Bapa berbeda dengan Anak dan Roh Kudus. Dan setiap yang berbeda dengan Bapa, maka dia bukanlah Allah. Maka Anak dan Roh Kudus tidak bisa disebut Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Dan perbedaan esensi itu menyebabkan ketiganya tidak bisa disebut tunggal. Maka tidak ada Allah Tritunggal, sebab memang tidak ada tiga Allah yang membentuk satu Allah. Akan tetapi yang ada hanyalah Allah Tunggal, bukan Allah Tritunggal. ALLAH itulah Ilah kita, ALLAH itu Esa. Inilah sebabnya pada cover luar, kami tuliskan HUWA ALLAH AHAD, HUA ELOAH EHAD. Sebab dua kata ini memiliki makna yang sama. Yaitu: DIA ALLAH ILAH YANG ESA; HUA ALLAH YANG ESA.</p>
<p>4. Sepanjang Alkitab, Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Allah. Justeru dia menolak untuk disebut sebagai Allah. Dan Alkitab sendiri menjelaskan bahwa Yesus bukanlah Allah, sebab sifat Yesus sangat berbeda dengan Allah.</p>
<p>a. Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.” [Markus 10:18] Ayat ini jelas menunjukkan bagaimana Yesus menolak untuk disebut yang baik, sebab yang baik itu hanyalah Allah, sedangkan Yesus bukanlah Allah.</p>
<p>b. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. [Bil. 23:19] Sedangkan menurut Kis. 2:22 dan Luk. 22:69, Yesus adalah seorang manusia dan anak manusia. Maka Yesus bukanlah Allah. Allah Mahasuci dari kelemahan yang ada pada manusia, mustahil Allah merubah Diri-Nya menjadi manusia yang berdaging atau berhawa nafsu. Allah adalah Yesus? Yesus adalah Allah? Itu adalah hal yang konyol!</p>
<p>c. Allah tidak dapat dicobai. [Yakobus 1:13] Sedangkan menurut Ibrani 2:18, Yesus telah menderita karena pencobaan. Mengapa Yesus dapat menderita dan dapat dicobai jika dia memang Allah? Siapakah yang berani mencobai Allah? Untuk apa mencobai Allah? Mencobai Allah adalah hal yang sia-sia, sebab Allah tidak akan mengalami kejatuhan. Yang patut dicobai hanyalah manusia biasa yang berdaging. Dan Allah bukanlah manusia, dan Allah tidak dapat dicobai. Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah.</p>
<p>d. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan yang dapat mati, sehingga Ia merubah rencana-Nya. [Bilangan 23:19 NRSV] Dalam versi ini disebutkan bahwa Allah bukanlah yang dapat mati. Sedangkan Yesus, menurut iman Kristen, telah mati untuk menebus dosa. Jika Yesus tidak mati, menurut iman Kristen, maka dosa waris tidak terhapuskan. Yesus mati, menurut iman Kristen, dan Allah tidak dapat mati menurut Alkitab NRSV. Maka Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah. Sebenarnya masih banyak perbedaan-perbedaan yang menunjukkan bahwa Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah.</p>
<p>5. Yahweh adalah yang memberikan Roh Kudus (Pneuma Hagion) kepada orang-orang Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yahweh dan Roh Kudus adalah dua pribadi yang terpisah. Tidak ada ayat yang benar-benar menyatakan doktrin Tritunggal, keberadaannya dibangun dari asumsi dan dengan menyatukan ayat. Ketika pneuma hagion mengacu pada roh yang Tuhan beri sebagai anugerah/hadiah, maka dia bukanlah Allah. Sehingga tidak ada oknum ketiga dalam ketuhanan, dan dengan sendirinya tidak ada Tritunggal. Jadi roh kudus itu adakalanya (1) Nama Bapa, (2) kuasa Tuhan yang sedang bekerja, atau (3) anugerah Allah berupa roh (spirit) yang diberikan kepada orang beriman. Dalam Kis. 2:38 dijelaskan bahwa Petrus berkata, “kamu akan menerima karunia roh kudus.” Apakah Allah itu seperti parcel/bingkisan yang bisa dikirim dari langit ke bumi? Tentu saja Allah tidak seperti itu. Jelaslah, roh kudus dalam Kis. 2:38 bukanlah Allah, melainkan roh yang suci (kudus) yang dianugerahkan Allah kepada orang-orang beriman.</p>
<p>Dalam Lukas 1:35 dikatakan: “Malaikat menjawab, ‘Roh Kudus akan datang atas kamu, dan kuasa yang Maha Tinggi akan menaungi kamu. Sehingga yang kudus dilahirkan akan disebut Putra Allah’“</p>
<p>Ayat ini dan Mat. 1:18-20 membuat Yesus Kristus menjadi Putra Roh Kudus, namun semua acuan lain kepada Yesus membuat dia Putra Bapa. Apakah Yesus mempunyai dua bapa? Tentu saja bukan. Di dalam arsip kelahiran Kristus, “Roh Kudus” adalah cara lain untuk mengacu pada Allah itu sendiri, dan bukan pribadi ketiga di dalam Tritunggal. Ini menghapuskan “masalah” manakah pribadi di dalam Tritunggal yang benar-benar menjadi bapa Yesus. Juga di dalam Kis. 5:3, “Roh Kudus” adalah nama lain untuk Tuhan.</p>
<p>6. Dalam Yoh. 20:28 dikatakan bahwa Tomas menyebut Yesus sebagai Allahku. Tetapi Yesus tidak pernah menunjuk dirinya sebagai “Allah” di dalam pengertian yang absolut. Bahasa Yunani menggunakan kata theos, (“Allah” atau “Dewa”) dengan suatu maksud lebih luas dibanding saat ini. Di dalam bahasa dan kultur Yunani, “ALLAH” (semua naskah awal Alkitab telah ditulis dalam huruf kapital semua) adalah suatu sebutan deskriptif yang berlaku untuk bidang otoritas/kekuasaan, mencakup Gubernur Roma (Kis 12:22), dan bahkan Setan (2 Kor. 4:4), dan juga Musa (Keluaran 7:1). Kata itu telah digunakan seseorang dengan otoritas ilahi. Itu tidaklah terbatas pada pengertian kemutlakannya sebagai nama pribadi untuk Tuhan yang tertinggi seperti yang kita gunakan dewasa ini.</p>
<p>DAN RAKYATNYA BERSORAK MEMBALASNYA: “INI SUARA ALLAH DAN BUKAN SUARA MANUSIA!” [KIS. 12:22]</p>
<p>YAITU ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA, YANG PIKIRANNYA TELAH DIBUTAKAN OLEH ALLAH ZAMAN INI [2 KOR. 4:4]</p>
<p>BERFIRMANLAH TUHAN KEPADA MUSA: “LIHAT, AKU MENGANGKAT ENGKAU SEBAGAI ALLAH BAGI FIRAUN, DAN HARUN, ABANGMU, AKAN MENJADI NABIMU. [KEL. 7:1]</p>
<p>Adalah umum pada waktu itu untuk menyebut wakil Allah sebagai “Allah,” dan Perjanjian Lama punya banyak contoh mengenai itu. Ketika Yakub berjuang dengan “Allah,” itu telah jelas bahwa sebenarnya ia bergumul dengan seorang malaikat (Hosea 12:4).</p>
<p>Banyak pakar Trinitas yang mengakui bahwa tidak ada pengetahuan tentang Doktrin Tritunggal pada saat Tomas berbicara seperti itu. Jika para murid percaya bahwa Yesus adalah “Allah” di dalam pengertian yang banyak dilakukan Kristian, mereka tidak akan “melarikan diri” beberapa hari sebelum ia ditangkap. Pengakuan dua murid yang berjalan ke Emmaus menunjukkan pemikiran para pengikut Yesus pada saat itu. Mereka berkata bahwa Yesus “adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah…dan mereka menyalibkan dia; tetapi kita telah berharap agar ia adalah yang akan menebus Israel” (Lukas 24:19-21). Alkitab menjelaskan bahwa para murid ini berpikir bahwa Yesus adalah seorang “nabi.” Tidak ada bukti dalam Injil yang menunjukkan bahwa para murid Yesus percaya bahwa dia adalah Allah, dan Tomas tidaklah memunculkan suatu theologi baru.</p>
<p>7. Dengan penjelasan-penjelasan di atas, terbukti bahwa Allah itu bukan Tritunggal. Allah itu Tunggal, ada pun Yesus dan roh kudus bukanlah Allah.</p>
<p>8. Ada banyak ayat yang dipaksakan untuk mendukung Trinitas, akan tetapi tetap saja tidak berhasil. Diantaranya 1 Yoh. 5:7-8. Akan tetapi jika kita melihat Alkitab Terjemahan Lama, maka ayat itu berbunyi: Karena tiga yang menjadi saksi di surga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohulkudus, maka ketiga-Nya itu menjadi Satu dan ada tiga menjadi saksi di bumi, yaitu Roh dan air dan darah, maka ketiganya itu menjadi satu tujuan. [1Yoh. 5:7-8] Ayat ini mengatakan ‘satu tujuan’, &#8216;satu kesaksian yang sama&#8217;, bukan satu wujud atau satu substansi.</p>
<p>Dalam Yoh. 10:30 dikatakan “Aku dan Bapa adalah satu.” Ayat ini juga tidak bisa digunakan untuk membuktikan bahwa Yesus dan Bapa membentuk satu Tuhan. Sebab satu di sini maksudnya adalah satu tujuan. Orang Indonesia sangat mengerti arti semboyan Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-Beda Tetapi Satu. Apakah satu substansi? Tentu saja bukan, melainkan satu tujuan, memiliki tujuan yang sama, memiliki maksud yang sama, memiliki keinginan yang sama, memiliki kehendak yang sama.</p>
<p>Coba bandingkan dengan Al-Qur`an surat Ali Imran ayat 18: “Allah memberi kesaksian bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</p>
<p>Di dalam Yohanes 17:11,21 dan 22, Yesus berdoa kepada Tuhan agar para pengikutnya akan menjadi “satu” seperti dia dan Tuhan adalah “satu.” Kita berpikir adalah jelas nyata bahwa Yesus tidaklah berdoa bahwa semua para pengikutnya akan menjadi satu eksistensi atau “unsur” sama halnya ia dan Bapa adalah satu eksistensi atau “unsur.” Kita percaya bahwa maksudnya adalah: Yesus sedang berdoa bahwa semua para pengikutnya menjadi satu tujuan sama halnya ia dan Tuhan adalah satu tujuan, suatu doa yang belum dikabulkan.</p>
<p>9. Romo Soedarmo dalam bukunya menyatakan bahwa Trinitas tidak dapat dimengerti: “Agama Islam bercorak rasionalitas, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti, bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insyaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (Ikhtisar Dogmatika hal 114).</p>
<p>10. a. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam&#8221;, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu&#8221;[QS. Al-Maidah (5): 72]</p>
<p>b. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &#8220;Bahwasanya Allah adalah oknum ketiga dari Trinitas&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Ilah yang benar selain Ilah Yang Esa. [QS. Al-Maidah (5): 73]</p>
<p>c. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Al-Masih yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]</p>
<p>Ayat ini adalah merupakan syahadat, kesaksian, kredo, bahwasanya tiada Ilah selain ALLAH, dan Yesus adalah utusan ALLAH. Sebagaimana syahadat dalam Islam adalah: aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain ALLAH, dan Muhammad adalah utusan ALLAH. Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Allah, melainkan hanya utusan Allah.</p>
<p>d. Kata Yesus: “… aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” [Yoh. 20:17] Jika Yesus itu Allah dan sama seperti Bapa, mengapa ia telah membedakan dirinya dengan Bapa dengan berkata: “Bapa, Allahku.” Maka jelaslah bahwa Yesus hanyalah utusan Allah, dan bukannya Allah itu sendiri.</p>
<p>11. Matius 20:23 Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.&#8221;</p>
<p>Dari ayat tersebut bisa kita lihat betapa Yesus dan Bapa adalah dua substansi berbeda yang memiliki kesadaran dan otoritas yang berbeda. Jika Yesus dan Bapa adalah satu Substansi, tentu Yesus memiliki kesadaran dan otoritas yang sama untuk bisa menentukan seseorang duduk di sebelah kirinya atau di sebelah kanannya.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Berbeda dengan Tuhan, alam semesta ini memiliki titik permulaan. Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini. Ia menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan seluruh keberadaan alam semesta ini bergantung kepada Tuhan. Kejadian 1:1 menyatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Kata ‘menciptakan’ disini tidak berarti memindahkan/menghadirkan sesuatu yang sudah ada ke tempat lain yang pada mulanya tidak ada sehingga menjadi ada, tetapi membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (ex nihilo). Jadi tanpa bahan. Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan langit dan bumi? Ia menciptakannya dengan Firman-Nya.</p>
<p>“Oleh Firman Tuhan langit dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentara-Nya.” [Mazmur 33:6]</p>
<p>Firman Tuhan itu berkuasa! Firman Tuhan itu juga bersifat menciptakan, karena segala sesuatu yang difirmankan-Nya itu semuanya terjadi. Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8220;Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah, maka semuanya ada.&#8221; [Mazmur 33:9]</p>
<p>&#8220;Berfirmanlah Allah: &#8216;Jadilah &#8230;.&#8217;&#8221; Kej. 1:3,6,9,11,14,20,24,26</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Dengan Nama Allah segala sesuatu menjadi ada, dengan Nama Allah segala sesuatu tetap ada, dan kepada Allah segala sesuatu akan kembali. Allah, jika Dia berkehendak untuk Menciptakan sesuatu, maka cukuplah dia berfirman: “Kun, Jadilah,” maka jadilah apa yang Dia kehendaki itu.</p>
<p>Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]</p>
<p>Tidak ada perbedaan mengenai hal ini antara Islam dan Kristen, kecuali mengenai siapa Allah itu. Dan hal tersebut telah dijelaskan sebelumnya. Hanya saja Anda harus menggaris bawahi kata ‘firman’ dan kata ‘jadilah’. Sebab kedua kata ini punya makna yang cukup besar dalam pembahasan-pembahasan berikutnya.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Karena segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, maka siapakah yang memiliki semua dan segala sesuatu? Tentu ini berarti bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan karena Dia adalah Pencipta segalanya.</p>
<p>Mengapa Tuhan menciptakan segala sesuatu ini? Ia menciptakannya untuk kemuliaan-Nya. Alkitab mengatakan:</p>
<p>“&#8230; yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku &#8230;.” [Yesaya 43:7]</p>
<p>“&#8230; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” [Kolose 1:16]</p>
<p>Melalui ciptaan-Nya, Tuhan juga telah menyatakan kuasa, kemuliaan dan hikmat-Nya. Alkitab mengatakan:</p>
<p>“&#8230;langit menceritakan kemuliaan Tuhan dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” [Mazmur 19:1]</p>
<p>Karena Tuhan adalah Pencipta segala sesuatu, maka Dia sajalah yang patut atau layak dipuji dan disembah. Apakah arti penyembahan itu? Penyembahan adalah ungkapan kasih, penghormatan dan ketaatan yang patut diberikan kepada Tuhan. Kita tidak boleh menyembah manusia, malaikat, makhluk ataupun benda-benda lain. Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8220;Engkau harus menyembah Tuhan, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!&#8221; [Matius 4:10]</p>
<p>&#8220;Ya Tuhan, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.&#8221; [Wahyu 4:11]</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, [QS. Ali Imran (3): 190]</p>
<p>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS. Adz-Dzariyat (51): 56]</p>
<p>Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. [QS. Al-Baqarah (2): 21]</p>
<p>(Firman Allah kepada Musa:) Sesungguhnya Aku ini (EGO EIMI), Akulah Allah, tidak ada Ilah yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Tha Ha (20): 14]</p>
<p>Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU (EGO EIMI).” [Keluaran 3:14]</p>
<p>Alam semesta adalah tanda akan adanya Pencipta. Alam semesta adalah cara Allah untuk memperkenalkan Diri-Nya, seakan Ia berfirman: “Inilah Aku (EGO EIMI), Yang telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan.” Segala ciptaan yang ada di langit, di bumi, dan yang berada di antara keduanya memperkenalkan Allah kepada kita. Dengan demikian, segala sesuatu yang diciptakan itu adalah ayat, tanda, firman, kalimah, logos TUHAN. Begitu juga Yesus, dia adalah logos TUHAN, firman TUHAN, kalimah TUHAN, sebab dia telah memperkenalkan TUHAN kepada kita. Begitu juga para nabi dan para rasul utusan Allah, mereka semua telah memperkenalkan Allah kepada kita. Begitu juga Nabi Muhammad saaw. Nabi Muhammad saaw pernah ditanya oleh para shahabat, bagaimanakah Allah itu? Di satu kesempatan nabi bersabda, “Janganlah kamu fikirkan Sang Pencipta, tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Sebab dengan memikirkan ciptaan-Nya, kita akan mengenal betapa Mahakuasa Sang Pencipta. Dan di lain kesempatan Nabi saaw bersabda sebagimana yang telah disabdakan Yesus kepada hawariyun, “Jika kamu sudah melihat aku, kamu sudah melihat ALLAH.” (Yohanes 14:9) Sebab apa yang disabdakan para Nabi bukanlah keluar dari dirinya sendiri, tetapi dari ALLAH Yang telah mengutus mereka.</p>
<p>Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). [QS. An-Najm (53): 4 ]</p>
<p>Apa yang aku katakan kepadamu, tidak aku katakan dari diriku sendiri, tetapi Bapa. [Yohanes 14:10]</p>
<p>Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa baik Yesus maupun Muhammad Rasulullah saaw adalah manusia biasa yang diberikan wahyu. Mereka bukanlah Tuhan itu sendiri, melainkan utusan-Nya. Jika Yesus itu Allah, mengapa ia tidak punya kuasa untuk berbicara dari dirinya sendiri? Maka jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah itu sendiri, melainkan utusan-Nya. Segala ciptaan adalah ekspresi dari Sang Pencipta, sebagaimana syair adalah ekspresi dari sang pujangga, melalui syair kita mengenal sang pujangga.</p>
<p>Lalu apa maksudnya Yesus di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Yesus? Ini adalah frase yang biasa digunakan saat itu, dan tidak bisa diartikan secara harfiah yang mengacu kepada Tritunggal. Coba bandingkan dengan Yohanes 14: 20, Yesus berkata: “kamu di dalam aku dan aku di dalam kamu.” Apakah murid-murid Yesus adalah Yesus, yang dengan demikian mereka juga Allah? Tentu saja tidak bisa diartikan secara harfiah seperti itu. Sekali lagi, Tritunggal itu hanya khayalan yang dipaksakan.</p>
<p>Kemudian, kita diciptakan Allah adalah untuk menyembah berbakti kepada-Nya, sebab kita adalah ciptaan-Nya, milik-Nya, hamba-Nya. Sebagai hamba, tentu haruslah tunduk patuh kepada Tuannya. Itulah Islam, tunduk patuh dan berserah diri kepada ALLAH Al-Ahad, bukan Allah Tritunggal.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=3&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/20/penciptaan-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENCIPTAAN MANUSIA</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/19/penciptaan-manusia/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/19/penciptaan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 11:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/19/penciptaan-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Keberadaan manusia di atas bumi ini bukanlah muncul dengan sendirinya atau hasil proses evolusi dari binatang. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakannya. Berfirmanlah Tuhan: &#8220;Baiklah Kita menjadikan manusia &#8230; maka Allah menciptakan manusia itu &#8230;.&#8221; [Kejadian 1:26, 27] Yesus berkata, “Sebab pada awal dunia, Tuhan menjadikan mereka laki-laki dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=4&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Keberadaan manusia di atas bumi ini bukanlah muncul dengan sendirinya atau hasil proses evolusi dari binatang. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakannya.<span id="more-4"></span></p>
<p>Berfirmanlah Tuhan: &#8220;Baiklah Kita menjadikan manusia &#8230; maka Allah menciptakan manusia itu &#8230;.&#8221; [Kejadian 1:26, 27]</p>
<p>Yesus berkata, “Sebab pada awal dunia, Tuhan menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” [Markus 10:6]</p>
<p>Alkitab melaporkan bahwa manusia diciptakan Tuhan pada hari ke enam dari seluruh rangkaian penciptaan yang ada. Manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.</p>
<p>&#8220;Maka Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan diciptakan-Nya dia; &#8230; itulah hari keenam.&#8221; [Kejadian 1:26-31]</p>
<p>Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berarti adanya unsur-unsur tertentu yang Allah ciptakan di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia itu menjadi makhuk mulia melebihi ciptaan Allah lainnya. Unsur-unsur tertentu tersebut misalnya adalah pikiran, spiritualitas dan lain-lain yang menyebabkan manusia bisa berpikir, memiliki hikmat, mengasihi, bersekutu dengan Tuhan dan lain-lain. Namun demikian, walaupun manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, perlu diingat bahwa terdapat perbedaan kualitas antara ciptaan dan Penciptanya. Bagaimanakah manusia pertama itu diciptakan? Ia diciptakan dari tanah, lalu Allah menghembuskan nafas-Nya ke dalam hidung. Kejadian 2:7 menyatakan: &#8220;Kemudian Tuhan Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan nafas yang memberikan hidup ke dalam lobang hidungnya&#8221;.</p>
<p>Manusia pertama yang diciptakan-Nya itu bernama Adam. Setelah menciptakan Adam, Tuhan memandang tidak baik jika Adam sendirian, maka diciptakan-Nya-lah seorang penolong yang sepadan dengan Adam. Bagaimana penolong Adam itu diciptakan? Ketika Tuhan membuat Adam tidur nyenyak. Tuhan mengambil salah satu dari rusuk Adam, kemudian menutup tempat itu dengan daging. Dari rusuk Adam itulah dibangun Allah seorang perempuan. Ia bernama Hawa. Kejadian 2:18-22; 3:20. Demikianlah kisah Tuhan menciptakan manusia.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;.[QS. Al-Baqarah (2): 30]</p>
<p>Adalah benar bahwa Allah telah menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu. Dan Dia menciptakan Hawa tanpa ibu. Lalu apa sulitnya bagi Allah untuk menciptakan Yesus tanpa bapak?</p>
<p>Dalam suatu hadits ada dikatakan bahwa Allah menciptakan Adam seperti citra-Nya (ka shurotih). Dan penjelasannya adalah seperti yang telah dijelaskan di atas. Dan menurut mufassir, Adam diciptakan pada hari Jum’at (hari keenam). Tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini. Hanya saja jika Anda melihat Kej. 1:26 itu dan membaca: “Kita”, maka ayat ini disangka sedang menjelaskan bahwa Allah itu jamak, Tritunggal, bukannya Tunggal. Insya Allah kami akan menjelaskan hal ini.</p>
<p>1. Elohim dan Adonim, Kata-Kata Ibrani untuk Tuhan, menjadi jamak. Jika ini secara harfiah bermaksud suatu kejamakan pribadi-pribadi, itu akan diterjemahkan “Para dewa.” Tetapi bangsa Yahudi, yang sungguh-sungguh menganut Ke-Tuhanan Yang Mahaesa dan secara menyeluruh terbiasa dengan idiom bahasa mereka sendiri, belum pernah memahami penggunaan yang jamak untuk menandai adanya kejamakan di dalam Tuhan. Penggunaan yang jamak ini adalah untuk pembesaran/pengagungan, dan disebut sebuah “jamak keagungan” atau sebuah “jamak penekanan,” dan digunakan untuk intensifikasi. Banyak Sarjana Ibrani mengidentifikasi penggunaan “kita/kami” ini sebagai penggunaan jamak keagungan atau jamak penekanan, dan kita percaya hal ini juga.</p>
<p>2. Jamak keagungan adalah umum digunakan pada saat ini. Pribadi-pribadi menyatakan diri mereka masing-masing di dalam jumlah yang jamak. “Anugerah pada istana kami,” “Itu adalah harapan kami,” adalah ungkapan para raja yang umum di dalam proklamasi mereka.</p>
<p>Adalah umum jika seseorang bermartabat besar dan berkuasa, di dalam menyatakan dirinya saja, menggunakan kata ‘kami’ sebagai ganti ‘aku’. Raja Perancis mengatakan, “Kami, Charles yang kesepuluh.” Raja Spanyol mengatakan, “Kami, Ferdinand yang ketujuh.” Kaisar Rusia mengatakan “Kami, Alexander,” atau “Kami, Nicholas”.</p>
<p>Jamak keagungan dapat dilihat di Ezra 4:18. Di dalam Ezra 4:11, orang-orang Trans-Euphrates menulis, “Kepada Raja Artaxerxes, dari para pelayanmu.” Kitab Ezra melanjut, “Raja mengirim jawaban ini: Sambutan. Surat yang kamu kirim kepada kami telah dibaca dan diterjemahkan.” Jadi, walaupun orang-orang menulis kepada raja sendiri, raja menggunakan kata “kami.” Adalah umum dalam surat-menyurat bahwa kejamakan digunakan ketika seseorang berbicara tentang niatnya.</p>
<p>Sungguh baik diketahui bahwa Al-Qura`an yang menentang doktrin Tritunggal, namun sering menghadirkan Tuhan berkata “Kami”, ketika berbicara hanya Sendiri. Ini menunjukkan bahwa penggunaan terminologi seperti itu tidaklah menandakan suatu orang banyak. Jika tak seorangpun menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Trinitarian, maka penggunaan kata “Kami” atau “Kita” dalam beberapa tempat di Alkitab sebaiknya juga tidak dijadikan sebagai suatu bukti doktrin Tritunggal.</p>
<p>3. Nama Tuhan bukanlah satu-satunya kata yang dijamakkan untuk penekanan (walaupun ketika kejamakan tidak terlihat sebagai tatabahasa baik, penerjemah yang pada umumnya mengabaikan kejamakan Ibrani dan menterjemahkannya sebagai bentuk tunggal, maka akan menjadi susah untuk menyoroti kebanyakan Versi Bahasa Inggris/Indonesia).</p>
<p>Setelah Kain membunuh Abel, Tuhan berkata kepada Kain, “suara dari darah-darah saudaramu menangis kepada-Ku dari tanah” [Kejadian 4:10] Kejamakkan menekankan kengerian tindakan.</p>
<p>Di dalam Kejadian 19:11, orang-orang Sodom yang menginginkan Lot terluka adalah sangat terpengaruh oleh “kebutaan-kebutaan (blindnesses).” Kata “kebutaan-kebutaan,” menunjukkan bahwa kebutaan itu adalah total.</p>
<p>Lewi tidak menceritakan kepada orang-orang untuk makan buah dari suatu pohon untuk tiga tahun, dan di dalam tahun yang keempat buah adalah “suatu tawaran memuji kepada Tuhan” (Lewi 19:24). Kata Ibrani untuk “pujian” adalah jamak, menekankan untuk pujian besar.</p>
<p>Mazmur 45:15 menandakan dari orang yang dibawa ke dalam kehadiran Mesias. Mengatakan, “Mereka dialirkan dengan kegembiraan.” Ibrani yang benar-benar membaca “kegembiraan,” menekankan kegembiraan yang besar.</p>
<p>Di dalam Yehezkiel 25, Tuhan sedang menyatakan tentang apa yang telah terjadi atas Israel dan apa yang Ia akan lakukan tentang itu. Mengenai Philistines, Ia berkata, “Philistines yang membalaskan dendam…Aku akan menyelesaikan balas dendam besar pada mereka” (Yehezkiel 25:15 dan 17). Di dalam Teks Ibrani, balas dendam yang kedua , balas dendam Tuhan, adalah dalam bentuk jamak, menandakan balas dendam yang total yang Tuhan akan menimpakannya.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Ia menciptakan manusia untuk kemuliaan-Nya. Tuhan ingin manusia yang dibentuk menurut gambar dan rupa-Nya dapat memuliakan-Nya. Alkitab menyatakan: &#8220;&#8230;yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku&#8230;.&#8221; [Yesaya 43:7]</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Allah Menciptakan manusia agar menyembah-Nya. Tetapi tanpa mengenal Allah, bagaimana seseorang akan mencintai-Nya, dan tanpa mencintai-Nya, bagaimana mungkin seseorang itu akan menyembah-Nya. Jadi manusia diciptakan agar manusia mengenal, mencintai, dan menyembah memulyakan Allah. Dan manusia juga memiliki tugas sebagai wakil Allah di muka bumi. Allah Yang Mahamemelihara telah mengamanatkan pemeliharaan bumi kepada kita. Dan bumi ini akan tetap lestari selama kita menjaganya sesuai dengan hukum dan aturan Allah yang disampaikan melalui para utusan-Nya.</p>
<p>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS. Adz-Dzariyat (51): 56]</p>
<p>Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. [QS. Al-Baqarah (2): 30]</p>
<p>Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yohanes 17:3]</p>
<p>Dalam Kitab Khuthbatul Habib Thahir bin Husain dikatakan: “Ketahui olehmu bahwa ushul agama itu adalah mengenal Yang disembah sebelum menyembah-Nya, dan itulah haqiqat makna syahadat.”</p>
<p>Jadi kita harus mengenal dahulu satu-satunya Allah yang benar, baru kemudian menyembah-Nya dengan cara yang diajarkan Rasulullah sang pembawa syariat. La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah; tiada ilah yang benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=4&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/19/penciptaan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SETAN</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/18/setan/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/18/setan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 11:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/18/setan/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Pada mulanya, Setan adalah malaikat Tuhan yang bernama Lucifer. Istilah &#8220;malaikat&#8221; berarti &#8220;utusan.&#8221; Semua malaikat diciptakan oleh Tuhan. Kolose 1:16 mengatakan: &#8220;Karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=5&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Pada mulanya, Setan adalah malaikat Tuhan yang bernama Lucifer. Istilah &#8220;malaikat&#8221; berarti &#8220;utusan.&#8221; Semua malaikat diciptakan oleh Tuhan. Kolose 1:16 mengatakan: &#8220;Karena di dalam Dia-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.&#8221; Lucifer diciptakan dengan keindahan yang sempurna sehingga ia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling cantik. Ia dipenuhi hikmat sehingga ia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terpandai. Dari seluruh malaikat yang ada di Surga, Lucifer-lah yang paling pintar, cantik dan berkuasa. Yehezkiel 28:12 mencatat: &#8220;&#8230;..gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.&#8221; Walaupun malaikat adalah makhluk yang indah dan berkuasa, namun mereka tidak boleh disembah karena malaikat adalah makhluk ciptaan Tuhan. Hanya Tuhan, Sang Pencipta saja yang patut disembah.<span id="more-5"></span></p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam&#8221;, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. [QS. Al-Kahfi (18): 50]</p>
<p>Allah berfirman: &#8220;Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (menghormat kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?&#8221; Menjawab Iblis: &#8220;Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah&#8221;. [QS. Al-A’raf (7): 12]</p>
<p>Setan, terutama adalah jin yang jauh dari Tuhan. Iblis adalah nenek-moyang setan. Iblis adalah dari golongan jin, dia bukan malaikat. Iblis awalnya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah seorang jin yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam dari para malaikat. Apa pun perintah Allah kepada malaikat berarti juga perintah baginya, sebab dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat dalam melayani Tuhan. Lalu Allah Menciptakan Adam, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam. Azazil, sebagai imam para malaikat, seharusnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Akan tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahwa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara malaikat langsung sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam,&#8221; maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. [QS. Al-Baqarah (2): 34]</p>
<p>Maka Azazil disebut sebagai Iblis karena pembangkangannya, dan dia diusir dari Taman Adn. Dan dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya. Dia akan berusaha menghasut manusia dan keturunannya agar melawan Tuhan. Dia berusaha menghalangi manusia dari jalan lurus.</p>
<p>Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” [QS. Al-A’raf (7): 16]<br />
<strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Setan adalah malaikat pertama yang memberontak terhadap Tuhan dan kemudian banyak malaikat lain yang mengikutinya. Malaikat-malaikat ini disebut &#8220;malaikat-malaikat yang telah jatuh&#8221;. Malaikat-malaikat yang tetap setia kepada Tuhan disebut &#8220;malaikat-malaikat kudus.&#8221; Setan bersama malaikat-malaikat yang telah jatuh ini mendirikan kerajaan untuk menentang Tuhan dan kerajaan-Nya. Sejak pemberontakan Setan itu, maka ada dua kerajaan di dunia ini yakni: kerajaan Setan dan kerajaan Tuhan. Sifat kedua kerajaan ini sangat bertentangan. Kerajaan Setan adalah kerajaan kegelapan; Kerajaan Tuhan adalah kerajaan terang. Kerajaan Setan adalah kerajaan dusta, kerajaan Tuhan adalah kerajaan kebenaran, keadilan dan kasih. Malaikat-malaikat yang mengikuti Setan dalam pemberontakan terhadap Tuhan menjadi para suruhannya dalam melaksanakan maksud-maksudnya yang jahat. Orang-orang yang belum diselamatkan, sadar atau tidak berada dalam kerajaan Setan ini. Selain itu, pengikut setan lainnya ialah semua orang yang telah jatuh dalam dosa.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Sekali lagi, Iblis bukanlah malaikat, tetapi jin. Dan tidak ada malaikat yang mengalami kejatuhan, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu untuk melawan Tuhan. Pasukan Iblis adalah para jin yang terpengaruh oleh Iblis. Dan Iblis menjadi raja mereka. Kerajaannya adalah kerajaan dusta. Manusia yang terpengaruh oleh hasutan Iblis dan pasukannya, maka manusia itu adalah manusia setan. Dan Tuhan telah memperingatkan hal ini dalam Al-Qur`an.</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [QS. Al-Baqarah (2): 208]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Kerajaan Setan adalah kerajaan dusta. Pekerjaan Setan adalah merampas dan mencemarkan Injil, membutakan pikiran orang tentang Injil, dan memutarbalikkan firman Tuhan.</p>
<p>a. Merampas Injil<br />
Matius 13:19 mengatakan: &#8220;Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu &#8230;.&#8221; Dari ayat ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Iblis bekerja dengan cara mengambil Injil yang sedang ditaburkan kepada seseorang.</p>
<p>b. Membutakan Pikiran Orang tentang Injil.<br />
Iblis tidak pernah berhenti berusaha supaya orang tidak diselamatkan dan tinggal tetap dalam kerajaan kegelapannya. Mungkin kita bertanya mengapa walaupun seseorang telah dijelaskan sedemikian rupa tentang firman Allah, ia masih tetap tidak percaya, bahkan menolaknya? Tahukah Anda bahwa pekerjaan Iblis adalah membutakan pikiran manusia sehingga mereka tidak mengerti Injil? II Korintus 4:4 menjelaskan hal ini: &#8220;&#8230;&#8230;..Orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (Setan), sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Tuhan Yesus&#8230;..&#8221;</p>
<p>c. Memutarbalikkan Firman Tuhan.<br />
Setan adalah makhluk yang cerdik sekaligus licik. Ketika mencobai Hawa, ia mengatakan; &#8220;Tentulah Allah berfirman: &#8216;Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya, bukan?&#8217;&#8221; Kej. 3:1. Padahal Allah mengatakan kepada Adam: &#8220;Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya &#8230;.&#8221; Kej. 2:16-17. Dari peristiwa ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Setan adalah sang pemutar balik firman Tuhan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Doktrin Kristen yang satu ini begitu tepat menggambarkan Paulus yang juga anak Setan. Sebab Paulus memang telah berdusta, merampas dan mencemarkan Injil, membutakan pikiran orang tentang Injil, dan memutarbalikkan firman Tuhan.</p>
<p>a. Paulus Pendusta.<br />
(BERKATA PAULUS:) TETAPI JIKA KEBENARAN ALLAH OLEH DUSTAKU SEMAKIN MELIMPAH BAGI KEMULIAANNYA, MENGAPA AKU MASIH DIHAKIMI LAGI SEBAGAI ORANG BERDOSA? [Roma 3:7]</p>
<p>Paulus berfikir bahwa dia sedang berbuat kebaikan, padahal dia tengah berbuat kerusakan dengan dusta-dustanya, tetapi dia tidak menyadari.</p>
<p>Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.&#8221; Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [QS. Al-Baqarah (2): 11-12]</p>
<p>Bagaimana dari yang najis dapat datang yang tahir, dan bagaimana dari dusta dapat lahir kebenaran? [Sirakh 34:4]</p>
<p>b. Paulus Merampas Injil.<br />
Paulus atau Saulus selalu berusaha untuk mempengaruhi orang Israel agar tidak percaya kepada Injil yang dibawa oleh Yesus. Dia menyiksa para pengikut Yesus agar mau keluar dari keyakinannya. Bahkan dia menghalalkan segala cara, termasuk mengaku-ngaku sebagai rasul, untuk bisa menyesatkan manusia.</p>
<p>c. Paulus Membutakan Pikiran Orang tentang Injil.<br />
Paulus dengan dogma-dogma palsunya yang tidak berdasar pada perkataan Yesus telah membutakan manusia dari Injil yang benar. Dia mengarang-ngarang tentang Tritunggal, dosa waris, penyelamatan dengan penyaliban Yesus, dan segala doktrin-doktrin takhyul yang selalu dipaksakan kepada manusia tanpa memberikan kesempatan kepada manusia itu untuk berfikir. Paulus dan para pengikutnya selalu berkata, “Percayalah, percayalah, tidak usah berpikir, cukuplah kamu percaya, maka kamu akan selamat.” Doktrin-doktrin itu hingga saat ini masih terus dipaksakan kepada anak-anak kecil di gereja-gereja. Mereka dicekoki sejak kecil dengan doktrin-doktrin takhyul yang sebenarnya tidak pernah bisa diterima oleh akal sehat dan hati yang jernih.</p>
<p>d. Paulus Memutarbalikkan Firman Tuhan.<br />
Paulus berkata bahwa sunat secara lahiriah itu tidak penting (Roma 2:17-29; Galatia 5:2), padahal Yesus bersunat secara lahiriah (Lukas 2:21) dan Yesus diutus untuk menggenapi hukum Torat, bukan untuk menghapusnya, dan hukum Torat berkata bahwa sunat adalah wajib dan merupakan tanda perjanjian antara manusia itu dengan Tuhan (Kejadian 17: 9-14).</p>
<p>Segala sesuatunya Kaukenal dan Engkaupun tahu bahwa aku membenci kemuliaan dari orang-orang fasik serta merasa keji terhadap tempat tidur orang-orang yang tak bersunat itu dan tiap-tiap orang asing. [Tambahan Ester 3:20]</p>
<p>Merekapun memulihkan kulup mereka pula dan murtadlah mereka dari perjanjian kudus. Mereka bergabung dengan bangsa-bangsa lain dan menjual dirinya untuk berbuat jahat. [1 Makabe 1:15]</p>
<p>Melihat semuanya yang telah dilakukan Allah Israel maka Akhior percaya dengan teguhnya akan Allah, lalu bersunat dan diterima ke dalam umat Israel hingga hari ini. [Yudit 14:10]</p>
<p>Lihatlah bagaimana Paulus telah memutarbalikkan firman Tuhan yang ditaati Yesus.</p>
<p>Paulus berkata bahwa setiap manusia mewarisi dosa Adam (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26), dan keselamatan itu adalah melalui penyaliban Yesus (Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6). Tidakkah ini doktrin yang zhalim? Mengapa Yesus yang harus disalib? Padahal masing-masing orang menanggung dosanya sendiri-sendiri, tidaklah anak dihukum karena kesalahan bapaknya (2 Tawarikh 25:4; Yehezkiel 18:20).</p>
<p>Paulus berkata bahwa Yesus adalah penebus seluruh ummat manusia. Padahal Yesus diutus hanya untuk Israel (Kis. 13:23) dan telah mengambil 12 murid utama, sebab bangsa Israel ada 12 suku (Mat. 10:5-6), dan tidak ada murid ke-13 yang diutus kepada bangsa non-Yahudi. Itu hanya karangan Paulus yang tidak ada jaminan bagi kebenaran klaim tersebut. Dan Yesus tidak pernah disebut sebagai Raja Manusia, tetapi sebagai Raja Yahudi.</p>
<p>Dan masih banyak lagi klaim-klaim Paulus yang telah menyalahi firman Tuhan. Dan sepanjang buku ini, insya Allah akan Anda temukan banyak bukti atas dusta Paulus.</p>
<p>&#8220;Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata : Akulah Mesias dan mereka akan menyesatkan banyak orang.&#8221; [Matius 24:4-5]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Kita telah melihat bahwa Setan adalah pembohong besar. Kita juga telah melihat akibat dahsyat yang akan menimpa mereka yang telah diperdayakan oleh Setan. Bagaimanakah kita dapat terhindar dari segala tipu daya Setan itu? Kita dapat terhindar dengan mengenal dan memahami kebenaran-kebenaran yang terdapat di dalam Firman Tuhan. Tuhan Yesus berkata: &#8220;Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.&#8221; Yohanes 8:32</p>
<p>Jangan sekali-kali meletakkan kepercayaan kita kepada perkara-perkara lain selain dari pada Tuhan Yesus Kristus dan darah-Nya yang telah dicurahkan untuk dosa-dosa kita. Rasul Paulus dalam Galatia 1:8 menulis: &#8220;&#8230;..Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari Surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (kutuk dari Tuhan).&#8221;</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Adalah benar bahwa untuk menghindari tipu daya Setan, kita harus memahami firman Tuhan secara benar. Dan jangan mau menerima doktrin begitu saja jika ternyata bertentangan dengan firman Tuhan yang asli. Sebab di dalam Alkitab itu telah bercampur antara firman Tuhan dengan perkataan Paulus yang penuh dogma palsu. Gunakanlah akal budimu, ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (Ams 13:15; 10:21; 1 Tes. 5:21) Sebab para anak-anak Setan itu suka merubah firman Tuhan (Mikha 3:1-12; Ul. 31:27)</p>
<p>Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi. [Amsal 10:21]</p>
<p>Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan para pengkhianat mencelakakan mereka [Amsal 13:15]</p>
<p>Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. [1 Tesalonika 5:21]</p>
<p>Akan tetapi Paulus, dia mengklaim bahwa ajarannyalah yang benar, dan ajaran Yesus yang asli adalah salah, begitu pula ajaran-ajaran yang diberitakan Barnabas dianggap sesat. Begitulah Paulus mendoktrin para pengikutnya agar tidak kembali kepada kebenaran, jalan lurus.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=5&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/18/setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEJATUHAN MANUSIA</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/17/kejatuhan-manusia/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/17/kejatuhan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 11:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/17/kejatuhan-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. [Roma 5:12] Setelah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan menempatkan mereka di sebuah taman yang indah, Taman Eden. Adam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=6&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. [Roma 5:12]<span id="more-6"></span></p>
<p>Setelah Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan menempatkan mereka di sebuah taman yang indah, Taman Eden. Adam diberi tanggung jawab untuk memelihara Taman Eden. Ada banyak jenis pohon di taman itu namun ada pohon yang berbeda dari semua pohon yang lain, yaitu &#8220;pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.&#8221; Adam dan Hawa diperbolehkan makan semua buah dari pohon di taman itu, kecuali buah dari &#8220;pohon pengetahuan baik dan jahat.&#8221; Tuhan dengan tegas melarang mereka agar tidak memakan buah dari pohon tersebut dan memberi peringatan kepada mereka. Dalam Kej. 2:17, Tuhan berkata kepada Adam: &#8220;Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.&#8221;</p>
<p>Pada suatu hari, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi! Setan dalam bentuk ular, masuk ke taman tersebut dan mulai bercakap-cakap dengan Hawa. Ia kemudian bertanya kepadanya, &#8220;Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?&#8221; (Kej. 3:1). Pertanyaan ini kedengarannya tidak berbahaya namun Setan mempunyai maksud yang jahat. Maksudnya adalah menipu Hawa agar ia melanggar perintah Tuhan. Hawa menjawab, &#8220;Buah pohon yang ada di dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun menyentuh buah itu, nanti kamu mati.&#8221; (Kejadian 3:2,3). Perkataan yang diucapkan Setan berikutnya adalah dusta belaka. Setan berkata, &#8220;Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu makan mata kamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan jahat.&#8221; Kejadian 3:4, 5. Perkataan Setan bukan saja bertentangan dengan perkataan Tuhan, melainkan memberi kesan bahwa Tuhan menyembunyikan sesuatu yang baik terhadap Adam dan Hawa. Setan mengatakan kepada Hawa bahwa dengan memakan buah itu ia dan suaminya akan menjadi seperti Tuhan. Hawa harus mengambil keputusan. Tuhan telah mengatakan, &#8220;Pastilah engkau mati.&#8221; Namun sekarang Setan berkata &#8220;Kamu tidak akan mati.&#8221; Hawa harus memilih siapa yang akan dipercayainya &#8211; Tuhan atau Setan. Hawa memandang buah itu dan berpikir tentang apa yang telah dikatakan oleh Setan. Kemudian ia mengambil keputusan. Ia mengambil buah itu dan memakannya. Hawa telah memilih untuk percaya kepada Setan!</p>
<p>Rencana Setan telah berhasil memperdaya Hawa. Hawa berhasil dijeratnya karena ternyata ia lebih mempercayai perkataan Setan dari pada perkataan Tuhan! Ia telah ditipu untuk mempercayai dusta. Mengapa Hawa tertipu? Ia tertipu karena ia tidak percaya kepada Firman Tuhan. Kitapun akan tertipu apabila kita tidak mempercayai apa yang dikatakan Tuhan. Namun rencana jahat Setan tidak berakhir di situ saja. Setan juga merencanakan untuk menjatuhkan Adam ke dalam dosa. Kali ini, Setan tidak berbicara langsung kepada Adam melainkan ia menggunakan Hawa untuk membujuk Adam agar ia pun melanggar perintah Tuhan. Hawa memberikan buah itu kepada Adam. Hawa pasti memberitahukan kepada Adam tentang perkataan Setan bahwa mereka akan memperoleh kuasa yang luar biasa jika memakan buah tersebut.</p>
<p>Nah, Adam pun harus memilih. Ia tahu apa yang Tuhan telah katakan. Tuhan telah memberitahunya dengan jelas bahwa akibat dari memakan buah itu adalah kematian &#8211; bukannya mendapat kuasa. Apakah Adam tertipu karena apa yang telah dikatakan Setan kepada Hawa? Tidak! Ia telah mengetahui apa yang akan terjadi. Namun demikian, ia tetap mengambil buah itu dan memakannya. Demikianlah ia jatuh ke dalam dosa! Apakah sebenarnya dosa yang dilakukan Adam? Dosanya adalah ketidaktaatan. Ia tidak mentaati perintah Tuhan. Ia menuruti kehendaknya sendiri daripada menuruti kehendak Tuhan. Dengan berbuat demikian, Adam telah memberontak terhadap Penciptanya dan menuruti setan, si pemberontak pertama itu.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam,&#8221; maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Dan Kami berfirman: &#8220;Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: &#8220;Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan&#8221;. [QS. Al-Baqarah (2): 34-36]</p>
<p>Ada beberapa perbedaan antara Alkitab dan Al-Qur`an mengenai kisah kejatuhan manusia. Perbedaan itu antara lain:</p>
<p>a. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa TUHAN menyebut ‘pohon’ yang dilarang untuk didekati itu sebagai ‘pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat’. Sedangkan dalam Al-Qur`an tidak disebutkan nama pohon itu. Penamaan pohon itu sebagai ‘pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat’ adalah sangat mencurigakan. Sepertinya penamaan itu bukan dari Tuhan. Jika benar pohon itu adalah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, mengapa pohon itu harus dihindari? Bukankah bagus jika kita mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat? Bukankah dengan ilmu itu manusia dapat mengetahui jalan lurus? Sepertinya penamaan pohon itu bukan dari TUHAN, tetapi dari Setan. Begitu juga dengan penamaan pohon kehidupan, pohon kekal, pohon khuldi, Al-Qur`an menjelaskan bahwa penamaan seperti itu adalah penamaan dari Setan, bukan dari Tuhan (QS. Al-A’raf: 20).</p>
<p>b. Dalam Alkitab dijelaskan bagaimana cara setan membujuk manusia, yaitu dengan berbentuk ular. Sedangkan dalam Al-Qur`an tidak dijelaskan bagaimana Iblis bisa mendekati manusia untuk menggelincirkannya.</p>
<p>c. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa Setan telah menggelincirkan Hawa, lalu Hawa menggelincirkan Adam (Kej. 3:12-13). Dan jadilah perempuan itu sebagai pihak yang dipersalahkan. Urutan seperti itu tidak dikenal dalam Al-Qur`an. Al-Qur`an menyebutkan bahwa Iblis menggelincirkan keduanya, Adam dan Hawa. Jadi yang menggelincirkan Adam adalah Iblis, bukan Hawa.</p>
<p>Dari kejadian ini, Paulus mengarang sebuah ‘dongeng’ mengenai dosa waris (Rm. 5:12). Dia berkata bahwa setiap manusia yang lahir telah berdosa, karena setiap manusia yang lahir itu mewarisi dosa dari Adam. Sepertinya dongeng Paulus agak bertentangan dengan dongeng Kejadian. Sebab dalam dongeng Paulus dikatakan bahwa semua orang berdosa karena Adam, padahal menurut dongeng Kejadian, manusia yang pertama kali berdosa adalah Hawa, bukan Adam. Kemudian, dengan dongeng dosa waris atau dosa asal ini, Paulus telah menjadikan Yesus sebagai orang berdosa juga, sebab Yesus telah lahir dari perempuan yang juga mewarisi dosa Adam. Maka Yesus bukanlah orang yang cocok untuk menjadi ‘domba korban’. Lagi pula mengapa harus menyalib Yesus? Bukankah Adam dan Hawa telah menerima hukumannya, mengapa masih ada dosa yang diwariskan? Apakah Tuhan begitu bengis hingga belum mau mengampuni manusia kalau belum membunuh Yesus? Benarkah Yesus disalib untuk menebus dosa? Atau justeru karena dengki (Mat. 27:18; Mrk. 15:10)? Dan benarkah Yesus disalib? Atau justeru Yesus telah diselamatkan? Dongeng dosa waris penuh dengan kontradiksi.</p>
<p>a. Jika setiap orang telah berdosa sejak lahirnya, maka bayi yang baru lahir kemudian mati, tentulah dia masuk neraka. Sebab dia belum beriman akan penyaliban Yesus, dan dia belum dibaptis. Berarti dia mati dalam keadaan masih berdosa. Padahal dalam Matius 19:14, Yesus menjelaskan bahwa anak-anak itu masih suci, mereka adalah pewaris Kerajaan Sorga.</p>
<p>b. Dalam dongeng dosa waris dikatakan bahwa setiap orang dihukum berdosa karena dosa Adam. Ini bertentangan dengan keadlian Allah. Coba lihat Yehezkiel 18:20; Ulangan 24:16; 2 Raj. 14:6; 2 Tawarikh 25:4. Adalah tidak masuk akal jika bapak yang makan mangga mentah, tetapi anak-anak yang merasakan ngilu giginya.</p>
<p>Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. [Yehezkiel 18:20]</p>
<p>Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. [QS. Al-Baqarah (2): 134,141]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Sebagai akibatnya, bumi dikutuk Tuhan, maka Adam harus mencari nafkah dengan susah payah. Kej. 3:17-19 mengatakan:&#8221;&#8230; maka terkutuklah tanah karena engkau, dengan bersusah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu &#8230;.&#8221;</p>
<p>Hukuman tidak hanya diberikan kepada Adam dan Hawa, tetapi juga kepada ular. Kej. 3:14 mengatakan: &#8220;Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang, dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu.&#8221;</p>
<p>Tuhan adalah kudus. Ia tidak dapat membiarkan dosa. Adam dan Hawa telah berdosa, karena itu mereka diusir keluar dari Taman Eden. Dosa selalu memisahkan manusia dengan Tuhan. Walaupun manusia telah melanggar perintah Tuhan, Ia tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya. Ia mempunyai rencana yang indah untuk manusia, yaitu dengan memberikan janji keselamatan kepadanya. Kej. 3:15 menjelaskan hal itu: &#8220;Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (iblis) dengan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu dengan keturunannya; keturunannya (Juru selamat yang akan datang) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.&#8221;</p>
<p>Tuhan telah menyediakan jalan bagi Adam dan Hawa serta keturunan mereka untuk kembali dapat bersekutu dengan Tuhan. Sejak saat itu sampai Yesus datang sebagai Juruselamat, manusia harus mempersembahkan anak domba yang tidak bersalah sebagai korban penebus dosa. Tuhan menerima persembahan korban binatang itu karena mereka yang mempersembahkannya memandang ke depan dengan iman kepada Yesus Kristus yang akan datang.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Benarkah bumi ini telah dikutuk Tuhan? Sungguh tidak masuk akal. Dan benarkah ular makan debu tanah? Benarkah Alkitab firman Tuhan?</p>
<p>Benarkah keselamatan dan hidup kekal itu adalah melalui penyaliban Yesus? Tentu saja itu tidak benar. Sebab hidup kekal itu adalah dengan taat kepada perintah Allah, Bapa yang di sorga.</p>
<p>Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]</p>
<p>Menyembelih binatang korban bukanlah melihat kepada pengorbanan Yesus. Yesus tidak pernah disembelih. Menyembelih korban adalah melihat kepada Kain dan Habel (Qabil dan Habil), juga melihat kepada Abraham dan Ismael (Ibrahim dan Ismail).</p>
<p>Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; Ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&#8221;. [QS. Ash-Shaffat: 102]</p>
<p>Tetapi bangsa Yahudi telah menceritakan suatu kisah bohong dan merubah Torat. Dalam Kejadian 22:2 diceritakan demikian: Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu (dalam versi lain: anak sulung), yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”</p>
<p>Mana mungkin anak tunggal atau pun anak sulung yang dimaksud adalah Ishak, sedangkan Ismael telah berumur 14 tahun ketika Ishak dilahirkan? Maka jelaslah, yang dimaksud di sini adalah Ismael, nenek-moyang sang Juruselamat yang dijanjikan itu. Bukankah Hagar lebih dulu melahirkan Ismael (Kej. 16:16) dari pada Sara melahirkan Ishak (Kej. 21:5)? Gunakanlah akal budimu, jujurlah pada hatimu, dan jangan menipu dirimu sendiri! Sesungguhnya bangsa yahudi yang tinggi hati itu tidak rela jika Juruselamat lahir dari keturunan Ismael. Maka mereka ‘membuang’ Ismael dan menjelek-jelekkan dia. Suatu pembunuhan karakter yang sangat keji. Akan tetapi lihatlah bagaimana Yesus bernubuat mengenai Juruselamat itu: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: Hal itu terjadi dari pihak Tuhan … Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. (Matius 21: 42-43) Batu yang dibuang adalah garis keturunan Ismael yang merupakan anak Abraham. Sedangkan tukang bangunan adalah bangsa Yahudi yang telah membuang Ismael dari garis keturunan Abraham, mereka tidak mengakui Ismael sebagai putera Abraham. Mereka berharap dan berkeyakinan bahwa Juruselamat itu berasal dari keturunan Daud. Padahal Daud sendiri memanggil Juruselamat itu sebagai tuan. Lalu bagaimana mungkin Juruselamat itu adalah keturunan Daud? (Mazmur 110:1; Mat. 22:44-45; Mrk. 12:36-37; Luk. 20:42-44) Adapun bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu adalah bangsa Arab, dimana Nabi Muhammad saaw dilahirkan.</p>
<p>Dalam Al-Mustadrak Imam Hakim ada disebutkan bahwa ketika Rasulullah lahir, pada malam 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, seorang Yahudi melihat terbitnya suatu bintang yang merupakan syiar dari maulidur rusul saaw. Maka pada pagi harinya, orang Yahudi itu keluar menemui kaumnya sambil berteriak-teriak, “Celakalah kalian wahai orang-orang Yahudi. Sesungguhnya semalam aku melihat bintang Ahmad telah terbit.”</p>
<p>Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. [QS. Al-Baqarah (2): 146]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=6&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/17/kejatuhan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADAM DAN DOSA WARIS</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/16/adam-dan-dosa-waris/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/16/adam-dan-dosa-waris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 11:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/16/adam-dan-dosa-waris/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Mengapa kita harus kuatir terhadap Adam dan apa yang telah terjadi kepadanya? Sebabnya ialah karena Adam adalah kepala semua umat manusia. Adam berbeda dari orang-orang lain karena ia adalah manusia pertama yang menjadi sumber (asal usul) seluruh umat manusia. Oleh karena itu apa yang terjadi kepada Adam akan mempengaruhi seluruh umat manusia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=7&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Mengapa kita harus kuatir terhadap Adam dan apa yang telah terjadi kepadanya? Sebabnya ialah karena Adam adalah kepala semua umat manusia. Adam berbeda dari orang-orang lain karena ia adalah manusia pertama yang menjadi sumber (asal usul) seluruh umat manusia. Oleh karena itu apa yang terjadi kepada Adam akan mempengaruhi seluruh umat manusia, termasuk Anda dan saya. Tuhan tidak menciptakan berjuta-juta manusia untuk memenuhi bumi. Ia hanya menciptakan satu orang manusia saja yaitu Adam. Dari dialah seluruh umat manusia berasal. Karena itu, Tuhan melihat semua umat manusia sebagai orang-orang yang berada DI DALAM ADAM. Bagaimanakah kita sampai berada di dalam Adam? Melalui kelahiran. Semua yang dilahirkan ke dalam keluarga manusia berada DI DALAM ADAM. Apakah maksud berada di dalam Adam itu? Berada di dalam Adam berarti turut ambil bagian di dalam segala keberadaan Adam dan segala perkara yang dilakukannya. Ada beberapa fakta yang benar-benar terjadi pada setiap orang. Fakta-fakta itu membuktikan bahwa kita berada di dalam Adam, yaitu a.l.:<span id="more-7"></span><br />
1. Ia telah terpisah dari kehidupan Tuhan.<br />
2. Ia berada dalam kerajaan kegelapan.<br />
3. Ia adalah orang yang berdosa.<br />
4. Ia berada di bawah kuasa dosa.<br />
5. Ia berada di bawah hukuman berat.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Jika semua manusia berada di dalam Adam dan ikut mewarisi dosa Adam sehingga ia berada dalam lima keadaan tersebut, berarti Yesus pun demikian. Sebab Yesus juga keturunan Adam. Jika Anda membaca Matius 1:1-16 dan Lukas 3:23-38, maka akan Anda dapati silsilah Yesus hingga ke Adam. Berarti Yesus juga di dalam Adam dan telah terpisah dari kehidupan Tuhan, berada dalam kerajaan kegelapan, orang berdosa, di bawah kuasa dosa, dan di bawah hukum berat. Jika Anda menolak hal ini, maka seharusnya Anda juga menolak dosa asal. Dan dosa asal ini, sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya, adalah doktrin yang dikarang-karang oleh manusia sesat.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Dosa memisahkan manusia dari Tuhan. Ketika Adam berdosa, ia terpisah dari kehidupan Tuhan. Terpisah dari kehidupan Tuhan berarti mati secara rohani. Dosa Adam yang menyebabkan kematian rohani ini tidak hanya menimpa dirinya saja melainkan juga seluruh umat manusia. Semua manusia telah terpisah dari kehidupan Tuhan. Mengapa? Karena semua manusia berada DI DALAM ADAM.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Yesus sering menyebut dirinya dengan anak manusia. Yesus juga manusia, Yesus juga di dalam Adam, maka Yesus juga terpisah dari kehidupan Tuhan. Yesus adalah orang yang mati secara rohani. Anda tentu menolak hal ini, yang berarti Anda juga harus menolak doktrin dosa waris. Sebab doktrin dosa waris, bagaimana pun juga, akan berpengaruh kepada setiap manusia termasuk Yesus.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Ketika Adam memberontak terhadap Tuhan, ia telah memihak kepada Setan, pemberontak yang pertama itu. Dia telah masuk ke dalam kerajaan kegelapan, yang mana Setan adalah pemerintahnya. Oleh karena itu, Adam berada di bawah kuasa Setan. Karena Adam adalah kepala dari umat manusia, maka dia telah membawa semua umat manusia ke dalam kerajaan kegelapan. Jadi semua manusia keturunan Adam berada dalam kerajaan kegelapan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Orang Kristen Trinitarian tentu menolak mengakui bahwa Yesus berada dalam kerajaan kegelapan. Padahal Yesus juga manusia, keturunan Adam, berarti dia juga di dalam Adam, dan tentu saja telah berada dalam kerajaan kegelapan. Dosa waris ini telah melecehkan Yesus, para nabi, dan semua manusia. Paulus dengan arogannya mengatakan bahwa semua manusia adalah bersalah dan jahat serta terkutuk sejak lahirnya. Tidak ada manusia yang benar. Bahkan bayi yang lahir kemudian mati pada hari pertamanya, dianggap bahwa dia telah menjadi pengikut Setan dan berada dalam kerajaan kegelapan. Sungguh doktrin yang kejam.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Ketika Adam pertama diciptakan Tuhan, Adam adalah manusia yang mengutamakan Tuhan. Ia mengasihi Tuhan dan ingin melakukan kehendak-Nya. Tuhan adalah Raja yang bertakhta di hatinya. Namun ketika Adam berdosa, perubahan terjadi dalam hatinya. Ia sekarang lebih mengutamakan dan melakukan kehendak dirinya sendiri daripada mengasihi dan melakukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak lagi memerintah sebagai Raja dalam hatinya. Adam sekarang memiliki sifat dosa.</p>
<p>Sifat dosa dan sikap mementingkan diri sendiri ini kemudian diturunkannya kepada anak-anaknya. Alkitab mengatakan bahwa Adam mempunyai seorang anak laki-laki &#8220;menurut gambar dan rupanya&#8221; (Kej. 5:3). Adam sendiri diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan namun ia telah melahirkan anak yang menuruti gambar dan rupanya yang berdosa. Pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya menunjukkan bahwa sifat dosa telah berkuasa pada keturunan Adam dan Hawa. Akibat atau pengaruh dosa Adam ini tidak hanya berlaku terhadap anak-anak Adam saja. Adam adalah kepada seluruh umat manusia. Ia telah menurunkan sifatnya yang berdosa itu kepada seluruh umat manusia. Ketidaktaatan Adam telah menyebabkan seluruh umat manusia berdosa. Roma 5:19 mengatakan: &#8220;Oleh ketidaktaatan satu orang, semua orang telah menjadi berdosa.&#8221;</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Yesus adalah keturunan Adam, berarti dia juga merupakan citra Adam yang berdosa. Yesus juga orang berdosa menurut doktrin dosa waris. Sungguh doktrin yang harus ditolak oleh orang-orang yang berakal budi. Apakah bayi Anda yang baru lahir itu adalah bayi yang telah mempunyai dosa? Ini adalah dusta yang besar. Suatu dusta untuk menutupi kedengkian orang-orang yang menginginkan penyaliban atas Yesus.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Oleh karena manusia sudah berdosa, maka mereka berada di bawah kuasa dosa. Yohanes 8:34 mengatakan: &#8220;Setiap orang berbuat dosa, adalah hamba dosa.&#8221; Di dalam kerajaan kegelapan, dosa memerintah sebagai raja dan semua manusia yang berada di dalamnya berada di bawah kuasa dosa.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Apakah Anda akan berkata bahwa Abraham, Ismael, Ishak, Yusuf, Daud, dan Yesus adalah orang-orang yang berada dalam kuasa dosa? Ini adalah pelecehan yang sangat besar di sisi Tuhan.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang yaitu Adam dan kematian terjadi sebagai akibat dosa itu. Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8216;Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12</p>
<p>Setelah kematian akan datang hukuman. Setiap orang yang belum diselamatkan akan dihakimi dosa-dosanya. Alkitab mengatakan, &#8220;Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi.&#8221; Ibrani 9:27</p>
<p>Setiap orang yang BERADA DI DALAM ADAM adalah bersalah di hadapan Tuhan. Ada orang berpikir bahwa mereka akan diterima oleh Tuhan sebagaimana keadaan mereka. Pikiran Tuhan tidaklah demikian. Tuhan mengatakan sebaliknya. Ia mengetahui isi hati manusia. Mengenai semua manusia keturunan Adam, Tuhan berkata dalam FirmanNya:</p>
<p>&#8220;Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Semua orang telah melanggar, mereka semua tidak berguna. Tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.&#8221; Roma 3:10-12, 23</p>
<p>Sekarang baru kita mengetahui mengapa Alkitab mengatakan, &#8220;Kamu harus dilahirkan kembali&#8230;.&#8221; Mengapa setiap orang harus dilahirkan kembali? Karena setiap orang telah dilahirkan sebagai manusia yang berdosa dan berada di bawah hukuman Tuhan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Doktrin dosa waris telah menempatkan semua manusia, termasuk Yesus, sebagai orang terkutuk, orang hukuman, orang yang sejak lahirnya telah celaka, tidak berakal budi, orang yang tidak benar, orang durhaka, orang tidak berguna. Bagaimana mungkin Anda menyebut bayi suci yang baru lahir sebagai orang yang tidak benar dan durhaka kepada Tuhan? Doktrin ini tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Ini hanyalah sesuatu yang dikarang-karang oleh si jahat untuk menipu dan menyesatkan manusia. Si jahat yang suka merampas Injil dan memutarbalikkan firman Tuhan.</p>
<p>Doktrin ini, dengan begitu keji, telah menempatkan Adam sebagai orang yang begitu hina. Doktrin ini tidak melihat ketaatan Adam sama sekali. Doktrin ini hanya mengajarkan manusia untuk bernegatif thinking terhadap Adam dan semua manusia. Doktrin ini hanya melihat Adam dan semua manusia sebagai orang berdosa, durhaka, dsb. Doktrin ini sama sekali tidak menghargai betapa Adam telah menyesal dan bertobat. Doktrin ini sama sekali tidak menghargai betapa para nabi dan orang beriman telah merasakan penderitan dalam mentaati Tuhan. Doktrin ini membuat manusia lupa betapa Nuh telah rela dimusuhi bangsanya demi mengajarkan jalan lurus. Doktrin ini telah membuat manusia lupa betapa Abraham telah rela berhadapan dengan bapaknya dan kaumnya demi mengesakan Allah, dan telah rela mengorbankan anak kesayangannya, Ismael, demi memenuhi perintah Tuhan. Doktrin ini telah membuat manusia lupa betapa Musa telah rela berhadapan dengan Firaun demi mengikuti perintah Tuhan. Doktrin ini telah menutup mata manusia atas kesabaran Ayub dalam menghadapai pencobaan. Apakah itu semua perbuatan tidak benar? Apakah itu semua tidak berguna? Apakah itu semua perbuatan durhaka?</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri wahai Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. [QS. Al-Ahzab (33): 8]</p>
<p>Orang-orang yang berkata bahwa di dalam Adam tidak ada kebenaran dan setiap orang yang berada di dalam Adam adalah bersalah di hadapan Tuhan, sebenarnya mereka itulah anak-anak Iblis.</p>
<p>Iblislah bapamu, dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab dia adalah pendusta dan bapa segala dusta. [Yoh. 8:44]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=7&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/16/adam-dan-dosa-waris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YESUS SANG ADAM KEDUA</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/15/yesus-sang-adam-kedua/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/15/yesus-sang-adam-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 11:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/15/yesus-sang-adam-kedua/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam karena ia menginginkan satu bangsa yang akan memuliakan-Nya. Namun Adam telah memberontak terhadap Tuhan. Adam bukan saja berdosa melainkan ia telah melahirkan keturunan yang turut berdosa. Manusia yang seharusnya memiliki kehidupan Tuhan di dalam diri mereka, kini telah terpisah dari Tuhan karena dosa. Manusia yang seharusnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=8&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam karena ia menginginkan satu bangsa yang akan memuliakan-Nya. Namun Adam telah memberontak terhadap Tuhan. Adam bukan saja berdosa melainkan ia telah melahirkan keturunan yang turut berdosa. Manusia yang seharusnya memiliki kehidupan Tuhan di dalam diri mereka, kini telah terpisah dari Tuhan karena dosa. Manusia yang seharusnya memiliki sifat Tuhan kini telah menjadi orang berdosa yang mementingkan diri sendiri.<span id="more-8"></span></p>
<p>Sebenarnya manusia yang harus menguasai bumi tetapi sekarang telah menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Jadi, bagaimanakah umat manusia yang telah berdosa ini dapat memuliakan Tuhan dan menggenapi kehendak-Nya? Jawabannya adalah: Tidak dapat. Manusia pertama dari Tuhan telah gagal untuk memuliakan-Nya. Oleh sebab itulah, harus ada manusia kedua yang akan menjadi kepala dari suatu umat yang baru yang akan memuliakan Tuhan.</p>
<p>Tuhan masih menginginkan suatu umat manusia pilihan-Nya yang akan memuliakan Dia. Bagaimanakah Tuhan melakukannya? Tuhan akan melakukannya melalui seseorang yang lain! Oleh karena kebinasaan telah menimpa umat manusia melalui satu orang maka Tuhan menyediakan keselamatan bagi umat manusia yang berdosa ini melalui satu orang yaitu Kristus. Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8220;Jadi sama seperti ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang yang berdosa, demikianlah pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi benar.&#8221; Roma 5:19</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Sekali lagi kita melihat betapa doktrin dosa waris telah mengajarkan manusia untuk bernegatif thinking. Seakan tidak ada kebaikan pada diri Adam. Seakan Adam adalah pemberontak besar. Seakan Adam adalah sumber dosa yang membuat seluruh manusia menjadi celaka. Seakan Adam adalah hamba Setan. Seakan Adam adalah patut dimusuhi oleh manusia. Seakan Adam harus dikutuk. Sungguh doktrin yang tidak adil sama sekali. Sungguh doktrin yang berasal dari Setan. Setan selalu berusaha untuk menjelek-jelekkan Adam. Setan selalu menuduh Adam sebagai sebab kecelakaan. Setan selalu melaknat Adam. Setan selalu mengutuki Adam. Doktrin dosa waris adalah doktrin Setan.</p>
<p>Lalu Setan mengajak manusia untuk mengkultuskan Isa putera Maryam. Mengajak manusia untuk menyembahnya. Mengajak manusia untuk memuja dan memujinya. Begitulah Setan telah memutarbalikkan firman Tuhan. Begitulah Setan telah menebar dusta untuk menipu manusia dari jalan lurus.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Siapakah Manusia Kedua? Ia adalah Yesus Kristus. Berbeda dengan manusia pertama yang berasal dari debu tanah, Manusia Kedua ini berasal dari Sorga. Alkitab mengatakan:</p>
<p>“Manusia pertama berasal dari debu tanah, dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari Surga.” 1 Korintus 15:47</p>
<p>Tuhan mengasihi manusia dan ingin menyelamatkannya. Hal ini dilakukan-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang Tunggal ke dunia ini. Ia akan mati untuk menebus dosa manusia. Namun Ia akan bangkit kembali untuk menjadi Kepala bagi suatu bangsa yang baru yaitu anak-anak Tuhan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus Kristus telah membuka jalan bagi kita untuk keluar dari bangsa keturunan Adam yang berdosa dan menjadi anak-anak Tuhan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Benarkah Yesus manusia kedua? Bukankah Hawa adalah dilahirkan tanpa ibu? Kenapa dia tidak disebut sebagai manusia kedua? Mengenai jasad Adam, memang berasal dari debu, tetapi rohnya berasal dari Allah. Itulah sebabnya Adam dikatakan sebagai citra Allah. Dan jasad Yesus berasal dari Adam. 1 Korintus 15:47 adalah perkataan Setan yang suka menghina Adam. Dulu Setan juga berkata: “Aku lebih baik dibandingkan dengan apa yang Engkau ciptakan dari tanah itu.”</p>
<p>Ketika seseorang mengaku sebagai orang yang di dalam Yesus, berarti dia telah menyatakan dirinya di dalam Adam. Sebab Yesus adalah keturunan Adam. Jika seseorang membuka Injil Matius dari depan, maka akan ditemukanlah bahwa Yesus memang keturunan Adam. 1 Korintus 15:47 adalah benar-benar perkataan Setan.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Tritunggal:</strong><br />
Manusia kedua ini datang melalui inkarnasi. Apakah yang dimaksud dengan inkarnasi itu? Inkarnasi ialah Tuhan sendiri telah menjadi manusia. Betapa indahnya perkataan dalam ayat ini: &#8220;Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita&#8230;&#8230;.&#8221; Yohanes 1:1, 14</p>
<p>Ia yang menciptakan manusia itu, Dia sendiri telah menjadi Manusia. Ini adalah satu rahasia yang besar. Bahkan rahasia yang lebih besar adalah tentang cara bagaimana Tuhan menjadi manusia. Manusia pertama yaitu Adam diciptakan sebagai manusia yang telah dewasa tetapi Manusia Kedua yaitu Yesus Kristus memasuki alam semesta sebagai bayi yang kecil dan tak berdaya.</p>
<p>Tuhan Yesus lahir melalui seorang perawan. Ia tidak memiliki bapa manusia. Jadi, siapakah Bapa-Nya? Bapa-Nya adalah Allah sendiri! Maria, ibu-Nya bertunangan dengan Yusuf, namun sebelum mereka menikah, malaikat telah menampakkan dirinya kepada Maria dan berkata, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Tuhan Yang Maha tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang engkau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Tuhan.&#8221; Lukas 1:35</p>
<p>Malaikat itu juga menampakkan dirinya kepada Yusuf dan berkata: &#8220;Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.&#8221; Matius 1:20-21. Nama Yesus berarti &#8220;Juruselamat.&#8221;</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah (seorang manusia),” maka jadilah dia. [QS. Ali Imran: 55]</p>
<p>Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu apa pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. [Yohanes 1:1-5]</p>
<p>Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [QS. An-Nur (24): 35]</p>
<p>Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. [QS. Al-Maidah (5): 15]</p>
<p>1. Dia apabila berkehendak menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia Berfirman: “Jadilah” maka jadilah apa yang Dia kehendaki terjadi (bd. Kej. 1:3,6,9,11,14, 20,24,26). Sebagaimana Yesus diciptakan dengan FirmanNya: “Jadilah,” maka jadilah Yesus.</p>
<p>2. Pada mulanya Allah berkehendak dan berencana, dan rencana Allah itu bersama-sama dengan Allah, lalu Allah berfirman: &#8220;Jadilah.&#8221; Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dengan firman: &#8220;Jadilah.&#8221; Allah menjadikan cahaya, lalu dari cahaya itu, Allah jadikan segala ciptaan. Kalau bukan karena cahaya itu, tidaklah Allah jadikan segala sesuatu, termasuk juga Adam dan Yesus. Cahaya itu adalah kasih bagi alam semesta. Cahaya itu bersinar dalam kegelapan. Kegelapan pun kalah olehnya. Cahaya itu kemudian menjadi daging, itulah hamba-Nya yang pilihan, sang pesuruh yang dijanjikan. Namanya adalah Himada atau Ahmad atau Muhammad, artinya yang terpuji, dia itulah sang Messiah bagi alam semesta.</p>
<p>Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, apakah yang pertama kali Allah Ciptakan? Nabi menjawab, “Nur Nabimu.”</p>
<p>Dalam Hadits Qudsi juga ada dikatakan bahwa Allah Berfirman, “Kalau bukan karena kamu wahai Muhammad, tidaklah Aku ciptakan segala sesuatu.”</p>
<p>Dan dalam Injil Barnabas pasal 39 diceritakan tentang Nabi Adam setelah ditiupkan ruhnya ke dalam jasadnya yang berasal dari tanah sebagai berikut:</p>
<p>Adam, setelah meloncat ke atas di atas kaki-kakinya telah nampak di udara suatu tulisan bercahaya seperti surya, yang berbunyi, “Tiada Tuhan kecuali Allah, Muhammad adalah Pesuruh Allah.” Dalam pada itu Adam membuka mulutnya dan berkata, “Aku bersyukur padaMu, Ya Allah Tuhanku, bahwa engkau telah sudi menciptakan aku. Akan tetapi ceritakanlah kepadaku, aku mohon kepada Engkau, apa maksud amanat dari kat-kata ini, ‘Muhammad adalah Pesuruh Allah’ Sudah adakah di sana manusia-manusia lain sebelum aku?” Kemudian firman Allah, “Kamu akan bersyukur kembali, wahai hambaKu Adam. Aku ceritakan kepadamu bahwa engkau adalah manusia pertama yang telah Aku Ciptakan. Dan dia yang telah engkau lihat adalah anakmu, yang akan datang ke dalam dunia bertahun-tahun dari sekarang, dan akan menjadi PesuruhKu, karena dia Aku telah menciptakan seluruh alam, yang akan memberikan penerangan kepada dunia bila dia datang, yang Rohnya telah ditempatkan dalam suatu keindahan surga 60.000 tahun sebelum Aku menciptakan sesuatu.”</p>
<p>3. Allah tidaklah berinkarnasi menjadi manusia. Kalau Allah berinkarnasi menjadi manusia dan masuk ke dunia, mengapa masih ada Allah di sorga (Mat. 5:16)? Anda mungkin tahu siapa itu Semar. Ketika dia menjadi Semar, maka dia bukanlah dewa. Tetapi ketika dia menjadi dewa, maka para pandawa tidak dapat menemukan Semar di dunia ini. Akan tetapi ketika Yesus, yang katanya jelmaan Tuhan, berada di dunia, kenapa masih ada Tuhan di sorga? Jadi jelaslah bahwa Yesus bukanlah inkarnasi Tuhan.</p>
<p>4. Sangat penting bagi pelajar untuk mendalami Alkitab sampai kepada suatu pemahaman dasar logos, yang mana diterjemahkan sebagai “Firman” di dalam Yohanes 1:1. Kebanyakan Trinitarian percaya bahwa kata logos mengacu secara langsung kepada Yesus Kristus, maka di dalam kebanyakan versi Yohanes Logos ditulis dengan huruf besar dan diterjemahkan “Firman” (beberapa versi bahkan menulis “Yesus Kristus” di dalam Yohanes 1:1). Bagaimanapun, suatu studi kata Yunani Logos menunjukan bahwa kata itu digunakan lebih dari 300 kali di dalam Perjanjian Baru. Ketika suatu kata yang diulang lebih dari 300 kali, ditulis dengan huruf besar kurang dari 10 kali, itu adalah jelas nyata bahwa untuk menentukan kapan tidak dikapitalisasi dan kapan dikapitalisasi, penerjemah mengambil keputusan berdasar pada pemahaman Kitab Injil tertentu mereka.</p>
<p>Karena itu, Logos mempunyai cakupan makna yang luas. Satu adalah pikiran dan produk pikiran seperti “nalar,” (maka “logika” dihubungkan dengan logo); dan yang lain adalah ungkapan seperti “kata,” “perkataan,” “perintah”, dsb. Alkitab sendiri menunjukkan cakupan makna yang luas yang dipunyai logos, dan diantaranya yang diterjemahkan Kitab Injil adalah: tanggung-jawab, penampilan, buku/kitab, perintah, percakapan, kepandaian bicara, bujukan, keluhan, mendengar, instruksi, perihal, pesan, pendeta, berita, proposal, pertanyaan, alasan, layak, jawaban, laporan, aturan, desas-desus, berkata, mengatakan, menghukum, pembicara, pidato, cerita, menceritakan, pembicaraan, bicara, pengajaran, kesaksian, kata dan kata-kata.</p>
<p>Kamus-kamus Yunani yang bagus juga akan menunjukkan cakupan makna yang luas (kata-kata yang ditebalkan diterjemahkan dari logo):</p>
<p>&gt; perkataan; kata-kata yang kamu katakan (Rom. 15:18, “apa yang sudah aku <strong>katakan</strong> dan sudah kuperbuat”).</p>
<p>&gt; suatu statemen yang kamu buat (Luk. 20:20, “ mereka mungkin menjerat dia dalam beberapa <strong>statemen</strong>).</p>
<p>&gt; suatu pertanyaan (Matt. 21:24, “Aku akan juga meminta kamu satu <strong>pertanyaan</strong>”).</p>
<p>&gt; pengajaran (1 Tim. 5:17, “ terutama yang pekerjaannya memberi <strong>pengajaran </strong>dan mengajar).</p>
<p>&gt; perintah (Gal. 5:14, “keseluruhan hukum diringkas dalam <strong>perintah</strong> tunggal”).</p>
<p>&gt; peribahasa; (Yohanes 4:37, “ benarlah <strong>peribahasa</strong>, seseorang menabur, dan yang lain menuai’”).</p>
<p>&gt; pesan; instruksi; proklamasi ( Luk. 4:32, “<strong>pesannya</strong> penuh kuasa”).</p>
<p>&gt; pernyataan; deklarasi; pengajaran (Yohanes 6:60, “ini adalah suatu <strong>pengajaran</strong> yang sulit”).</p>
<p>&gt; pokok materi sedang dalam pembicaraan; perihal (Kis. 8:21, “kamu tidak punya bagian atau hak dalam <strong>kependetaan</strong> ini.”) (Kis. 15:6, “ Dan rasul&#8230; datang bersama-sama untuk membicarakan <strong>perihal</strong> ini”).</p>
<p>&gt; wahyu dari Tuhan (Mat. 15:6, “ kamu menghapuskan <strong>firman Tuhan</strong>”).</p>
<p>&gt; suatu perhitungan, suatu tanggung-jawab ( Mat. 12:36, “orang akan harus memberi <strong>tanggung-jawab</strong>” pada hari penghakiman).</p>
<p>&gt; suatu perhitungan atau “perihal” di dalam suatu rasa keuangan ( Mat. 18:23, Seorang raja yang ingin membuat “<strong>perhitungan</strong>” dengan para pelayannya. Filipi 4:15, “<strong>perihal</strong> memberi dan menerima”).</p>
<p>&gt; suatu alasan; alasan ( Kis. 10:29, “ Aku meminta <strong>alasan</strong> yang kamu sudah memanggil aku”).</p>
<p>Daftar di atas tidaklah menyeluruh, tetapi itu menunjukkan bahwa logo mempunyai cakupan makna yang luas. Dengan semua definisi dan cara logo diterjemahkan, bagaimana kita memutuskan makna yang mana dari logo yang dipilih untuk tiap ayat? Bagaimana menentukan makna logos yang mana yang di dalam Yohanes 1:1? Bagaimanapun, logo harus secara hati-hati dipelajari dalam konteksnya dalam rangka mendapatkan arti yang sesuai. Kita menyatakan bahwa logo di dalam Yohanes 1:1 tidak bisa menjadi Yesus. Tolong catat bahwa “Yesus Kristus” bukanlah suatu definisi logo berdasarkan kamus. Ayat ini tidak mengatakan, “Di dalam permulaan adalah Yesus.” “Firman” tidaklah bersinonim dengan Yesus, atau bahkan “Mesias.” Kata Logo di dalam Yohanes 1:1 mengacu pada Karya Allah, maksud dan rencana. Logo mengacu pada ekspresi diri Allah, atau komunikasi, tentang Dirinya. Ini telah terjadi melalui ciptaan-Nya (Rom. 1:19 dan 20). Logo telah hadir lewat kata yang dikatakan para nabi dan melalui Kitab injil, Firman yang tertulis.</p>
<p>Sebagaimana di dalam Alquran:<br />
&gt; Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) <strong>kalima</strong>t-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, [4:171]</p>
<p>&gt; (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: &#8220;Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan <strong>kalimat</strong> (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), [3:45]</p>
<p>&gt; Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): &#8220;Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan <strong>kalimat</strong> (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.&#8221; [3:39]</p>
<p>&gt; Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa <strong>kalimat</strong> (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia&#8221;. Ibrahim berkata: &#8220;(Dan saya mohon juga) dari keturunanku&#8221;. Allah berfirman: &#8220;Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim&#8221;.[2:124]<br />
Kalimat atau logos dalam ayat di atas diartikan sebagai perintah dan larangan (Ten Commandment)</p>
<p>&gt; Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu <strong>kalimat</strong> (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &#8220;Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)&#8221;.[3:64]<br />
Kalimat/Logos dalam ayat di atas diartikan ketetapan/ajaran, yaitu mengenai hukum yang utama.</p>
<p>&gt; Kemudian Adam menerima beberapa <strong>kalimat</strong>dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. [2.37]<br />
Kalimat atau logos dalam ayat di atas oleh Alquran terjemah terbitan Departemen Agama RI dijelaskan sebagai ajaran.</p>
<p>Kalimat atau Logos diartikan sebagai suatu perintah atau larangan, perintah Tuhan dalam Mencipta. Coba perhatikan ayat-ayat Alquran berikut ini:<br />
&gt; Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: &#8220;Jadilah kamu kera yang hina&#8221;. [2:65]<br />
‘Jadilah’ merupakan Logos/Kalimat Allah ketika Allah Berkehendak untuk mencipta sesuatu.</p>
<p>&gt; Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221;. Lalu jadilah ia. [2:117]</p>
<p>&gt; Maryam berkata: &#8220;Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.&#8221; Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): &#8220;Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221;, lalu jadilah dia. [3:47]<br />
Allah Menciptakan Yesus dengan kalimat/firman/logos: “Kun” yang berarti jadilah. Maka jadilah Yesus. Jadi bukan berarti bahwa Yesus itu Allah. Jadi penafsiran orang Kristen mengenai ‘Yesus adalah Kalimatullah’ atau ‘Yesus adalah Logos’ adalah keliru. Yesus, Adam, dan segala sesuatu itu Allah ciptakan dengan kalimat/firman/logos: “Kun”</p>
<p>&gt; Telah sempurnalah <strong>kalimat</strong> Tuhanmu (Al Qur&#8217;an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah <strong>kalimat</strong>-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[6:115]<br />
Kalimat/Logos diartikan sebagai Alquran dalam ayat di atas. Jadi Alquran dalam keyakinan orang Islam ada dua, yaitu Al-Qur`an yang Qodim; kemudian yang kedua yaitu Al-Qur`an yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAAW, yang merupakan ungkapan Tuhan berupa kitab agar manusia mengenal Dia, maka Al-Qur`an inilah yang kelak akan membela orang-orang yang membacanya dengan keimanan, yaitu ketika di Hari Pengadilan. Dan ayat ini adalah jaminan akan kesucian Al-Qur`an dari pengubahan atasnya.</p>
<p>&gt; Dan telah sempurnalah <strong>kalimat</strong>Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. [7:137]<br />
Kalimat/Logos dalam ayat di atas diartikan sebagai janji atau ketetapan Allah. Allah telah menyempurnakan kalimat-Nya, maksudnya Allah telah menunaikan janji-Nya, Dia telah mewujudkan ketetapan-Nya.</p>
<p>&gt; Sesungguhnya mereka telah mengucapkan kalimat kekafiran, [9:74]<br />
Kalimat/Logos dalam ayat di atas diartikan sebagai perkataan.</p>
<p>&gt; Demikianlah telah tetap <strong>kalimat</strong>Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman. [10:33]<br />
Kalimat/Logos dalam ayat di atas diartikan sebagai hukuman.</p>
<p>Dan masih banyak lagi di dalam Alquran, antara lain: 10:96; 11:110,119; 14:24,26; 18:5,27,109; 20:129; 23:100; 31:27; 37:171; 39:19,71; 40:6; 41:45; 42:14,21,24; 43:28; 48:26; 66:12.</p>
<p>Kata Logo, menandakan “nalar” dan “perkataan,” adalah suatu istilah filosofis yang diadopsi oleh Judaism Alexandrian sebelum St. Paul menulis. Kata itu mencakup semua gaya agar Tuhan menjadikan Dirinya dikenal manusia. Sebagai penjelasannya, itu menandakan tujuan-Nya atau disain-Nya; sebagai Firman-Nya, itu menyiratkan wahyu-Nya. Para guru Kristen, ketika mereka mengadopsi istilah ini, mengagungkan dan menetapkan; memperbaiki maksudnya dengan memasang kepada dua gagasan terbatas: (1) “Firman adalah seorang pribadi Ilahi,” (2) “Firman menjelma menjadi Yesus Kristus.” Itu adalah jelas nyata bahwa dua dalil ini telah mengubah secara material arti dari semua terminologi bawahan yang dihubungkan dengan gagasan untuk logos.</p>
<p>Adalah penting untuk dicatat bahwa “Para guru Kristen” itulah yang memasang gagasan “seorang ilahi” kepada kata logo. Ketika kata logo menjadi dipahami sebagai Yesus Kristus, pemahaman Yohanes 1:1 pada hakekatnya <strong>telah diubah</strong>. Maksud awal dari logo adalah ‘nalar’ dan ‘perkataan’, bukan “Yesus Kristus.”</p>
<p>Tidak ada kata di dalam Bahasa Inggris yang sepadan dengan kata Logo Yunani itu, seperti digunakan di sini [di dalam Yohanes 1:1]. Kata tersebut telah digunakan untuk mengisyaratkan suatu gaya konsepsi mengenai Dewata, umum dikenal pada ketika St. Yohanes menulis dan dengan intim mencampur dengan filosofi dari zamannya. Begitu asing dari kebiasaan berpikir kita hingga tidak mudah bagi kita untuk menyesuaikan pikiran kita kepada pengertiannya. Kata Logo Yunani, di dalam salah satu dari pikiran utamanya, menjawab hampir kepada kata kami: Reason. Logo Tuhan telah dihormati, bukan dalam pengertian paling kerasnya, hanya sebagai Reason of Allah; tetapi, di bawah aspek tertentu, sebagai Kebijaksanaan Tuhan.</p>
<p>Barangkali “kuasa Tuhan” akan menjadi suatu terjemahan baik untuk logo. Atau mungkin “rencana,” “tujuan” atau “ janji”. Mungkin juga “pemikiran, rencana atau tujuan Tuhan, yang terutama sekali dalam perang.” Banyak sarjana mengidentifikasi logo dengan kebijaksanaan Allah dan reason/akal/nalar.</p>
<p>Logo adalah ungkapan Tuhan, dan adalah Komunikasi Dirinya, sama halnya sebuah “kata” adalah suatu ungkapan yang keluar dari pemikiran seseorang. Ungkapan Tuhan yang keluar ini sekarang telah terjadi melalui Hamba-Nya, dan dengan begitu, maka dengan sempurna dapat dimengerti mengapa Yesus disebut “Firman.” Yesus adalah suatu ungkapan yang keluar dari kebijaksanaan, tujuan dan rencana Allah. Karena alasan yang sama, kita sebut wahyu sebagai “suatu kata dari Tuhan” dan Al-Qur`an adalah “Firman Allah.”</p>
<p>Jika kita memahami bahwa logo adalah ungkapan Tuhan —rencana, maksud, penjelasan dan kebijaksanaan Tuhan- maka telah jelas bahwa itu semua tentu saja bersamaNya “di dalam permulaan.” Kitab injil mengatakan bahwa kebijaksanaan Allah adalah “dari awal” (Ams. 8:23). Itu adalah penulisan Ibrani yang sangat umum untuk mewujudkan suatu konsep seperti kebijaksanaan. Tidak ada Yahudi masa lampau yang membaca Amsal akan berpikir bahwa kebijaksanaan Tuhan adalah suatu yang terpisah, itu dilukiskan seperti satu ayat seperti Amsal 8:29 dan 30: “… ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku (kebijaksanaan) adalah kesayangan di sisiNya.”</p>
<p>Jika Anda seorang musisi, maka Anda mengungkapkan diri Anda dengan musik, sehingga orang mengerti siapa Anda sebenarnya dan apa yang sedang Anda rasakan.</p>
<p>Jika Anda seorang pujangga, mungkin Anda akan mengekspresikan diri Anda melalui puisi.</p>
<p>Jika Anda seorang pematung, mungkin Anda akan mengekspresikan diri Anda melalui pahatan dan patung.</p>
<p>Dan Allah Yang Mahakuasa mengekspresikan dirinya melalui alam semesta, Kitab-Kitab-Nya, para nabi, termasuk Nabi Isa (Yesus) dan Nabi Muhammad saaw. Itulah sebabnya Nabi Muhammad saaw melarang kita untuk memikirkan bagaimana Allah itu, tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya yang membentang dari ujung ke ujung.</p>
<p>“&#8230;langit menceritakan kemuliaan Tuhan dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” [Mazmur 19:1]</p>
<p>Pernah juga Nabi Isa (Yesus) dan Nabi Muhammad ditanya oleh masing-masing shahabatnya, “Wahai nabi bagaimankah Allah itu?” Maka baik Nabi Isa (Yesus) as maupun Nabi Muhammad saaw menjawab, “Bukankah engkau telah melihat aku? Jika engkau telah melihat aku, maka engkau telah melihat Allah.” (Yohanes 14:9) Apakah Nabi Isa dan Nabi Muhammad saaw sedang mengklaim dirinya sebagai Tuhan? Tentu tidak, tetapi sebagai ekspresi, firman, kalimah, ayat, atau logos Tuhan.</p>
<p>5. Benarkah Yesus adalah anak Allah secara harfiah? Tentu saja tidak. Anak berarti hamba. Bapa berarti Tuhan. Anak-anak Tuhan berarti hamba-hamba Tuhan. Anak tunggal Tuhan berarti hamba Tuhan yang terpilih, yang sangat disayangi, anak semata-wayang. Anak sulung Tuhan berarti hamba Tuhan yang pertama kali beriman di zamannya.</p>
<p>BERBAHAGIALAH SEGALA ORANG YANG MENDAMAIKAN ORANG, KARENA MEREKA ITU AKAN DISEBUT <strong>ANAK-ANAK ALLAH</strong>. [Matius 5:9]<br />
KATA YESUS: “… AKU AKAN PERGI KEPADA <strong>BAPAKU DAN BAPAMU</strong>, KEPADA ALLAHKU DAN ALLAHMU.” [Yohanes 20:17]<br />
Nyatalah bahwa Yesus dan para pengikutnya adalah ‘anak-anak Tuhan’. Yesus adalah anak Tuhan sebagaimana para pengikutnya adalah anak-anak Tuhan. Yesus dan para pengikutnya mempunyai Bapa dan Allah yang sama.</p>
<p>KAMU MENJADI <strong>ANAK-ANAK BAPAMU YANG DI SORGA</strong> [Mat. 5:45]</p>
<p>ISRAEL ADALAH ANAKKU, <strong>ANAKKU YANG SULUNG</strong>. [Keluaran 4:22]</p>
<p>AKU TELAH MENJADI BAPA ISRAEL; DAN AFRAIM ADALAH <strong>ANAK SULUNGKU</strong>. [Yeremia 31:9]<br />
INILAH <strong>ANAKKU YANG KUKASIHI</strong>, KEPADANYALAH AKU <strong>BERKENAN</strong>. [Matius 3:17]</p>
<p>AKU DIDALAM MEREKA DAN ENGKAU DIDALAM AKU SUPAYA MEREKA SEMPURNA MENJADI SATU, AGAR DUNIA TAHU, BAHWA <strong>ENGKAU YANG MENGUTUS AKU</strong> DAN BAHWA ENGKAU MENGASIHI MEREKA, <strong>SAMA SEPERTI ENGKAU MENGASIHI AKU</strong>. [Yohanes 17:23]<br />
Yesus menyertai para pengikutnya dan Allah menyertai Yesus dan para pengikutnya. Yesus adalah utusan Allah. Allah mengasihi para pengikut Yesus sebagaimana Allah mengasihi Yesus. Yesus dan para pengikutnya adalah anak-anak Tuhan, mereka dikasihi Tuhan sebagai anak-anak Tuhan.</p>
<p>Penggunaan istilah anak tunggal ini juga dapat dilihat pada Tobit 8:17: “Terpujilah Engkau, karena kedua anak tunggal itu telah Kaukasihani. Berilah mereka, ya Tuhan, belas kasihan dan perlindungan, dan biarlah mereka meneruskan hidup mereka dengan senang dan belas kasihan!” Jika benar tunggal, mengapa ada dua? Jadi jelas bahwa tunggal di sini hanyalah istilah.</p>
<p>Bahkan dalam Terjemahan Lama, Yohanes 1:14 itu berbunyi: “Maka Firman itu telah menjadi manusia serta tinggal di antara kita (dan kami sudah memandang kemuliaan-Nya, seperti kemuliaan Anak yang tunggal yang daripada Bapa), penuh dengan anugerah dan kebenaran.”</p>
<p>Dengan Yesus di dalam para murid dan para murid di dalam Yesus, dan Allah mengasihi para murid Yesus sebagaimana Allah menyayangi Yesus, seharusnya para murid Yesus juga menjadi anak-anak pilihan, yang Allah berkenan kepada mereka (radhiyallahu ‘anhum = keridhoan/perkenanan/kerelaan Allah atas mereka). Maka para murid utama Yesus juga anak-anak tunggal Allah. Mereka adalah mu`min sejati.</p>
<p>Katakanlah: &#8220;Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?&#8221; Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.&#8221; [QS. Al-An’am (6): 14]</p>
<p>(Ibrahim berkata:) “Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)&#8221;. [QS. Al-An’am (6): 163]</p>
<p>Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: &#8220;Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau&#8221;. Tuhan berfirman: &#8220;Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku&#8221;. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: &#8220;Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman&#8221;. [QS. Al-A’raf: 143]</p>
<p>Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman. [QS. Asy-Syu’ara` (26): 51]</p>
<p>Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri. [QS. Az-Zumar (39): 12]</p>
<p>Begitulah anak sulung Allah, hamba yang pertama-tama berserah diri dan beriman kepada Allah di zamannya masing-masing. Tidak ada bukti bahwa Allah mempunyai anak secara harfiah. Jika Allah memang mempunyai anak secara harfiah, maka aku adalah orang pertama yang akan memulyakan dan menyembahnya. Mahasuci Allah dari mempunyai anak. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan.</p>
<p>Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Mahapemurah mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).” Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya `Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu. [QS. Az-Zukhruf (43): 81-82]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Manusia pertama, yaitu Adam, telah dicobai Iblis. Manusia yang kedua, yaitu Yesus, juga dicobai oleh Iblis. Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8220;Maka Yesus di bawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis.&#8221; Matius 4:1.</p>
<p>Mengapa Setan mencobai Yesus? Tujuan pencobaannya adalah supaya Yesus tidak mentaati Tuhan. Tiga kali Setan mencobai Yesus agar bertindak mengikut kehendak-Nya sendiri. Tiga kali juga Yesus menolak untuk berbuat demikian. Setan dikalahkan. Manusia pertama yaitu Adam, telah dikalahkan oleh Setan karena ia tidak mentaati Tuhan. Namun Manusia kedua yaitu Yesus Kristus beroleh kemenangan atas Setan karena Ia mentaati Tuhan. Tuhan Yesus juga menghadapi banyak pencobaan lain dalam kehidupan-Nya dan beroleh kemenangan karena Ia rela dan senang melakukan kehendak Bapa-Nya. Alkitab mengatakan, &#8220;Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.&#8221; Ibrani 5:8. Oleh karena Ia telah belajar mentaati Bapa-Nya di dalam segala perkara, maka Ia siap menghadapi pencobaan yang terakhir dan terbesar yaitu di kayu salib.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa Iblis berani mencobainya? Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia harus mentaati Tuhan? Tuhan mentaati Tuhan? Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa Iblis berusaha menjauhkan Yesus dari Tuhan? Iblis berusaha menjauhkan Tuhan dari Tuhan? Jika Yesus adalah Tuhan, apakah salah jika dia mengikuti kehendaknya sendiri?</p>
<p>Jika Yesus tidak punya otoritas dari dirinya sendiri, maka dia bukan Tuhan. Jika dia harus mengikuti kehendak Tuhan, berarti dia bukan Tuhan. Jika dia mentaati Tuhan, maka dia bukan Tuhan. Jika kekuasaannya bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Tuhan (Mat. 9:8; 28:18; 21:23-27; Mark. 11:27-33; Luk. 20:1-8; Yoh. 14:10), maka dia bukanlah Tuhan. Yesus hanyalah manusia yang dilimpahi keberkahan, mujizat, dan kekuatan. Yesus hanyalah alat Allah. Sebagaimana alam semesta adalah tanda akan kemulyaan dan kekuasaan Allah, begitu pula Yesus adalah tanda akan kemulyaan dan kekuasaan Allah. Allah, jika Dia berkehendak, cukuplah berkata: “Jadilah.” Allah telah menggerakkan Yesus dan menyelamatkannya dari pencobaan, hingga dia beroleh kemenangan. Puji syukur itu hanya bagi Allah, bukan kepada Yesus kita bersyukur. Yesus tidak punya kuasa dari dirinya sendiri. Tuhanlah yang menguasai dan menggerakkan Yesus. Yesus hanyalah alat Allah.</p>
<p>Syukur kepada Allah, yang memberi kami kemenangan melalui Yesus. [1 Korintus 15:57]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Di Taman Getsemani, pada saat Ia merenungkan tentang bagaimana Ia akan menanggung dosa karena kita, Tuhan Yesus berlutut dan berdoa: &#8220;Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku,&#8230;..&#8221; Ini menunjukkan bahwa penderitaan yang akan Ia tanggung sangatlah besar. Namun demikian, Ia tetap taat kepada kehendak Bapa-Nya dan Ia berdoa: &#8220;&#8230;.tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.&#8221; Mat. 26:39</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Rupanya Yesus tidak mau disalib untuk alasan apa pun, termasuk untuk menanggung dosa Israel. Dia minta diselamatkan dari penyaliban. Adapun cara penyelamatannya adalah terserah Allah, sebab Allah lebih tahu dari pada Yesus. Maka Yesus menyerahkan cara penyelamatan dirinya kepada Allah. Dan Allah pun menyelamatkan Yesus dengan cara yang dikehendaki-Nya, bukan yang dikehendaki dan difikirkan Yesus. Hal ini terlihat dari doa Yesus. Ya, Yesus berdoa memohon kepada Tuhan. Tuhan memohon kepada Tuhan? Tentu saja ini menunjukkan, bahwa Yesus ternyata hanyalah manusia, bukan Tuhan atau pun seorang ilahi atau pun Manusia-Tuhan.</p>
<p>Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan aku. [Matius 26:38]</p>
<p>Ayat ini menunjukkan bagaimana Yesus tidak mau disalib dan menyuruh murid-muridnya agar melindungi dia dari pasukan yang mau menangkapnya. Bahkan Yesus menyuruh nurid-muridnya untuk membeli pedang (Lukas 22: 36)</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Tuhan Yesus dibawa ke pengadilan di hadapan Pilatus, gubernur Romawi. Di sana jubah-Nya ditanggalkan dan Ia dipukuli dengan cemeti yang pada ujungnya ada benda tajam dari besi atau tulang yang dapat merobek kulit badan. Ia diejek dan diludahi. Pada wajah-Nya terdapat bekas-bekas siksaan dahsyat. Sebuah mahkota duri telah dikenakan di atas kepala-Nya. Kemudian Ia disuruh memikul kayu salib ke Kalvari, tempat Ia akan disalibkan. Di Kalvari, Setan berusaha sedapat mungkin agar Yesus melakukan sesuatu yang akan menyebabkan Ia gagal menjadi seorang Juruselamat yang sempurna. Namun, dalam segala hal yang dilakukan oleh Setan itu terbukti Ia tetap mengasihi dan taat kepada Tuhan dengan segenap hati-Nya. Ia terus berserah kepada Bapa-Nya dan terus mengasihi manusia. Ia menolak menyesali Diri-Nya. Ia tidak berusaha menyelamatkan Diri-Nya. Ia taat disiksa di atas kayu salib bahkan sampai mati.</p>
<p>Pada akhir hidup-Nya, Manusia kedua dari Tuhan ini dapat berkata: &#8220;Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya.&#8221; Yohanes 17:4</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Benarkah yang ditangkap itu adalah Yesus? Atau justeru Yudas Iskariot? Coba perhatikan lagi ayat-ayat mengenai pengadilan, penyaliban, dan riwayat Yudas setelah penyaliban. Dongeng mengenai dosa waris, penyelamatan dengan penyaliban, itu semua adalah palsu. Coba lihat ringkasan kisah dalam Alkitab dari sebelum Yesus, hingga matinya Yudas berikut ini:</p>
<p>Bangsa Yahudi, sejak wafatnya Musa, terus dijajah oleh bangsa lain. Diantara yang pernah menaklukan Israel adalah Raja Sargon I dari Asyiria (722 SM), Nebukadnezar dari Babilonia (586 SM), Cyrus (Koresh) dari Persia (538 SM), Alexander dari Macedonia (332 SM), Imperium Romawi (63 SM).</p>
<p>Penindasan bangsa asing selama berabad-abad dan silih berganti menyebabkan dendam yang mendalam. Pada masa ‘pengasingan Babilonia’, bangsa Yahudi pun menuliskan kembali Torat Musa setelah hilangnya Torat Musa yang asli. Maka ditulislah Torat berdasarkan hafalan para imam dan juga berdasarkan dendam mereka. Mereka menghapuskan beberapa kisah penjajahan terhadap bangsa Yahudi untuk menghapus aib. Dan mereka masukkan kisah heroik raja-raja Yahudi yang fiktif. Dan mereka masukkan cerita bahwa Yahweh berjanji akan membalas perlakuan bangsa gentile yang telah menindas Yahudi.</p>
<p>Bangsa Yahudi terpecah menjadi 3 golongan:<br />
1. Golongan yang mengharapkan datangnya seorang Musa baru beserta pendampingnya, yang akan menghantam bangsa penjajah dan menghidupkan kembali ajaran Yahweh. Seorang yang diharapkan kedatangannya itulah yang disebut Messiah. Mungkin inilah golongan Farisi yang mengharapkan datangnya Raja Yahudi. (Mat. 2:1-2)</p>
<p>2. Golongan yang melakukan kebaktian setiap matahari terbit, dalam rangka menjilat Romawi penyembah dewa matahari. Mungkin inilah golongan Saduki yang juga dicela oleh Yesus (Mat. 6:5)</p>
<p>3. Golongan yang mengasingkan diri ke daerah gersang sebagai tempat hidup dan beribadah sesuai ajaran Torat Musa, serta mempersiapkan diri menjadi gerilyawan melawan bangsa penjajah. Tentara Romawi selalu gagal menemukan persembunyian mereka. Jumlah kader mereka bertambah melalui sejumlah besar yang tertarik pada sikap hidup mereka yang zuhud (ascetic). Golongan ini disebut Esenes. Mungkin Yesus adalah termasuk anggota Esenes. Sebab Yesus selalu mencela orang Farisi dan Saduki, tetapi dia tidak pernah menyebut-nyebut soal Esenes. Sebab memang dia harus merahasiakan identitasnya sebagai anggota Esenes.</p>
<p>Yohanes Pembaptis juga diduga sebagai anggota Esenes. Diceritakan dalam Mat. 3:4 bahwa pakaian Yohanes terbuat dari bulu unta, dan ikat pinggangnya dari kulit, dan makannya belalang dan air madu hutan. Ketika remaja, keluarlah Yohanes dari pemukiman Esenes. Dia mengajak orang banyak untuk mengikuti jejaknya. Dia membaptis banyak orang di tempat terbuka. Sehingga akhirnya Romawi menangkap dan membunuhnya. Adapun Yesus lebih berhati-hati. Banyak mujizat yang ia tampakkan. Akan tetapi dia selalu berpesan agar mujizat itu tidak disiarkan agar jangan diketahui Roma. Tetapi ketika dia dan para zealot telah siap, mereka melakukan ‘pembersihan’ terhadap Bait Allah (Yoh. 2:14-15). Yesus dan pasukannya berhasil menguasai Bait. Romawi mengalami kekalahan lokal, tetapi kekuatan utama mereka tidak hancur. Akhirnya pasukan Roma dikerahkan untuk melawan pasukan Yesus.</p>
<p>Pada akhirnya terbukti bahwa pasukan Romawi selalu kuat bagi para pejuang. Pengikut Yesus porak-poranda. Yesus bersembunyi bersama para murid utama. Tentara Romawi mengadakan pencarian secara intensif untuk menemukannya.</p>
<p>Yudas Iscariot, seorang murid Yesus, terbujuk oleh janji hadiah 30 keping perak bagi siapa saja yang dapat menunjukkan tempat persembunyian Yesus.</p>
<p>Maka pada malam hari, tentara Romawi dikerahkan untuk menangkap Yesus. Dikisahkan bahwa Yudas akan memberi kode, yaitu siapa yang keningnya dicium (Mat. 26:48), maka itulah Yesus. Akan tetapi skenario ini ternyata salah langkah. Sebab yang terjadi adalah ada dua orang Yahudi yang terlihat berpelukan dalam kegelapan. Sehingga terjadi salah tangkap.</p>
<p>Keraguan akan siapa yag ditangkap juga terlihat dalam pengadilan. Hal ini bisa dilihat dari Lukas 22:67-23:25.</p>
<p>Kita semua tahu bahwa murid Yesus kemudian membantah bahwa mereka mengenal siapa yang telah ditangkap. Mereka seakan tidak mau disebut sebagai murid dari yang ditangkap itu. Para murid seakan tidak membela orang yang ditangkap itu.</p>
<p>Dan orang yang ditangkap pun seakan menolak tuduhan orang-orang yang mengadili. Dia berkata bahwa Anak Manusia yang sebenarnya sudah terangkat ke langit dan berada di sisi Tuhan. Akan tetapi para imam tidak percaya dan tetap memaksa dia untuk mengaku bahwa dia mengklaim dirinya sebagai Anak Allah. Lalu dia berkata, “Itu adalah katamu, bukan kataku. Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah anak Allah. Kamulah yang mengatakan bahwa aku ini anak Allah. Seperti yang aku katakan: kalian tidak akan percaya walau aku katakan yang sebenarnya, yaitu bahwa Anak Manusia telah terangkat ke langit.”</p>
<p>Maka orang itu dihadapkan kepada Pilatus dan menuduhnya sebagai raja Yahudi yang ingin memberontak kepada Roma.</p>
<p>Akan tetapi orang itu menolak tuduhan itu dengan berkata, “Itu ‘kan katamu.” Maka Pilatus pun melepaskan dia, sebab terbukti bahwa dia bukanlah orang yang sedang dicarinya.</p>
<p>Tetapi para imam tetap mendesak agar menghukum dia. Mungkin para imam juga sadar bahwa yang ditangkap itu memang bukan Yesus. Akan tetapi merekalah yang telah berkomplot untuk membunuh Yesus. Mereka tidak ingin Yudas membocorkan rencana mereka kepada para murid Yesus. Sebab para imam tidak ingin para murid Yesus melakukan pembalasan kepada mereka.</p>
<p>Maka disaliblah orang itu. Dan dia mati dengan menyebut nama Allah. Lalu untuk meyakinkan, tentara Roma menusukkan tombak ke lambung orang itu (Yoh. 19:34). Orang itu pun dikubur (Yoh. 19:38-42). Akan tetapi kemudian para imam mencuri mayatnya. Para imam juga mengambil uang Yudas yang 30 keping itu dan membeli sebidang tanah. Lalu mereka meletakkan mayatnya tertelungkup di sebidang tanah itu, yang kemudian disebut dengan Tanah Darah, dan semua isi perutnya keluar dari bekas luka tombak (Kis. 1:18-19). Kemudian tanah itu digunakan untuk pemakaman orang gentile (ghayim/non-Yahudi).</p>
<p>Injil Matius 27:3-8 menyebutkan bahwa Yudas mati gantung diri. Ini tidak benar sama sekali. Jika dia mati gantung diri, lalu dari mana luka di perut itu di dapatkan, dan bagaimana ia bisa sampai ke Tanah Darah? Sedangkan menurut Injil Matius, tanah darah itu dibeli oleh para imam setelah Yudas gantung diri.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Tubuh Yesus Kristus yang hidup selama tiga puluh tahun di bumi ini diturunkan dari kayu salib dan dibaluti dengan kain lenan. Jenasah-Nya diletakkan di dalam kuburan seorang yang kaya. Selama tiga hari dan tiga malam, tubuhnya terbaring di liang kubur tersebut. Kemudian, sesuatu yang ajaib terjadi. Yesus bangkit dari kematian-Nya oleh kuasa-Nya yang ajaib.</p>
<p>Manusia kedua dari Tuhan ini telah taat kepada Bapa-Nya di dalam segala perkara. Kematian tidak dapat menguasai-Nya. Ia bangkit dari kubur dan menjadi pemenang atas dosa, kematian dan Setan selama-lamanya. Tuhan Yesus telah menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya dan bekas luka tusukan tombak di rusuk-Nya.</p>
<p>Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah alam semesta ini. Salib Yesus Kristus adalah rencana utama Tuhan dalam menyelesaikan persoalan umat manusia yang berdosa, setan dan para pengikutnya yang memberontak.</p>
<p>Ketika Kristus mati di salib, Setan berpikir bahwa ia telah beroleh kemenangan. Namun perkiraannya itu keliru. Salib yang menjadi andalan Setan untuk menghabiskan Tuhan Yesus akhirnya menjadi bumerang baginya. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan telah membinasakan pekerjaan-pekerjaan Setan dan melepaskan semua yang telah diperhambanya. Alkitab mengatakan, &#8220;Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya, Ia memusnahkan yaitu Iblis yang berkuasa atas maut supaya dengan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada di dalam perhambaan oleh karena takut akan maut. Ibrani 2:14-15</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Yesus belum mati, lalu bagaimana pula dia bisa bangkit? Lagi pula orang Kristen terlalu melebh-lebihkan hal ini. Apakah kebangkitan seseorang dari mati telah menjadikan dirinya sebagai Tuhan?</p>
<p>Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri. [2 Raj. 13:21]</p>
<p>TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali. [1 Raj. 17:22]</p>
<p>Apakah orang yang bangkit itu menjadi Tuhan? Apakah Elisa menjadi Tuhan? Apakah Elia dan orang yang dibangkitkan itu menjadi Tuhan?Tentu saja tidak, sebab kebangkitan itu adalah dengan kuasa Bapa yang di sorga. Elisa dan Yesus tidak pernah bisa bangkit dan membangkitkan orang mati, kecuali dengan kuasa ALLAH.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Allah Bapa tidak hanya menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan atas segala sesuatu tetapi juga menjadikan-Nya Kepala bagi suatu keluarga yang baru. Keluarga yang baru ini adalah &#8220;anak-anak Allah.&#8221; Sekarang ada dua jenis keluarga di dunia ini. Masing-masing keluarga ini mempunyai kepala keluarga. Adam adalah kepala bagi keluarga yang berdosa yang adalah keturunannya dan Yesus Kristus adalah Kepala dari keluarga yang baru &#8220;keluarga anak-anak Allah.&#8221; Masing-masing kita, ketika dilahirkan ke dunia ini, menjadi anggota umat keturunan Adam yang berdosa. Namun sekarang, melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Ia telah membuka jalan bagi kita untuk dilahirkan kembali secara rohani dan menjadi anak-anak Tuhan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Lihatlah bagaimana Trinitarian menjadikan Yesus sebagai Tuhan, bapa orang-orang beriman. Dan menjadikan Adam sebagai Setan, bapa orang-orang berdosa. Sekali lagi kami katakan bahwa hal ini adalah lahir dari kebencian Setan kepada Adam. Orang-orang yang menyebut Adam sebagai bapa dari orang-orang ingkar dan bapa orang-orang berdosa, mereka itulah anak-anak Setan. Orang-orang yang berkata bahwa di dalam Adam tidak ada kebenaran, sebenarnya mereka adalah anak-anak Iblis.</p>
<p>Iblislah bapamu, dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab <strong>di dalam dia tidak ada kebenaran</strong>. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab dia adalah pendusta dan bapa segala dusta. [Yoh. 8:44]</p>
<p>Sebenarnya kami kurang setuju dengan kata-kata Irenaeus mengenai ‘Yesus, Adam Terakhir’. Sebab kata-katanya mengandung pengertian bahwa Yesus itu adalah Juruselamat bagi alam semesta. Padahal Yesus diutus hanya bagi domba-domba Israel. Dan dalam kata-katanya itu mengandung juga pengertian bahwa dia percaya akan konsep dosa waris yang tentu saja tidak kami imani. Tetapi mari kita cermati kata-katanya mengenai: “Yesus, Adam Terakhir.”</p>
<p>Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221; (seorang manusia), maka jadilah dia. [QS. Ali Imran (3): 59]</p>
<p>Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. [1Timotius 2: 5-6]</p>
<p>Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. [1 Korintus 15:22]</p>
<p>Seperti ada tertulis: &#8220;Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup&#8221;, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. [1 Korintus 15:45]</p>
<p>Dalam konsep dosa waris, manusia telah menanggung dosa karena Adam sebagai MANUSIA yang pertama telah berbuat pelanggaran. Maka untuk menebusnya diperlukan tebusan yang sesuai yaitu manusia sempurna juga, bukan Allah. Jika Yesus itu Allah, maka Bapa telah menuntut harga yang terlalu tinggi, dan ini bertentangan dengan sifat adil-Nya. Untuk itu, penebusan itu haruslah dibayar oleh MANUSIA juga, MANUSIA seperti halnya Adam. Maka jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah, tetapi manusia seperti halnya Adam, manusia sempurna yang katanya “lebih rendah daripada malaikat-malaikat.” (Ibrani 2:9)</p>
<p>Bagaimana mungkin suatu bagian dari Keilahian dapat lebih rendah daripada para malaikat?</p>
<p>Jika benar Yesus setara dengan Bapa, dan Yesus lebih rendah dari para malaikat, maka Bapa juga lebih rendah daripada para malaikat. Jika Bapa lebih besar dari Yesus, maka jelaslah bahwa Yesus tidak setara dengan Bapa, dan Yesus jelas bukan Allah. Sesuatu yang tidak setara dengan Allah, maka dia bukan Allah. Tidak ada yang setara dengan Allah.</p>
<p>Dan tidak ada manusia yang setara dengan Allah. Manusia hanyalah ciptaan Allah yang dijadikan khalifah di muka bumi. Dijadikan pemimpin atas segala makhluq yang bukan manusia. Dijadikan wakil Allah untuk menyuburkan bumi.</p>
<p>Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. [Mazmur 8:4-9]</p>
<p>Akhirnya setelah dipikir-pikir, ajaran Irenaeus sepertinya tidak mengandung dosa waris. Hanya saja dia menekankan bahwa Adam diciptakan sebagai khalifah. Itulah salah satu tujuan Allah menciptakan manusia. Dan sebenarnya semua manusia yang sempurna jiwa raganya seperti para nabi bisa menggenapi tujuan diciptakannya manusia, sebagai khalifah Allah di muka bumi. Lihatlah kehidupan para Nabi. Bukankah mereka pantas menjadi wakil Allah di muka bumi? Begitulah, manusia bisa menjadi wakil Allah, dan wakil Allah itu ‘sama’ dengan Allah, sebagaimana wakil presiden adalah ‘sama’ dengan presiden. Tetapi tetap saja wakil presiden bukanlah presiden, dan wakil Allah bukanlah Allah. Itulah makna bahwa manusia bisa menjadi Allah di dalam bimbingan dan keselamatan Allah. Dengan hidayah Allah, seseorang akan menjadi wakil Allah. Menganggap Yesus sebagai Allah adalah suatu penghujatan kepada Allah; dan hal ini tidak dimaafkan kecuali dengan mengucap dua kalimat syahadat.</p>
<p>Tunjukilah kami Jalan Lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka. [QS. Al-Fatihah 6-7]</p>
<p>Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. [QS. Al-Baqarah: 5]</p>
<p>Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisa: 69]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=8&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/15/yesus-sang-adam-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KELAHIRAN BARU</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/14/kelahiran-baru/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/14/kelahiran-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 11:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/14/kelahiran-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Sebagian orang berpendapat bahwa Tuhan adalah Bapa bagi semua manusia. Hal ini tidak benar. Tuhan itu hanya menjadi Bapa bagi orang-orang yang sudah menjadi keluarga Kristus. Bagi mereka yang masih berada di dalam keluarga Adam, Setan adalah bapa mereka. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Tuhan bukanlah Bapa dari semua manusia. Pada suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=9&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Sebagian orang berpendapat bahwa Tuhan adalah Bapa bagi semua manusia. Hal ini tidak benar. Tuhan itu hanya menjadi Bapa bagi orang-orang yang sudah menjadi keluarga Kristus. Bagi mereka yang masih berada di dalam keluarga Adam, Setan adalah bapa mereka. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Tuhan bukanlah Bapa dari semua manusia.<span id="more-9"></span></p>
<p>Pada suatu hari, Yesus berbicara kepada beberapa pemimpin agama di Yerusalem. Mereka mengatakan bahwa Tuhan adalah Bapa mereka. Walaupun mereka mengatakan demikian, hati mereka penuh dengan kejahatan karena mereka membenci Yesus dan ingin membunuh-Nya. Yesus tahu apa yang ada di dalam hati mereka sehingga Ia berkata kepada mereka.</p>
<p>&#8220;Jikalau Tuhan adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Tuhan&#8230;.&#8221; Yohanes 8:42</p>
<p>Ketika Yesus mengatakan, &#8220;JIKALAU Tuhan adalah Bapamu&#8230;.&#8221; Ia bermaksud menunjukkan dengan jelas bahwa Tuhan bukanlah Bapa mereka. Agar lebih jelas lagi, Ia menyatakan kepada mereka siapa bapa mereka yang sebenarnya. Ia berkata dengan tegas, &#8220;IBLIS-lah yang menjadi bapamu&#8230;.&#8221; Yoh. 8:44. Jadi dengan perkataan lain, bukan Tuhan yang menjadi Bapa mereka, melainkan Setan.</p>
<p>Demikian pula hal ini berlaku kepada setiap orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun seseorang tidak harus terus berada di dalam keluarga Setan karena Tuhan Yesus telah menyediakan jalan bagi kita semua untuk menjadi anak Tuhan. Alkitab menyebut hal ini sebagai &#8220;kelahiran baru&#8221;.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Di sini sangat jelas terlihat. Seperti yang sudah kami katakan, mereka menyebut keluarga Yesus adalah anak-anak Tuhan, dan keluarga Adam adalah anak-anak Setan. Kami sudah menjelaskan hal ini pada bab-bab terdahulu. Jadi cukuplah Anda memahami bahwa doktrin ini bukanlah berasal dari Yesus, tetapi dari si jahat.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Kelahiran baru adalah tindakan rahasia Allah di dalam diri manusia melalui firman dan Roh dimana Allah menanamkan dasar kehidupan rohani yang baru yang terjadi seketika dan sekaligus, melahirkan sebuah kehidupan yang menggerakkan ke arah Allah sehingga memiliki persekutuan dengan Allah dan memperoleh hidup yang kekal. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipahami dalam kelahiran baru:</p>
<p>a. Kelahiran baru bukanlah menyingkirkan, membuang atau menyulap natur lama manusia sehingga natur lama menjadi hilang atau tidak ada dan menggantikan dengan natur yang baru sehingga manusia tidak dapat berbuat dosa lagi.</p>
<p>b. Kelahiran baru bukanlah perbaikan/reparasi natur jiwa lama manusia (pikiran, emosi, kehendak) sedikit demi sedikit menuju kepada kesempurnaan.</p>
<p>c. Kelahiran baru terjadi seketika dan sekaligus (tidak bertahap/ sedikit demi sedikit dan hanya satu kali/tidak berulang kali).</p>
<p>d. Natur jiwa lama manusia masih ada ketika seseorang dilahirkan baru. Prinsip kehidupan baru yang Allah tanamkan itulah yang akan mempengaruhi pikiran, emosi dan kehendak manusia.</p>
<p>e. Terjadinya kelahiran baru merupakan karya rahasia Allah semata yang tersembunyi dari manusia, sesuatu yang kita tidak ketahui (Bdk. Yoh. 3:8). Kita hanya dapat melihat akibatnya saja.</p>
<p><strong>Tanggapan kamis:</strong><br />
Kristen Trinitarian mengklaim bahwa dengan percaya kepada penyaliban Yesus, maka seseorang akan dilahirkan kembali. Lahir kembali sebagai anak Tuhan. Ketika dia percaya akan penyaliban Yesus, seketika itu juga dia telah menjadi anak Tuhan dan membuat seseorang terbebas dari kuasa jahat.</p>
<p>Pada kenyataannya, banyak orang yang percaya kepada penyaliban Yesus tetapi tetap saja melakukan perbuatan jahat. Bahkan perbuatan jahat itu terjadi di gereja. Adanya kasus perzinahan antara biarawan dan biarawati, kasus sodomi di gereja, kasus aborsi di gereja, itu semua menandakan bahwa percaya kepada penyaliban Yesus tidaklah membuat manusia bebas dari kuasa jahat. Jika orang yang berbuat jahat disebut anak Tuhan, lalu apa bedanya anak Setan dan anak Tuhan? Jangan-jangan, orang yang percaya kepada penyaliban Yesus itulah anak-anak Setan. Mereka tidak kuasa menghadapi kuasa jahat. Mereka melakukan apa yang diinginkan Setan, bapa mereka.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Yesus berkata kepadanya: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.&#8221; Yohanes 3:3</p>
<p>Jawab Yesus: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah.&#8221; Yoh. 3:5</p>
<p>Dari dua ayat tersebut di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah, manusia perlu mengalami kelahiran baru. Jadi, kelahiran baru merupakan syarat yang mutlak untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah. Tanpa kelahiran baru, manusia akan binasa. Mengapa demikian? Karena tanpa kelahiran baru dari Firman dan Roh, manusia akan tetap tinggal di dalam Adam dan berada dibawah murka Allah. Itulah perlunya kelahiran baru bagi setiap orang. Tidak ada cara lain untuk keluar dari keluarga Adam kecuali menjadi keluarga Allah dimana Kristus sebagai Kepalanya dan memiliki hidup yang kekal kecuali melalui kelahiran baru.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Jadi seseorang harus keluar dari keluarga Adam yang dianggap Setan agar memiliki hidup yang kekal? Benarkah Adam itu Setan? Anda percaya bahwa Adam itu Setan, musuh Allah?</p>
<p>Ketahuilah, jika Anda mau mendapatkan hidup kekal, Anda harus mengakui bahwa tidak ada yang pantas disembah kecuali ALLAH, dan Muhammad adalah hamba dan utusan ALLAH, dan Isa adalah hamba dan utusan ALLAH, kemudian Anda taat kepada perintah ALLAH.</p>
<p>Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]</p>
<p>Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Alkitab mengatakan kepada mereka yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamat bahwa mereka telah dilahirkan kembali &#8220;bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Tuhan.&#8221; Yohanes 1:13</p>
<p>Kelahiran baru itu adalah bukan &#8220;dari darah.&#8221; Ini berarti kelahiran baru itu tidak diterima atau diperoleh dari orang tua kita. Keselamatan itu tidak diwariskan melalui keturunan. Dengan perkataan lain, tidak ada seorangpun yang dilahirkan ke dunia ini langsung menjadi orang Kristen. Mempunyai ibu-bapa Kristen merupakan suatu hal yang indah. Namun hal ini tidak dapat menjadikan Anda anak Tuhan. Masing-masing kita harus dilahirkan secara perseorangan (pribadi) ke dalam keluarga Tuhan.</p>
<p>Kelahiran baru adalah bukan &#8220;dari keinginan daging.&#8221; Ini berarti tidak ada seorangpun yang dapat menjadikan dirinya sebagai anak Tuhan dengan usahanya sendiri. Kehidupan kekal tidak dapat diusahakan tetapi harus diterima sebagai pemberian atas karunia secara cuma-cuma dari Tuhan.</p>
<p>Kelahiran baru adalah bukan &#8220;dari keinginan seorang laki-laki.&#8221; Ini berarti tidak ada pengkhotbah atau pendeta yang dapat menjadikan Anda sebagai anak Tuhan. Tidak ada upacara gereja seperti perjamuan kudus atau pembaptisan yang dapat menjadikan Anda sebagai anak Tuhan. Menjadi anggota gereja pun tidak dapat menjadikan Anda sebagai orang Kristen. Kelahiran baru adalah &#8220;dari Tuhan.&#8221; Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8220;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.&#8221; Efesus 2:8, 9</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah saaw bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.” [HR. Bukhori, Muslim, Tarmidzi]</p>
<p>Seseorang lahir memang bukan dalam keadaan Kristen. Seseorang itu lahir dalam keadaan fithrah, dalam keadaan Islam. Kemudian orangtuanyalah yang mengarahkan dia menjadi Kristen, Yahudi, ataupun majus.</p>
<p>Orang Kristen mengklaim bahwa kelahiran baru itulah yang menyebabkan seseorang mendapat hidup kekal. Tanpa kelahiran baru seseorang akan masuk ke dalam neraka. Jika seorang bayi yang baru lahir, dan dia belum meyakini akan penyaliban Yesus, atau dia belum dibaptis, atau apa pun sehingga dia belum dilahirkan kembali, lalu dia mati dalam keadaan seperti itu, lalu dimanakah tempatnya kelak? Apakah bayi itu kemudian masuk ke dalam neraka?</p>
<p>Lalu bagaimana anak biarawati dari hasil perzinahan, yang ketika bayi itu lahir dan belum dilahirkan kembali, bayi itu di bunuh oleh sang biarawati; di mana tempat bayi itu? Di neraka?</p>
<p>Kristen Trinitarian selalu menjelek-jelekkan Adam. Bagaimana kalau ternyata Adam percaya kepada penyaliban Yesus, dan dia telah menyembelih dengan melihat ke depan, kepada penyaliban Yesus, apakah dia mendapat hidup kekal, atau tetap saja dia mendapat predikat ‘bapa orang-orang berdosa’? Kami tidak sedang berkata untuk membenarkan bahwa hidup kekal adalah di dapat dari percaya kepada penyaliban Yesus dan kelahiran baru. Tetapi kami hanya ingin mengatakan bahwa doktrin itu bukanlah doktrin yang dapat diterima akal sehat. Doktrin itu hanyalah doktrin yang lahir dari kebencian dan kedengkian. Doktrin itu penuh dengan kontradiksi, yang pada akhirnya menggugurkan kebenarannya. Di satu sisi Adam disebut sebagai bapa para pendosa, tetapi di lain sisi Adam mungkin telah mendapat hidup kekal dengan kelahiran kembali.</p>
<p>Abraham, apakah dia diselamatkan disebabkan kelahiran kembali? Tidak, Abraham menyembelih bukan dengan melihat kepada penyaliban Yesus. Penyembelihan hanyalah ujian bagi keteguhan iman Abraham. Abraham diselamatkan Tuhan karena dia telah menandatangani perjanjian dengan Tuhan di dalam sunat (Kej. 17:9-14; Luk. 2:21).</p>
<p>Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu…laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku. [Kejadian 17:10,11,14]</p>
<p>Bahkan menurut Luk. 2:21, Yesus pun ikut dalam perjanjian itu. Ini membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Buktinya dia minta diselamatkan Tuhan dengan menandatangani perjanjian itu di dalam sunat. Anda harus ingat bahwa Yesus itu dapat berbicara dan telah memahami hukum Torat sejak ia dilahirkan.</p>
<p>Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: &#8220;Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?&#8221; Berkata Isa: &#8220;Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” [QS. Maryam (19): 29-30]</p>
<p>(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: &#8220;Hai `Isa putra Maryam, ingatlah ni`mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu Al-Kitab, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: &#8220;Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.&#8221; [QS. Al-Maidah (5): 110]</p>
<p>Dalam Al-Quran, kata ‘Al-Kitab’ dapat berarti (1) Al-Qur`an, (2) Taurat, (3) Injil, (4) Zabur. Dan hikmah dapat berarti (1) Al-Bayan (penjelasan mengenai Kitab Suci), (2) Hadits Muhammad Rasulullah saw. Kapan Allah mengajarkan Al-Quran dan Hadits kepada Nabi Isa as? Tentu saja setelah Nabi Isa as turun kembali ke dunia ini dan menjadi ummat Muhammad saaw, sang Pesuruh yang dijanjikan.</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Para Nabi adalah saudara-saudara sebapa. Tidak ada seorang Nabi yang diutus antara aku dan Putera Maryam.” [HR. Bukhori, Muslim, Ahmad]</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saaw bersabda, &#8220;Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-tengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya&#8221;. [HR Bukhari]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Tak seorangpun yang dapat dilahirkan baru tanpa mendengar dan percaya kepada Firman Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat dilahirkan baru tanpa pekerjaan Roh Kudus. Kelahiran baru itu adalah pekerjaan Roh Kudus yang menggunakan Firman Tuhan. Roh Kudus menggunakan Firman Tuhan untuk menunjukkan kepada kita bahwa kita adalah orang berdosa yang memerlukan seorang Juruselamat. Roh Kudus juga menggunakan Firman Tuhan yang sama untuk menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Juruselamat yang kita perlukan. Ia telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Berikut ini dua ayat Alkitab yang menjelaskannya:</p>
<p>Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Tuhan yang hidup dan yang kekal. [1 Petrus 1:23]</p>
<p>Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. [Yohanes 3:6]</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Jika demikian, berarti bayi yang baru lahir lalu mati sebelum dilahirkan kembali, dia masuk neraka? Tentu Anda tidak setuju dengan doktrin semacam ini ‘kan?</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian:</strong><br />
Tuhan melakukan banyak hal yang indah ketika kita dilahirkan baru. Berikut ini adalah diantaranya:</p>
<p>a. Tuhan Menempatkan Kita Dalam Keluarga Kristus.<br />
Apa artinya? Artinya adalah kita tidak lagi berada di dalam Adam melainkan di dalam Kristus. Semua orang yang belum dilahirkan baru, mereka berada di dalam Adam, mewarisi dosa Adam dan berada di bawah penghukuman. Ketika seseorang dilahirkan kembali, Tuhan mengeluarkannya dari kedudukannya sebagai keluarga Adam dan diangkat menjadi anak-Nya Yoh. 1:12, 13, masuk dalam keluarga Allah dimana Kristus sebagai Kepala.</p>
<p>b. Tuhan Memberikan Roh yang Baru Kepada Kita<br />
Ia juga mengaruniakan kepada kita Roh-Nya untuk tinggal di dalam roh kita yang baru itu. Ini disebut kelahiran kembali. Satu hal yang perlu dijelaskan di sini adalah bahwa sifat lama kita tidak dimusnahkan atau disingkirkan ketika kita dilahirkan baru, melainkan Ia memberikan Roh-Nya kepada kita untuk dapat menang atasnya. Sifat lama kita tidak akan disingkirkan sampai Yesus datang untuk membawa kita bersama-Nya di Surga. Namun dengan berdiamnya Roh Kudus di dalam kita maka kita dapat mengatasi atau mengalahkan sifat manusia lama kita yang berdosa ini.</p>
<p>c. Tuhan Mengaruniakan Kehidupan Yang Kekal Kepada Kita<br />
Jawab Yesus: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah.&#8221; (Yohanes 3:5). Ayat ini memberikan jaminan bagi seseorang yang telah dilahirkan baru untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah, artinya ialah hidup kekal bersama Allah dalam kerajaan Sorga.</p>
<p><strong>Tanggapan kami:</strong><br />
Lagi-lagi Anda melihat, bahwa Adam diklaim sebagai Setan, bapa segala dosa. Dan Yesus diklaim sebagai Tuhan.</p>
<p>Lihatlah, dengan Roh Kudus di dalam kita, apakah itu menjadikan kita sebagai Tuhan sebagaimana Yesus? Jika tidak, maka Yesus juga tidak bisa diklaim sebagai Tuhan hanya karena dia dilimpahi Roh Kudus.</p>
<p>Benarkah ‘orang yang dilahirkan kembali’ akan dapat mengalahkan sifat Adam, sifat Setan? Lalu bagaimana dengan para biarawan dan biarawati yang berzinah di gereja-gereja? Apakah zinah itu sifat Tuhan? Apakah itu sifat Yesus yang diturunkan dari Tamar dan Yehuda (Matius 1:3; Kej. 38:12-30)? Sungguh doktrin yang penuh cacat dan kontradiksi.</p>
<p>Hidup kekal itu diperoleh dari penyaksian bahwa tiada yang pantas disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Pesuruh Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan pergi hajji ke Bait Allah yang didirikan Abraham di Bakkah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=9&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/14/kelahiran-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YESUS DAN ENAM ANUGERAH</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/13/yesus-dan-enam-anugerah/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/13/yesus-dan-enam-anugerah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 22:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/13/yesus-dan-enam-anugerah/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Tritunggal: Tuhan melihat manusia ‘dalam Adam’ atau ‘dalam Kristus’. Apakah artinya berada ‘dalam Adam’? Artinya kita mewarisi semua yang ada dalam Adam dan apa yang telah dilakukannya. Pada hakekatnya, kita semua berada dalam Adam &#8211; terpisah dari Tuhan dan menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Betapa mengerikannya keadaan ini. Namun ada kabar baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=10&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Tritunggal: </strong><br />
Tuhan melihat manusia ‘dalam Adam’ atau ‘dalam Kristus’. Apakah artinya berada ‘dalam Adam’? Artinya kita mewarisi semua yang ada dalam Adam dan apa yang telah dilakukannya. Pada hakekatnya, kita semua berada dalam Adam &#8211; terpisah dari Tuhan dan menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Betapa mengerikannya keadaan ini.<span id="more-10"></span></p>
<p>Namun ada kabar baik bagi kita. Ketika kita dilahirkan baru, Tuhan menempatkan kita dalam keluarga Kristus. Kita tidak dapat melakukannya sendiri tetapi Tuhan telah melakukannya bagi kita. Kita sekarang berada dalam Kristus. Bagaimanakah kita dapat masuk dan berada dalam Kristus? Tuhan sendirilah yang menempatkan kita dalam Kristus! Alkitab mengatakan, “Tetapi oleh Dia (Tuhan) kamu berada dalam Kristus&#8230;.&#8221; [1 Korintus 1:30]</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Sekarang yakinlah bahwa Kristen Trinitarian memang menganggap bahwa Adam adalah Setan, bapa orang-orang berdosa. Orang-orang yang di dalam Adam adalah anak-anak Setan, hamba-hamba Setan yang jauh dari rahmat Tuhan. Dan mereka mengklaim bahwa orang-orang yang di dalam Yesus adalah anak-anak Tuhan, hamba-hamba Tuhan. Dan mengenai ini sudah kami bahas pada bab-bab sebelumnya.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Perkataan yang paling indah dalam seluruh Alkitab adalah &#8220;Dalam Kristus.&#8221; Perkataan ini atau kata yang memiliki persamaan artinya dengan kata ini digunakan lebih dari 130 kali di dalam Perjanjian Baru! Berikut ini ada beberapa ayat yang menunjukkan kedudukan kita yang baru dalam Kristus.</p>
<p>“&#8230;.Tuhan yang DALAM KRISTUS telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam Surga. Sebab DI DALAM DIA Tuhan telah memilih kita sebelum dunia dijadikan&#8230;..” [Efesus 1:3,4]</p>
<p>“Karena kita ini buatan Tuhan diciptakan DI DALAM YESUS KRISTUS untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang dipersiapkan Tuhan sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya.” [Efesus 2:10]</p>
<p>“Jadi siapa yang ada DI DALAM KRISTUS, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” [2 Korintus 5:17]</p>
<p>“&#8230;.dan kita ada DI DALAM yang benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus&#8230;..” [1 Yohanes 5:20]</p>
<p>“DI DALAM DIA kita telah memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” [Kolose 1:14]</p>
<p>“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada DI DALAM KRISTUS YESUS&#8230;.” [Roma 8:1]</p>
<p>“&#8230;yaitu mereka yang dikuduskan DALAM KRISTUS YESUS&#8230;.” [1 Korintus 1:2]</p>
<p>Apakah Anda sempat memperhatikan penggunaan kata-kata seperti “di dalam Kristus” dan “di dalam Dia”? Apabila Anda membaca Perjanjian Baru Anda akan memperhatikan bahwa perkataan ini banyak kali digunakan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Walaupun kata ‘di dalam Yesus’ itu sering digunakan di dalam Perjanjian Baru, tetapi ingat, bahwa kata-kata itu selalu ada dalam surat-surat Paulus. Paulus si anak Setan itu memang suka memutarbalikkan firman Tuhan. Coba buka lagi bab tentang Setan, maka Anda akan mendapati betapa Paulus itu suka mencampur-adukkan yang benar dengan yang palsu. Jika Anda ingin membeli emas, tentu Anda akan memeriksa kemurnian emas itu terlebih dahulu. Apalagi jika Anda ingin membeli sesuatu dengan menggunakan jiwa Anda. Tentu Anda harus lebih teliti dalam menguji apa yang akan Anda beli itu. Jangan sampai Anda menjual jiwa Anda kepada kesesatan dan Iblis. Jika sampai Anda menjual jiwa Anda kepada Setan, maka mautlah yang Anda dapatkan. Fikirkan sekali lagi sebelum Anda menjual jiwa Anda. Kepada siapa Anda akan menjualnya? Kepada siapa Anda akan memperhambakan jiwa-raga Anda? Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Setan itu lebih cerdik dari penjual obat di pinggir jalan. Dia dapat menipu Anda sedemikian rupa. Sebenarnya dia tidak suka jika Anda berfikir. Sebab sedetik saja Anda berfikir, maka tipuannya pun menjadi gagal.</p>
<p>Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan para pengkhianat mencelakakan mereka. [Amsal 13:15]<br />
 <strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Anugerah di dalam Kristus:<br />
a. Di Dalam Kristus Kita Diampuni<br />
Oleh karena kita berada di dalam Kristus, maka Tuhan telah mengampuni semua dosa kita. Alkitab mengatakan:<br />
&#8220;DI DALAM DIA, kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.&#8221; [Kolose 1:14]</p>
<p>b. Di Dalam Kristus Kita Dibenarkan<br />
Apakah arti dibenarkan? Artinya adalah kita dinyatakan benar oleh Allah karena kebenaran Kristus sehingga kita terlepas dari murka Allah Roma 5:18. Bagaimanakah kita dibenarkan di hadapan Tuhan? Kita dibenarkan DI DALAM KRISTUS, yaitu melalui kematian-Nya. Yesus Kristus itu sempurna kebenaran-Nya. Oleh karena itu, sekarang Tuhan memandang kita sebagai orang yang benar di dalam Dia. Alkitab mengatakan:</p>
<p>&#8220;Dia (Kristus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya (Tuhan) menjadi dosa karena kita, supaya DI DALAM DIA kita dibenarkan dalam Tuhan.&#8221; [2 Korintus 5:21]</p>
<p>&#8220;Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. [Roma 5:9]</p>
<p>c. Di Dalam Kristus Kita Diperdamaikan dengan Allah<br />
Sebagai orang yang berdosa, kita adalah musuh/seteru Allah Roma (5:10). Kematian Kristus di kayu salib telah mendamaikan kita dengan Allah sehingga kita dapat bersekutu lagi denganNya. Di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Alkitab mengatakan:</p>
<p>“Dan semuanya ini dari Allah yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya &#8230;.” [2 Korintus 5:18]</p>
<p>“Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya,&#8230;, juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya &#8230;.” [Kolose 1:20-22]</p>
<p>d. Di Dalam Kristus Kita Dikuduskan<br />
Tuhan memberi nama yang baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ia menyebut mereka &#8220;orang-orang kudus di dalam Kristus Yesus.&#8221; Perkataan &#8220;orang kudus&#8221; berarti &#8220;orang suci.&#8221; Di mata Tuhan, setiap orang yang percaya adalah orang kudus di dalam Kristus. Di dalam diri kita, kita tidak kudus tetapi Tuhan memandang kita kudus di dalam Kristus. Apabila kita sendiri di hadapan Tuhan, kita berdiri di dalam kekudusan Kristus. Kita sekarang adalah orang-orang &#8220;kudus DI DALAM KRISTUS.&#8221; Alkitab mengatakan:</p>
<p>“kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus &#8230;.” [1 Korintus 1:2]</p>
<p>“&#8230;Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita.” [1 Korintus 1:30]</p>
<p>e. Di Dalam Kristus Kita Dimeteraikan oleh Roh Kudus<br />
Kita sekarang telah menjadi anak-anak Tuhan dan tujuan perjalanan hidup kita adalah Surga. Tuhan telah menempatkan kita di dalam Kristus dan telah memeteraikan kita dengan Roh Kudus. Dengan meterai-Nya ini maka kita beroleh kepastian tentang keselamatan kita. Alkitab mengatakan:</p>
<p>“DI DALAM DIA kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” [Efesus 1:13]</p>
<p>f. Di Dalam Kristus Kita Telah Menjadi Sempurna<br />
Setiap hal yang kita perlukan untuk hidup sebagai orang Kristen telah kita peroleh di dalam Kristus. Kita sekarang sempurna dan utuh di dalam Kristus. Alkitab mengatakan: “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Tuhanan, dan kamu telah dipenuhi DI DALAM DIA&#8230;.” [Kolose 2:9, 10]</p>
<p>Kesempurnaan kita disini adalah semata-mata kesempurnaan Kristus, bukan kesempurnaan kita. Di dalam diri kita sendiri, kita tidak akan pernah menjadi sempurna.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
a. Pengampunan Dosa.<br />
Pengampunan dosa tidak diraih dari penyaliban Yesus. Sebab penyaliban Yesus sendiri tidak pernah terjadi. Yesus tidak pernah mau disalibkan. Rencana penyaliban itu hanyalah buah kedengkian imam-imam Yahudi. Terkutuklah orang-orang yang merencanakan penyaliban itu. Dan terkutuklah orang-orang yang bergembira atas penyaliban itu. Orang-orang Kristen begitu gembira dengan penyaliban Yesus. Sebab dengan penyaliban Yesus, menurut mereka, dosa-dosa mereka diampuni. Maka terkutuklah mereka atas kebiadaban itu. Jika mereka tidak bertobat dari keyakinan yang demikian, maka kebinasaanlah bagi mereka. Jika Anda ingin diampuni, maka sembahlah ALLAH saja, jangan yang lain, dan mohonlah ampunan kepada ALLAH sebagaimana yang diajarkan Yesus:</p>
<p>Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga memaafkan orang yang bersalah kepada kami. [Matius 6:12]</p>
<p>b. Pembenaran.<br />
Seseorang dianggap sebagai orang benar bukanlah melalui kematian Yesus. Sungguh celaka orang yang berkata bahwa kebenaran adalah melalui kematian Yesus. Sebab itu berarti tanpa kematian Yesus tidak ada pembenaran. Itu berarti orang-orang tersebut menginginkan kematian Yesus. Betapa haus darahnya, betapa kejinya, betapa biadabnya.</p>
<p>Pembenaran itu adalah dengan Anda meyakini bahwa ALLAH itu esa, kemudian Anda mengikrarkan kesaksian Anda bahwa ALLAH itu esa, lalu Anda mentaati perintah ALLAH. dengan demikian, maka Anda akan disebut orang benar (shiddiqin), dan Anda terlepas dari murka Allah.</p>
<p>c. Pendamaian.<br />
Sesungguhnya ALLAH memusuhi orang-orang yang menyekutukan Diri-Nya dengan sesuatu. ALLAH memusuhi setiap orang yang menyembah sesuatu selain dirinya. Jika Anda ingin terlepas dari permusuhan itu, maka Anda harus mengesakan ALLAH.</p>
<p>Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]</p>
<p>d. Kekudusan.<br />
Kekudusan dan kesucian hanya bisa didapat dengan mensucikan diri dari penyembahan yang selain ALLAH, dan juga dengan menjauhi larangan-Nya, serta taat kepada perintah-Nya dengan beribadah hanya kepada-Nya saja.</p>
<p>Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]</p>
<p>e. Dimeteraikan.<br />
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. [QS. Al-Maidah (5): 72]</p>
<p>Dari Ubadah bin As-Somit ra katanya: Rasulullah saaw telah bersabda: “Barangsiapa yang mengucap Dua Kalimah Syahadat yaitu: ‘aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang benar kecuali ALLAH dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya’, dan bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba ALLAH, anak hambanya dan kalimah ALLAH, yaitu Nabi Isa as dijadikan oleh ALLAH tidak berbapa hanya dengan kalimah KUN yang berarti jadilah engkau maka jadilah dia, yang disampaikan kepada Maryam dan juga tiupan roh daripada-Nya, serta bersaksi bahwa balasan Syurga adalah pasti begitu juga balasan Neraka adalah pasti, maka Allah akan memasukkan mereka yang dikehendaki ke dalam Syurga melalui salah satu dari delapan pintu Syurga sebagaimana yang dikehendakinya. [HR. Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]</p>
<p>Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]</p>
<p>ALLAH menjamin bagi setiap orang yang mengeskan ALLAH hingga akhir hayatnya, niscaya dia masuk ke dalam surga. Ingatlah bahwa kunci surga itu adalah kalimat “LAA ILAAHA ILLALLAAH”, tiada Ilah yang benar kecuali ALLAH.</p>
<p>f. Kesempurnaan (Insan Kamil).<br />
Kesempurnaan itu adalah dengan mengikuti aqidah, syariat dan akhlaq yang diajarkan dan dicontohkan Muhammad Rasulullah saaw yang mulya. Sebab Muhammad Rasulullah saaw adalah manusia paling sempurna (Insan Kamil). Beliau adalah mahkota para rasul. Tidak ada manusia yang lebih sempurna dari beliau saaw.</p>
<p>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzab (33): 21]</p>
<p>Katakanlah (wahai Muhammad): &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imran (3): 31]</p>
<p>(Isa berkata:) “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus&#8221;. [QS. Ali Imran (3): 51 atau QS. Maryam (19): 36]</p>
<p>Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik.” [QS. Al-An’am (6): 161]</p>
<p>Sesungguhnya kamu (wahai Muhammad) salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) di atas jalan yang lurus. [QS. Ya Sin (36): 3-4]<br />
(Berfirman Allah:) Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. [QS. Ya Sin (36): 61]</p>
<p>Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [QS. Al-Fatihah (1): 6-7]</p>
<p>Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisa` (4): 69]</p>
<p>Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Maidah (5): 3]</p>
<p><strong>Doktin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Sebagai anak Tuhan, kita tidak lagi berada di dalam Adam. Sekarang kita telah berada DI DALAM KRISTUS. Apakah ini berarti kita tidak akan pernah berdosa lagi? Tidaklah demikian maksudnya. Dalam surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang yang percaya di Korintus, kita dapati adanya beberapa hal yang agak sulit dipahami. Di satu pihak, Paulus menyebut mereka sebagai orang yang telah &#8220;disucikan&#8221; dalam Yesus Kristus. Namun dalam surat yang sama, Paulus juga berbicara mengenai dosa-dosa yang mereka telah lakukan dalam kehidupan mereka. Ada di antara mereka yang sombong, saling bertengkar, dan sebagian dari mereka telah melakukan perkara-perkara asusila.</p>
<p>Apakah sebenarnya maksudnya? Bagaimanakah Paulus mengatakan bahwa mereka &#8220;kudus di dalam Kristus&#8221; sedangkan, pada saat yang sama mereka tidak hidup selayaknya sebagai orang Kristen? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami tentang perbedaan antara kedudukan kita dan keadaan kita yang sebenarnya.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Konsep pembedaan antara Adam dan Yesus telah runtuh seperti yang telah kami jelaskan. Dan sebagaimana telah dijelaskan, bahwa dengan seseorang berada dalam Yesus, tidak menjadikan dirinya sebagai orang yang terbebas dari kuasa dosa. Sebab setiap manusia itu memang harus dicobai agar manusia itu dan manusia lainnya mengerti, siapakah yang betul-betul beriman, dan siapa yang hanya mengaku-ngaku saja, dan juga siapakah yang lebih baik keadaannya disebabkan iman dan perbuatannya.. Ingat, iman itu diyakini oleh hati, diikrarkan oleh lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan anggota badan lahiriah. Dalam Islam, setelah seseorang bersyahadah, maka segala dosanya yang telah lalu akan terhapuskan, kemudian dia harus menjaga hablum minallah dan hablum minannas, yaitu menjaga hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan manusia.</p>
<p>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? [QS. Al-‘Ankabut (29): 2]</p>
<p>Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. [QS. Al-Mulk (67): 2]</p>
<p>Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]</p>
<p>Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]</p>
<p>Dari Anas bin Malik ra katanya: Nabi saaw telah bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang itu, sebelum dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia kasihkan dirinya sendiri.” [HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Nasa`i, Ibnu Majah, Ahmad]</p>
<p>Hukum yng terutama ialah: Dengarlah, hai Israel, TUHAN adalah Allah kita, TUHAN itu esa. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. [Markus 12: 29-31]</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra katanya: Sesungguhnya Rasulullah saaw pernah bersabda: “Seorang penzina tidak akan berzina jika ketika itu dia berada di dalam keimanan. Seorang pencuri tidak akan mencuri jika ketika itu dia berada di dalam keimanan yaitu iman yang sempurna. Begitu juga seorang peminum arak tidak akan meminum arak jika ketika itu dia berada di dalam keimanan.” [HR. Bukhori]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Kedudukan kita ialah cara Tuhan memandang kita di dalam Kristus. Hal ini termasuk semua hal yang telah dilakukan oleh Tuhan bagi kita di dalam Kristus. Tuhan telah memberikan suatu kedudukan yang sempurna bagi kita di dalam Kristus. Apakah kedudukan kita itu selalu sempurna? Ya. Mengapa? Karena kedudukan kita itu didasarkan pada apa yang Tuhan telah lakukan untuk kita di dalam Kristus. Kita berada DI DALAM KRISTUS. Oleh karena itu, Tuhan melihat kita sebagai orang-orang yang sempurna di dalam Dia. Alkitab mengatakan, &#8220;Sebab oleh karena satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan (mereka yang berada di dalam Kristus).&#8221; (Ibrani 10:14)</p>
<p>Keadaan kita ialah cara (perilaku) hidup kita di dunia ini. Alkitab menyebutnya sebagai &#8220;perjalanan hidup&#8221; kita. Apakah keadaan kita itu selalu sempurna? Tidak. Mengapa? Karena hal itu bergantung pada keadaan diri kita yang sebenarnya. Kita adalah orang yang berdosa. Alkitab mengatakan, “Jika kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.&#8221; (1Yohanes 1:8)</p>
<p>Akan sangat membantu dalam kehidupan Kristen kita, apabila kita memahami bahwa KEDUDUKAN kita adalah cara Tuhan melihat atau memandang kita di dalam Kristus, sedangkan KEADAAN kita adalah cara (perilaku) kita hidup di dunia ini. Di dalam Kristus kita senantiasa sempurna di mata Tuhan. Namun di dalam diri kita sendiri, kita adalah orang yang berdosa.</p>
<p>Apakah ini berarti kita puas dengan terus berbuat dosa? Tidak demikian! Tuhan ingin agar hidup kita dari hari ke hari sesuai atau berpadanan dengan kedudukan kita di dalam Kristus. Karena kita adalah &#8220;kudus di dalam Kristus&#8221; maka Tuhan ingin agar kita hidup kudus setiap hari. Alkitab mengatakan: &#8220;Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.&#8221; 1 (Petrus 1:15)</p>
<p>Bagaimanakah kita dapat menjadi kudus? Di dalam Firman-Nya, Tuhan memberitahu kita bahwa kita harus &#8220;berjalan&#8221; dengan iman. Artinya harus mempercayai atau berpegang pada kedudukan kita yang sebenarnya di dalam Yesus Kristus. Alkitab mengatakan, &#8220;Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap dalam Dia.&#8221; (Kolose 2:6)</p>
<p>Berikut ini ada satu rahasia yang besar bagi kehidupan Kristen: &#8220;Iman terhadap KEDUDUKAN KITA menjadikannya nyata dalam kehidupan kita.&#8221;</p>
<p>Ketika kita tahu dan sadar bahwa kita adalah &#8220;kudus di dalam Kristus,&#8221; maka sepatutnyalah kita hidup kudus setiap hari. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah &#8220;orang-orang yang kudus di dalam Kristus&#8221; maka kita juga akan bertindak dan hidup seperti orang-orang kudus. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah &#8220;anak-anak Tuhan&#8221; maka sudah sepatutnyalah kita hidup sebagai anak-anak Tuhan ditengah-tengah dunia ini. Ketika kita berpegang pada kedudukan kita yang sebenarnya di dalam Kristus, maka Roh Kudus akan menjadikan semua hal itu nyata di dalam kehidupan kita.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Sebagaimana telah kami jelaskan bahwa di dalam Islam, ketika seseorang bersyahadah, maka dihapuslah dosa-dosanya yang telah lalu, dia telah masuk ke dalam aqidah Islamiyah, aqidah tauhid, unitary faith. Kemudian dia harus menjalankan syariat Islam, yaitu cara hidup sesuai perintah Tuhan, yang meliputi cara mencintai Allah dan cara menyayangi manusia (hablum minallah wa hablum minannas), kemudian dia juga harus menjaga akhlaqul karimah, akhlaq yang mulya. Dengan demikian maka jadilah dia sebagai hamba-Nya yang sejati, hamba yang berjalan di jalan lurus, dan kelak dia akan dibangkitakan bersama orang-orang kudus, para kekasih Allah.</p>
<p>Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid (martir) dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS. An-Nisa` (4): 69]</p>
<p>Adapun orang yang hanya bersyahadah, mengaku beriman, tetapi tidak menjalankan syariat Islam, maka keimanannya patut dipertanyakan. Apalagi jika sampai membenci syariat Islam. Itu sama saja dengan mengingkari Muhammad sebagai Rasulullah.</p>
<p>Di antara manusia ada yang mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian&#8221;, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. [QS. Al-Baqarah (2): 8]</p>
<p>Begitu pula orang Israel yang mengaku sebagai pengikut Yesus, tetapi dia tidak bersunat, menghalalkan babi, dan meninggalkan shalat, maka dia adalah orang munafik. Bukankah Yesus bersunat sesuai hukum Torat? Bukankah Yesus mengharamkan babi sesuai hukum Torat? Dan bukankah Yesus shalat sesuai hukum Torat? Benarkah Yesus shalat? Tentu saja. Apa artinya shalat? Shalat adalah berdoa, itulah sebabnya dalam bahasa Inggris, sholat diterjemahkan dengan pray, yang berarti doa. Akan tetapi shalat bukanlah sembarang doa, melainkan doa yang memiliki tatacara tertentu. Di dalamnya ada gerakan berdiri, ruku, sujud, dan duduk. Yesus pernah dikabarkan berdoa dengan berdiri, dengan ruku, dengan bersujud, dan dengan bersimpuh. Sebenarnya ketika dikatakan Yesus bersujud dan berdoa, bukan berarti Yesus hanya melakukan gerakan sujud saja ketika berdoa. Akan tetapi yang dimaksud dengan sujud dan berdoa di sini adalah shalat. Di dalam Al-Qur`an pun, shalat terkadang diisyaratkan dengan salah satu atau dua gerakan dari empat gerakkan tersebut. Dan sebelum shalat, seseorang harus berwudhu (bertahir) dengan air.</p>
<p>Dan <strong>mintalah pertolongan</strong> (berdoa kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`. [QS. Al-Baqarah (2): 45]</p>
<p>Dan <strong>dirikanlah</strong> shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku. [QS. Al-Baqarah (2): 43]</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, … dan <strong>dirikanlah</strong> shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. [QS. Al-Baqarah (2): 83]</p>
<p>Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu <strong>mendirikan</strong> shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka … sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari <strong>jalan yang lurus</strong>”. [QS. Al-Maidah (5): 12]</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat <strong>shalat</strong>. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: &#8220;Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang <strong>ruku`</strong> dan yang <strong>sujud</strong>&#8220;. [QS. Al-Baqarah (2):125]</p>
<p>Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, <strong>sujud dan ruku`lah</strong> bersama orang-orang yang <strong>ruku`</strong>. [QS. Ali Imran (3): 43]</p>
<p>Yang melihat kamu (wahai Muhammad) ketika kamu <strong>berdiri</strong> (untuk shalat), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang <strong>sujud</strong>. [QS. Asy-Syu’ara`: 218-219]</p>
<p>Maka Ia maju sedikit, lalu <strong>sujud dan berdoa</strong>. [Mat.26: 39]</p>
<p>Isa berkata, “Ini adalah waktunya, kita menunaikan <strong>shalat shubuh</strong> (the pray of the dawn).” Dalam hal itu mereka telah bangkit, dan setelah <strong>bersuci diri</strong>, mereka menunaikan shalat kepada Allah kita Yang Maha Berkat selama-lamanya. [Barnabas 89]</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. [QS. Al-Maidah: 6]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=10&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/13/yesus-dan-enam-anugerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN BARU</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/12/hubungan-baru/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/12/hubungan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 22:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/12/hubungan-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. [Yohanes 15:5] Bila kita memperhatikan Pokok Anggur dan ranting-rantingnya, maka yang terlihat adalah kesatuannya. Keduanya terjalin dalam satu kehidupan. Kehidupan yang mengalir melalui pokok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=11&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. [Yohanes 15:5]<span id="more-11"></span></p>
<p>Bila kita memperhatikan Pokok Anggur dan ranting-rantingnya, maka yang terlihat adalah kesatuannya. Keduanya terjalin dalam satu kehidupan. Kehidupan yang mengalir melalui pokok anggur juga mengalir kepada ranting-rantingnya. Hal ini mengajarkan kita bahwa kita bersatu dengan Tuhan Yesus. Alkitab mengatakan, &#8220;Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.&#8221; Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, kita telah dipersatukan dengan Dia. Sebagaimana ranting-ranting bersatu dengan pokok anggur, demikian pula kita telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus. Kita sekarang adalah satu dengan Dia.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Ketahuilah bahwa Yesus diutus hanya untuk Israel. Kalau pun beliau adalah Juruselamat, maka beliau adalah Juruselamat bagi bangsa Israel saja. Beliau telah mengangkat 12 murid, dan 12 murid itu diutus kepada 12 suku Israel. Dan Yesus tidak mengutus seorang murid pun kepada bangsa gentile. Tidak ada murid ketigabelas. Paulus bukanlah murid Yesus, dia itu si jahat yang suka memutarbalikkan firman Tuhan. Dan soal bersatu dengan Yesus, tentu orang Kristen tidak berkata bahwa mereka satu esensi dengan Yesus. Seharusnya penafsiran seperti itu juga berlaku ketika Yesus berkata: “Aku dan Bapa adalah satu,” yaitu bukan satu esensi, akan tetapi apa yang dikehendaki Bapa itulah yang dikerjakan Yesus. Ini adalah mengenai jalan lurus. Ketika seseorang mengikuti Yesus untuk tidak menyembah kecuali kepada ALLAH yang esa, maka orang itu telah menjadi satu jalan dengan Yesus. Orang itu berada di jalan yang sama dengan Yesus, yaitu jalan lurus: jalan para nabi, para shiddiqin, para syuhada (martir), para shalihin (QS. Ali Imran: 51; Maryam: 36; QS. An-Nisa`: 46).</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)&#8221; Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: &#8220;Ini adalah sihir yang nyata&#8221;. [QS. Ash-Shaff (61): 6]</p>
<p>Jawab Yesus (ketika orang gentile datang meminta bantuan kepadanya), “Aku hanya diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” [Matius: 15:24]</p>
<p>Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. [Kis. 13:23]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Kalau kita mengamati lebih dalam tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya, maka kita juga akan melihat hal yang lain. Kita bisa melihat bahwa ranting itu berada atau telah menyatu dengan pokok anggur. Hal ini mengajar kita bahwa kita berada dan telah menyatu dengan KRISTUS. Kita telah mempelajari kebenaran yang utama &#8211; bahwa kita berada dalam Kristus dan persatuan kita dengan Dia adalah persatuan yang hidup. Sebagaimana ranting itu bersatu dengan pokok anggur yang hidup, demikian pula kita telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus yang hidup. Kita berada di dalam Kristus. Sebelum kita menjadi anak Tuhan, kita berada di dalam Adam. Kita berhubungan dengan dia. Kita memperoleh kehidupannya, dan kita memiliki sifatnya di dalam kita.</p>
<p>Apa yang terjadi ketika kita diselamatkan? Tuhan mengeluarkan kita dari Adam dan kita dicangkokkan kepada Kristus. Mencangkokkan sebuah ranting berarti mengeluarkan dari pokok anggur yang satu dan mencangkokkannya ke pokok anggur yang lain. Pertama ranting itu dipotong dari pokok anggur yang lama. Kemudian pokok anggur yang baru itu dilukai dengan pisau dan potongan ranting itu ditempelkan dan diikatkan dengan baik ke pokok anggur itu. Tak lama kemudian kehidupan dari pokok anggur yang baru itu mulai mengalir ke ranting yang telah dicangkokkan ke pokok anggur itu. Dan terbentuklah persatuan yang hidup.</p>
<p>Nah, kita bisa melihat betapa indah perkara yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Ketika kita dilahirkan kembali, Tuhan telah mengeluarkan kita dari Adam dan Ia mencangkokkan kita kepada Kristus. Alkitab mengatakan, &#8220;Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus&#8230;&#8230;..&#8221; (1 Korintus 1:30).</p>
<p>Kita sekarang ini telah dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus di dalam suatu persatuan yang hidup. Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting yang hidup di dalam Dia. Kita telah memiliki hubungan dengan kehidupan-Nya dan kita juga telah memiliki sifat-sifat-Nya di dalam kita. Alkitab mengatakan, bahwa kita adalah &#8220;mengambil bagian dalam kodrat ilahi&#8230;.&#8221; (2 Petrus 1:4)</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Adam dan Yesus sama-sama berada di jalan lurus. Maka tidak bisa dikatakan bahwa orang yang bersatu dengan Yesus harus berpisah dari Adam. Ketika seseorang berpisah dengan Adam, maka dia juga telah berpisah dari Yesus. Ketahuilah para nabi suci utusan Tuhan itu adalah saudara sebapa. Mereka semua berada di jalan yang sama, jalan lurus. Janganlah Anda membeda-bedakan mereka.</p>
<p>Katakanlah (hai orang-orang mu&#8217;min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. [QS. Al-Baqarah (2): 136 atau Ali Imran (3): 84]</p>
<p>(Orang-orang beriman mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: &#8220;Kami dengar dan kami ta`at&#8221;. (Mereka berdo`a): &#8220;Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali&#8221;. [QS. Al-Baqarah (2): 285]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Ia berjalan dan berbicara dengan murid-murid-Nya. Mereka sungguh menikmati saat-saat mereka yang indah bersama dengan Dia! Namun pada suatu hari, Ia mengatakan sesuatu yang membuat mereka sangat sedih. Ia mengatakan bahwa tak lama lagi Ia akan meninggalkan mereka. Namun Yesus menenangkan mereka dengan menyampaikan perkataan ini,</p>
<p>&#8220;Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu; &#8220;Yaitu Roh kebenaran&#8230;.Kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.&#8221; Yohanes 14:16,17</p>
<p>Tuhan Yesus menyampaikan suatu janji yang indah kepada murid-murid-Nya. Ia berjanji akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka selama-lamanya. Dan ia tidak hanya akan menyertai mereka, melainkah Ia akan berada di dalam mereka. Kemudian Ia menambahkan perkataan ini: &#8220;Aku tidak akan meninggalkan kamu dalam keadaan tidak tenang: Aku akan datang kepadamu.&#8221; Jadi kita melihat bahwa kedatangan Roh Kudus itu akan menjadi kedatangan Tuhan Yesus sendiri untuk tinggal di dalam mereka.</p>
<p>Dengan perkataan lain Tuhan Yesus berkata, &#8220;Aku akan pergi, tetapi Aku akan kembali dan tinggal di dalam kamu melalui Roh Kudus.&#8221; Perkataan ini sungguh menghibur dan menguatkan para murid-Nya. Kemudian Yesus berkata: &#8220;Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.&#8221; Yohanes 14:20</p>
<p>Tak lama kemudian setelah Yesus mengucapkan perkataan ini, Ia disalibkan dan dikuburkan. Namun pada hari yang ketiga, Ia bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya. Empat puluh hari kemudian Ia terangkat kembali ke Surga ke tempat di mana Ia dipermuliakan. Alkitab mengatakan, &#8220;&#8230; dengan membangkitkan Dia (Yesus) dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Surga. Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.&#8221; Efesus 1:20, 21</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Penolong yang dijanjikan itu tidak mungkin ‘roh yang kudus’, begitulah kami menyebutnya untuk membedakan dengan Roh Kudus yang merupakan salah satu Nama Tuhan. Sebab ‘roh yang kudus’ itu telah ada di masa Yesus. Lalu mengapa Yesus berkata, “Aku AKAN mengutus”? Ini jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran itu belum diutus dan akan datang di masa datang. Coba lihat Yohanes 16:7!</p>
<p>Adalah lebih berguna bagi kamu jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penghibur (Comforter) itu tidak akan datang kepadamu. [Yohanes 16: 7]</p>
<p>Bukankah ‘roh yang kudus’ sudah datang? Mengapa Yesus berkata seakan penghibur itu belum datang? Sebab penghibur itu memang belum diutus. Kata ‘Penghibur’ adalah berasal dari kata Yunani yang berarti paracletos. Paracletos itu dapat berarti mengagungkan, memuji, dan penolong. Jika kata Paracletos diterjemahkan kembali ke bahasa Ibrani kata yang didapat adalah Himada, dalam bahasa Arab bisa juga Hamida, Ahmad, atau Muhammad. Begitulah nama Muhammad terdapat dalam Alkitab. Akan tetapi mereka menyembunyikannya. Ketika mereka menterjemahkan Alkitab dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, kemudian ke bahasa Inggris, kemudian ke bahasa Indonesia, nama Ahmad ikut diterjemahkan dan pada akhirnya menghilang dari bunyi aslinya. Coba lihat terjemahan Inggris dan terjemahan Indonesia di bawah ini, yang ternyata beda nomor ayatnya.</p>
<p>And I will shake all nations, and the DESIRE of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. [Hagai 2:7]</p>
<p>Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga BARANG YANG INDAH-INDAH kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. [Hagai 2:8]</p>
<p>Kata ‘desire’ dalam ayat itu berasal dari kata HIMADA. HIMADA bisa berarti pujian, keinginan, hasrat, dan kerinduan. Maka Alkitab berbahasa Inggris menterjemahkan kata HIMADA dengan desire yang berarti hasrat atau keinginan. Dan Alkitab berbahasa Indonesia menterjemahkannya sebagai ‘barang yang indah-indah’.</p>
<p>Seharusnya ayat itu diterjemahkan tanpa menterjemahkan kata HIMADA, menjadi demikian: “Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah (Rabbul bait).”</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: &#8220;<strong>Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu</strong>, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan <strong>memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku</strong>, yang namanya <strong>Ahmad (Muhammad) </strong>&#8221; Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: &#8220;Ini adalah sihir yang nyata&#8221;. [QS. Ash-Shaff: 6]</p>
<p>Yesus berkata, “Mu`jizat-mu`jizat yang dikerjakan Allah dengan tangan-tanganku menunjukkan bahwa aku berbicara yang dikehendaki Allah; sungguh tidak pula aku berbuat menjadikan diriku menganggap seperti dia (Messiah) yang kamu bicarakan. Karena aku tidak pantas untuk melepaskan ikat kaus kaki atau kancing sepatu <strong>Pesuruh Allah itu yang kamu panggil Messiah</strong>, <strong>yang telah diciptakan sebelum aku, dan akan datang setelah aku</strong>, dan akan membawa kata-kata kebenaran, sehingga agamanya <strong>tiada akan berkesudahan</strong>.” [Barnabas 42]</p>
<p>Yaitu dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. [Yohanes 1:27]</p>
<p>Mengenai Yohanes 1:19-28, orang Kristen mengklaim bahwa yang ditanya dan menjawab itu adalah Yohanes, sebab memang tertulis demikian dalam Alkitab mereka saat ini. Tetapi dalam Injil Barnabas orang yang ditanya dan menjawab itu adalah Yesus. Tetapi katakanlah bahwa yang ditanya dan menjawab itu adalah Yohanes. Tetap saja ini tidak membuktikan bahwa yang dimaksud Yohanes adalah Yesus, sebab Yesus itu telah ada di zaman Yohanes, sedang yang dimaksud Yohanes adalah seseorang yang datang kemudian setelah ia tidak di dunia ini. Adapun mengenai Yoh. 1: 29-31, jelas bahwa yang dilihat itu adalah Muhammad dalam ‘penampakkan’. Jika kita melihat Matius 17:1-8, maka akan jelaslah bahwa telah datang cahaya yang menyinari Yesus. Lalu terlihatlah bahwa Musa dan Eliyah turun berbicara dengan Yesus. Lalu tiba-tiba turunlah awan yang menaungi mereka dan ditampakkanlah suatu ‘penampakkan’. Lalu terdengar suara, “Perhatikanlah hamba-Ku, padanya Aku berkenan, dengarkanlah olehmu.” Dengan demikian semua yang hadir di situ pun menjadi kenal kepada sosok sang Pesuruh yang dijanjikan itu, sosok Muhammad Rasulullah saaw, cahaya bagi alam semesta. Para murid yang melihat pun tersungkur pingsan. Lalu Yesus membangunkan mereka, dan ketika mereka terbangun, semua penampakkan itu telah sirna; baik Musa, Eliyah, dan ‘sosok penampakkan Muhammad Rasulullah’ itu telah menghilang dari hadapan mereka.</p>
<p>Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. [QS. Al-Baqarah (2): 146]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Apakah kehidupan Kristen itu merupakan usaha untuk menjadi baik? Tidak. Apakah hal itu merupakan usaha untuk meniru orang-orang Kristen yang baik? Tidak. Apakah itu merupakan usaha untuk meniru Tuhan Yesus itu sendiri? Tidak, Kehidupan Kristen itu tidaklah demikian.</p>
<p>Kalau begitu, apakah sebenarnya Kehidupan Kristen itu? Kehidupan Kristen itu pada hakekatnya adalah Kristus yang hidup di dalam kita. Rasul Paulus mengatakan, &#8220;Bagiku hidup adalah Kristus.&#8221; Ia tidak mengatakan, &#8220;Bagiku hidup adalah berusaha menjadi seperti Kristus.&#8221; Tidak. Paulus mengatakan, &#8220;Bagiku hidup adalah Kristus.&#8221; Apakah maksud dari perkataan Paulus ini? Maksudnya adalah, &#8220;Bagiku hidup itu adalah memiliki Kehidupan Kristus di dalam aku.&#8221;</p>
<p>Jadi, bagaimanakah kita menjalani Kehidupan Kristen itu? Kita menjalaninya dengan mempercayai Tuhan Yesus yang hidup di dalam kita. Daripada kita coba berusaha menjalani kehidupan Kristen dengan segala usaha kita, marilah kita membiarkan Yesus itu hidup melalui kita. Kehidupan-Nya selalu menyenangkan Bapa. Ia berkata:</p>
<p>&#8220;Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.&#8221; [Yohanes 8:29]</p>
<p>Tuhan Yesus itu tidak pernah berubah. Kepribadian-Nya tidak berubah sejak dahulu hingga sekarang. Ia ingin hidup melalui kita. Ia akan melakukannya pada saat kita percaya kepada-Nya. Mari kita mendengarkan sekali lagi perkataan Tuhan Yesus yang indah ini, &#8220;Aku adalah Pokok anggur, kamu adalah ranting-rantingnya.&#8221; Kita tidak harus mencoba menjadi ranting-ranting, karena kita adalah ranting-ranting itu. Kita telah dipersatukan dengan Dia di dalam suatu persatuan yang hidup selama-lamanya.</p>
<p>Ketika kita menjalani kehidupan kita setiap hari, kita harus berpegang kepada kenyataan bahwa kita telah dipersatukan dengan Kristus. Ingatlah, iman terhadap kedudukan di dalam Dia menjadi nyata di dalam kehidupan kita.</p>
<p>Apakah artinya? Artinya adalah bahwa ketika kita mempercayai dan berpegang kepada kenyataan bahwa kita berada di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, maka kita menerima kekuatan untuk hidup sebagai anak Tuhan.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Ketika Kristian berkata, “Aku di dalam Yesus, dan Yesus di dalam aku.” Mereka tidak menafsirkan bahwa mereka bersatu secara esensi. Seharusnya penafsiran ini juga berlaku ketika Yesus berkata, “Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku.” Dan ketika Yesus berbuat untuk menyenangkan Bapa, seharusnya Kristian sadar bahwa Yesus itu hanyalah seorang hamba yang tunduk kepada Tuhan, dan bukannya Tuhan itu sendiri. Sekali lagi, sadarilah bahwa Trinitas adalah paham yang dipaksakan dan diada-adakan saja. Jika Kristian adalah ranting Yesus, lalu mengapa mereka berbuat tidak seperti pokoknya? Hal itu disebabkan mereka bukanlah ranting Yesus. Akan tetapi mereka itu adalah ranting Setan. Kenyataannya mereka dikuasai Setan dan hidup sebagai anak Setan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=11&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/12/hubungan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMENANGAN ATAS DAGING</title>
		<link>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/11/kemenangan-atas-daging/</link>
		<comments>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/11/kemenangan-atas-daging/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 22:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doktrinkristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/11/kemenangan-atas-daging/</guid>
		<description><![CDATA[Doktrin Kristen Trinitarian: Setiap orang Kristen menghadapi dua kuasa atau kekuatan yang berlawanan di dalam dirinya yaitu keinginan daging dan keinginan Roh. Roh Kudus ingin kita melakukan kehendak Tuhan tetapi keinginan daging ingin kita melakukan kehendak kita sendiri. Sebagian orang Kristen beranggapan bahwa sifat lama mereka telah dimusnahkan atau disingkirkan ketika mereka dilahirkan baru/diselamatkan. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=12&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Setiap orang Kristen menghadapi dua kuasa atau kekuatan yang berlawanan di dalam dirinya yaitu keinginan daging dan keinginan Roh. Roh Kudus ingin kita melakukan kehendak Tuhan tetapi keinginan daging ingin kita melakukan kehendak kita sendiri. Sebagian orang Kristen beranggapan bahwa sifat lama mereka telah dimusnahkan atau disingkirkan ketika mereka dilahirkan baru/diselamatkan. Namun sebenarnya tidaklah demikian keadaannya. Tuhan tidak memusnahkan atau menyingkirkan sifat lama kita yang berdosa ketika Ia menyelamatkan kita. Sebaliknya, Ia memberikan Roh-Nya untuk menakhlukkannya. Selama kita hidup di dunia ini, kita tetap akan memiliki keinginan daging dan keinginan daging ini akan selalu berlawanan dengan keinginan Roh Tuhan yang tinggal di dalam diri kita. Galatia 5:17 berkata:<span id="more-12"></span></p>
<p>&#8220;Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan &#8230;.&#8221;</p>
<p>Ketika kita dilahirkan baru, suatu perkara yang indah terjadi. Roh Kudus datang dan tinggal dalam kita. Dengan demikian setiap orang Kristen memiliki &#8220;daging&#8221; dan &#8220;Roh&#8221;, sedangkan orang yang belum diselamatkan hanya memiliki satu sifat saja yaitu sifat &#8220;daging&#8221;.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Sesungguhnya manusia itu mempunyai dua jalan, yaitu jalan taqwa dan jalan fujur (segala kefasikan). Dalam hati manusia itu terdapat aqal dan hawa nafsu. Aqal bersifat tunduk kepada ALLAH. Adapun hawa nafsu cenderung ingkar kepada ALLAH. Jadi bukan soal di dalam Adam atau di dalam Yesus, sebab keduanya, Adam dan Yesus, adalah satu. Ketika seseorang bersyahadah mengakui keesaan ALLAH dan kerasulan Muhammad saaw, bukan berarti hawa nafsunya menghilang. Akan tetapi dengan aqidah dan syariat Islam, seseorang akan dapat mengendalikan hawa nafsunya. Hanya saja tidak semua orang mau memegang aqidah Islam dan menjalankan syariat Islam dengan benar, sehingga ia sulit untuk mengalahkan hawa nafsunya.</p>
<p>Adapun Kristian, ketika mereka mengatakan bahwa Tuhan itu Tritunggal, berarti mereka telah mengikuti hawa nafsu mereka dan meninggalkan aqal budi mereka. Seandainya mereka mau mengikuti petunjuk Tuhan dan menggunakan aqal budi mereka, maka dengan izin ALLAH mereka akan dapat mengalahkan hawa nafsu dan mengakui keesaan ALLAH dan kerasulan Muhammad saaw. Akan tetapi selama mereka masih dalam aqidah sesat dan dalam syariat (cara hidup) yang sesat, maka selama itu pula mereka akan berada dalam kebinasaan atau maut. Selama mereka masih menghalalkan babi, anggur, darah (Imamat 11:1-47), maka selama itu pula fikiran dan tubuh mereka dalam kekotoran. Selama mereka tidak mau mengingkari Trinitas dan tidak mau mengakui keesaan ALLAH, maka selama itu pula jiwa dan hati mereka berada dalam maut.</p>
<p>Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun. [QS. An-Nisa`: 43]</p>
<p>TUHAN berfirman kepda Harun: “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah pertemuan, supaya jangan kamu mati (berdosa). Itulah suatu ketetapan turun-temurun. [Imamat 10:8-9]</p>
<p>TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila aurat seorang laki-laki mengeluarkan lelehan, maka najislah ia karena lelehannya itu.” [Imamat 15: 1-2]</p>
<p>Selama mereka belum bertaubat dan mengesakan ALLAH, berarti mereka hanya mempunyai satu sifat saja, yaitu sifat ‘daging’, hawa nafsu. Dengan begitu mereka berada dalam maut. Maka raihlah hidup kekal dengan mengakui keesaan ALLAH dan mengakui kerasulan Muhammad saaw.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Keinginan daging adalah sifat manusia yang hidup tanpa Tuhan. Hal itu menggambarkan keadaan manusia di luar Tuhan. Di dalam Alkitab, Tuhan mengatakan banyak perkara mengenai kedagingan dan tidak ada satupun yang baik yang dijelaskan tentang sifat itu! Di bawah ini ada lima ciri tentang sifat kedagingan itu:</p>
<p>a. Keinginan daging itu adalah sangat berdosa.<br />
b. Keinginan daging itu tidak mau mentaati Tuhan.<br />
c. Keinginan daging itu tidak dapat mengenal Tuhan.<br />
d. Keinginan daging itu tidak dapat menyenangkan Tuhan.<br />
e. Keinginan daging itu tidak dapat diubah menjadi baik.</p>
<p>Contoh dari bentuk perwujudan keinginan daging itu ialah kehendak diri sendiri yang membuat kita selalu ingin menuruti kehendak kita sendiri, hawa nafsu dan keinginan tubuh. Walaupun kita telah berusaha menyingkirkan semua itu dari hati kita dan menjadikan Kristus sebagai Raja kita, namun kita masih selalu digoda oleh mereka.</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Orang yang mengikuti hawa nafsunya saja, maka dia telah menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah. Hal itu menggambarkan keadaan manusia di luar Ilah yang benar.</p>
<p>Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [QS. Al-Qashash: 50]</p>
<p>Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku (sehingga dapat dikendalikan). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Yusuf: 53]</p>
<p>Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.&#8221; [QS. Al-Maidah: 77]</p>
<p>Maka hawa nafsu Qabil (Kain) menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. [QS. Al-Maidah: 30]</p>
<p>Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). [QS. Al-Furqan: 43-44]</p>
<p>Musa berkata: &#8220;Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal&#8221;. [QS. Asy-Syu’ara`: 28]</p>
<p>Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. [QS. Az-Zumar: 18]</p>
<p>Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu. [QS. Ath-Thalaq: 10]</p>
<p>Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah. [QS. Al-Jin: 4]</p>
<p>Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi. [Amsal 10:21]</p>
<p>Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan para pengkhianat mencelakakan mereka [Amsal 13:15]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Keinginan daging kita datang dari Adam. Tuhan ingin agar Adam dikuasai atau diperintah oleh Roh-Nya. Namun Adam tidak mentaati Tuhan. Ketika ia melanggar perintah-Nya, ia mengalami kematian secara rohani. Ia telah terpisah dari Roh Tuhan. Jiwa dan tubuh Adam telah menjadi berdosa. Adam yang seharusnya dikendalikan oleh Roh Tuhan, kini telah dikendalikan oleh jiwa dan tubuhnya yang berdosa yang disebut oleh Alkitab sebagai &#8220;keinginan daging.&#8221;. Oleh karena Adam adalah kepala bagi semua umat manusia maka ia telah mewariskan sifat yang telah berdosa ini kepada seluruh umat manusia.<br />
<strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Lagi-lagi kita melihat bagaimana mereka telah menuduh Adam sedemikian rupa. Begitu bencinya mereka kepada Adam, sebagaimana Setan telah begitu benci kepada Adam. Lupakah mereka betapa Adam telah dengan rela menjalani perintah Allah dan dengan tulus telah melakukan pertobatan? Betapa negatif fikiran mereka terhadap Adam, senegatif fikiran Setan, bapa mereka.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Tahukah Anda apa yang akan terjadi ketika keinginan daging menguasai manusia? Tubuhnya akan menjadi seperti &#8220;pabrik dosa.&#8221; Setiap orang tahu apa yang disebut &#8220;pabrik.&#8221; Pabrik adalah gedung yang digunakan untuk memproduksi barang tertentu.</p>
<p>Ketika dosa menguasai manusia, maka tubuhnya menjadi seperti &#8220;pabrik dosa.&#8221; Tuhan Yesus sendiri menyatakan tentang hal-hal yang diproduksi oleh pabrik ini. Ia berkata, &#8220;Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.&#8221; (Markus 7:21-23).</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Dengan mengikuti daging, seseorang akan menjadi pabrik dosa. Maka bertobatlah dari mengatakan Tiga dalam Satu. Dan katakanlah bahwa ALLAH itu esa! Dia tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tiada satu pun yang setara dengan Dia. Jika Anda berada dalam iman Kristen Tritunggal, maka hati Anda akan menjadi rusak, sehingga rusaklah segala fikiran dan perbuatan Anda.</p>
<p>Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah jasad seluruhnya. Tetapi jika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh jasadnya. Ingatlah bahwa segumpal daging itu adalah hati.</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Mengapa Ia menyalibkan kita bersama dengan Kristus? Jawabnya adalah supaya KITA TIDAK LAGI DIKUASAI OLEH KEINGINAN DAGING. Roma 6:6 menyatakan: &#8220;Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama Kristus supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.&#8221;</p>
<p>Tuhan telah menghukum dosa di dalam daging itu. Keinginan daging itu masih tetap ada bersama kita tetapi ia tidak lagi berhak menguasai atau memerintah di dalam hidup kita. Kuasanya atas kita telah dipatahkan. Kita mungkin masih akan berbuat dosa lagi namun kita tidak harus melakukannya. Kita dapat berkata &#8220;Tidak&#8221; kepada keinginan daging. Alkitab mengatakan, &#8220;Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, TETAPI BUKAN KEPADA DAGING, supaya hidup menurut daging.&#8221; Roma 8:12</p>
<p>&#8220;Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.&#8221; Roma 6:12</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Banyak doktrin-doktrin Trinitas yang didasarkan pada penyaliban Yesus. Padahal, sebagaimana kami telah jelaskan, penyaliban Yesus itu tidak pernah terjadi. Dan tidak ada perbedaan antara Yesus dengan Adam, mereka berada di satu jalan yang sama, jalan lurus. Tidak ada penyaliban Yesus untuk penyelamatan. Ini semua adalah dogma takhyul. Tidak semestinya orang yang berakal budi mengimani dogma seperti ini.</p>
<p>Dan (terkutuklah) karena ucapan mereka: &#8220;Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah&#8221;, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa. [QS. An-Nisa`: 157]</p>
<p><strong>Doktrin Kristen Trinitarian: </strong><br />
Tuhan bukan saja menghukum daging itu di kayu salib melainkan Ia juga melakukan sesuatu yang lain. Ia memberikan kita kuasa yang baru yaitu Roh Kudus. Alkitab mengatakan: &#8220;Dan karena kamu adalah anak, maka Tuhan telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita&#8230;.&#8221; (Galatia 4:6)</p>
<p>Roh Kudus itu adalah Tuhan. Ia bukanlah sekedar pengaruh atau kuasa untuk kebaikan. Ia adalah Pribadi yang hidup. Jangan sekali-kali kita mengartikan Roh Kudus itu hanya sebagai alat atau benda. Roh Kudus adalah Pribadi yang hidup dan Ia adalah Tuhan. Kita perlu selalu ingat akan kebenaran ini yaitu, &#8220;Roh Tuhan yang tinggal di dalam saya adalah Pribadi yang hidup. Ia adalah Tuhan yang diam di dalam hati saya.&#8221; Roh Kudus adalah Karunia Tuhan kepada setiap anak-Nya atau orang percaya. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam dia. Sekali Roh Kudus datang untuk tinggal di dalam hati kita, Ia tidak akan meninggalkan kita lagi. Tuhan Yesus berkata:</p>
<p>&#8220;Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran.&#8221; [Yohanes 14:16-17]</p>
<p><strong>Tanggapan kami: </strong><br />
Mengenai Yohanes 14:16-17, kami telah menjelaskan bahwa Penolong itu bukanlah roh yang kudus, melainkan Muhammad. Dan di situ dikatakan bahwa roh yang kudus adalah suatu karunia, anugerah, pemberian, hadiah. Bagaimana mungkin Tuhan menjadi suatu anugerah yang tercurah dari langit ke dalam jiwa manusia? Tuhan telah tercurah dan menyebar secara substansi? Tuhan menjadi hadiah dari Tuhan? Tuhan menanugerahkan Tuhan kepada jiwa manusia secara harfiah? Ini adalah suatu hal yang konyol.</p>
<p>Mengapa kami selalu menyebut kata ‘roh yang kudus’, dan bukannya Roh Kudus? Baiklah kita bahas mengenai Kis. 5:3-4, dua ayat yang digunakan Kristen Trinitarian sebagai dasar klaim mereka atas Trinitas.</p>
<p>(3) Tetapi Petrus berkata, “Ananias, bagaimana bisa bahwa Setan menguasai hatimu sehingga kamu sudah berbohong kepada Roh Kudus dan sudah menahan untuk dirimu sebagian dari uang yang kamu terima dari penjualan tanah itu?<br />
(4) Bukankah kepunyaan kamu sebelum tanah itu dijual? Dan setelah dijual, bukankah uangnya boleh kamu gunakan? Apa yang membuat kamu berpikir untuk melakukan hal seperti itu? Kamu bukan berbohong kepada manusia, tetapi kepada Allah.”</p>
<p>1. Kita harus memahami bahwa “Allah” dan “Pneuma Hagion” (“roh kudus”) dapat mengacu pada “pribadi” yang terpisah di dalam Tritunggal. Karena tidak ada ayat yang benar-benar menyatakan doktrin Tritunggal, keberadaannya dibangun dari asumsi dan dengan menyatukan ayat. Ayat seperti Kis 5:3 dan 4 digunakan sebagai “bukti,” untuk doktrin itu, tetapi itu benar-benar pemikiran melingkar. Doktrin diasumsikan, dan kemudian, disebabkan ayat ini sesuai dengan asumsi itu, ayat itu dinyatakan menjadi bukti doktrin itu. Bagaimanapun, paling baik ayat ini hanya bisa menawarkan pendukungan minim untuk Tritunggal, sebab ada jalan lain yang bisa diterima untuk menghadapi kedua ayat ini, secara rinci bahwa “Roh Kudus” kadang-kadang adalah penunjukan lain untuk Allah.</p>
<p>2. Telah jelas di dalam ayat-ayat ini bahwa Allah dan “Roh Kudus” disamakan, dan ini telah menyebabkan Trinitarian mengklaim bahwa ini membuktikan kasus mereka yang Allah dan “Roh Kudus” adalah sama. Tetapi ayat ini dengan jelas suatu contoh tentang Kesamaan Semitic, yang mana adalah salah satu dari alat kesusasteraan yang paling umum dipekerjakan di dalam Kitab Injil. “Allah” disamakan dengan “Roh Kudus.” Intinya adalah bahwa Ananias tidak berbohong kepada dua pribadi berbeda, tetapi kepada satu pribadi, Allah.</p>
<p>3. Trinitarian percaya bahwa “Roh Kudus” adalah “pribadi” ketiga di dalam tiga pribadi Tritunggal. Non-Trinitarian mengatakan bahwa tidak ada “pribadi ketiga”. Teks yang asli adalah semua huruf besar, maka tiap-tiap penggunaan adalah “ROH KUDUS.” Ada beberapa kali di dalam Versi Bahasa Inggris ketika “roh/spirit” dieja dengan huruf kapital “S” dan beberapa kali mempunyai suatu huruf kecil “s.” Ini semua adalah pekerjaan penerjemah, sebab semua Naskah Yunani awal adalah dalam kapital semua. Apakah “ROH KUDUS” harus diterjemahkan seperti “Roh Kudus” atau “roh kudus” harus ditentukan dari konteks (lebih pada kapitalisasi dan pemberian tanda baca).</p>
<p>Kepada yang tidak Tritunggal, roh yang kudus adalah 1) nama lain untuk Tuhan Bapa (dalam hal mana ditulis dengan huruf besar), 2) kuasa Tuhan yang sedang bekerja, atau 3) Anugerah Allah (roh) yang diberikan kepada yang percaya. Petrus menyatakan Roh Kudus dikaruniai pada Hari Pantekosta ketika ia berkata, “kamu akan menerima hadiah Roh Kudus” (Kis. 2:38). Sebab pneuma mempunyai beberapa maksud kontekstual yang harus selalu dipelajari secara hati-hati untuk menentukan maksud yang benar.</p>
<p>4. Allah dikenal dalam banyak nama dan tujuan di dalam Alkitab. Elohim, El Shaddai, Yahweh, Adon, “yang Maha Kudus Israel,” “yang Maha Tinggi” dan “Bapa” adalah hanya beberapa diantaranya. Pengarang dan Sarjana, Robert Young, menulis: “Roh digunakan untuk Allah itu sendiri, atau Pikiran Ketuhanan, Energi-Nya, Pengaruh, mengaruniai.” Ketika pneuma hagion, “roh kudus,” digunakan sebagai nama lain untuk Bapa, haruslah ditulis dengan huruf besar, sama halnya nama ditulis dengan huruf besar.</p>
<p>Ketika “roh kudus” mengacu pada roh yang Tuhan beri sebagai hadiah, harus tidak ditulis dengan huruf besar. Secara scriptural, “Roh Kudus” adalah sungguh berbeda dari “roh yang kudus.” Catatan kelahiran Kristus di dalam Lukas menyediakan suatu contoh baik tentang pentingnya untuk mengenali apakah “Roh Kudus” mengacu pada kuasa Tuhan atau nama lain untuk Tuhan. “Malaikat menjawab, ‘Roh Kudus akan datang atas kamu, dan kuasa yang Maha Tinggi akan menaungi kamu. Sehingga yang kudus dilahirkan akan disebut Putra Allah’“ (Lukas 1:35). Ayat ini dan Mat. 1:18-20 membuat Yesus Kristus menjadi Putra Roh Kudus, namun semua acuan lain kepada Yesus membuat dia Putra Bapa. Apakah Yesus mempunyai dua bapa? Tentu saja bukan. Di dalam arsip kelahiran Kristus, “Roh Kudus” adalah cara lain untuk mengacu pada Allah itu sendiri, dan bukan pribadi ketiga di dalam Tritunggal. Juga di dalam Kis. 5:3, “Roh Kudus” adalah nama lain untuk Tuhan.</p>
<p>Intinya tidak ada pribadi ketiga dalam Ketuhanan. Dan tidak ada pribadi kedua dalam Ketuhanan, sebab Yesus bukanlah Tuhan. Dan ini sudah kami bahas.</p>
<p>Dan Thomas menjawab dan berkata bagi dia, Tuhanku dan Allahku. [Yohanes 20:28]</p>
<p>1. Yesus tidak pernah menunjuk dirinya sebagai “Allah” di dalam pengertian yang absolut, lalu apa yang dapat dijadikan pelajaran dari perbuatan Thomas yang memanggil Yesus “Allahku?” Bahasa Yunani menggunakan kata theos, (“Allah” atau “Dewa”) dengan suatu maksud lebih luas dibanding hari ini. Di dalam Bahasa Yunani dan di dalam kultur, “ALLAH” (semua naskah awal Alkitab telah ditulis dalam huruf kapital semua) adalah suatu sebutan deskriptif berlaku untuk bidang otoritas/kekuasaan, mencakup Gubernur Roma (Kis 12:22), dan bahkan Setan (2 Kor. 4:4), dan juga Musa (Keluaran 7:1). Kata itu telah digunakan seseorang dengan otoritas ilahi. Itu tidaklah terbatas pada pengertian kemutlakannya sebagai nama pribadi untuk Tuhan yang tertinggi seperti yang kita gunakan hari ini.</p>
<p>Dengan bahasa dimasanya, ungkapan yang digunakan oleh Thomas pasti dapat dimengerti. Pada sisi lain, untuk membuat Thomas mengatakan bahwa Yesus adalah “Allah,” dan dengan begitu menjadikannya 1/3 dari Allah Tritunggal, nampak tidak masuk akal.</p>
<p>Ingat bahwa adalah umum pada waktu itu untuk menyebut wakil Allah sebagai “Allah,” dan Perjanjian Lama punya banyak contoh untuk itu. Ketika Yakub berjuang dengan “Allah,” itu telah jelas bahwa sebenarnya ia bergumul dengan seorang malaikat (Hosea 12:4).</p>
<p>3. Ada banyak pakar Trinitas yang mengakui bahwa tidak ada ilmu tentang Doktrin Tritunggal ketika Thomas berbicara seperti itu. Sebagai contoh, jika para murid percaya bahwa Yesus adalah “Allah” di dalam pengertian yang banyak dilakukan Kristian, mereka tidak akan “melarikan diri” beberapa hari sebelum ia ditangkap. Pengakuan dua murid yang berjalan ke Emmaus mempertunjukkan pemikiran para pengikut Yesus pada saat itu. Mereka berkata: “Yesus adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah…dan mereka menyalibkan dia; tetapi kita telah berharap agar ia adalah yang akan menebus Israel” (Lukas 24:19-21). Alkitab menjelaskan bahwa para murid ini berpikir bahwa Yesus adalah seorang “nabi”. Tidak ada bukti dalam Injil yang mengatakan bahwa para murid Yesus percaya bahwa dia adalah Allah, dan Thomas tidaklah memunculkan suatu theologi baru.</p>
<p>Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &#8220;Bahwasanya Allah adalah oknum ketiga dalam Trinitas&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. [QS. Al-Maidah (5): 72-73]</p>
<p>Berhentilah dari berkata Tiga dalam Satu. Sebab Allah itu adalah Yang Esa, Yang telah menciptakan langit dan bumi. TUHAN itu esa, bukan Tritunggal. Allah itu bukan Yesus, bukan pula roh yang kudus. Allah yang benar itu adalah TUHAN Yang Esa.</p>
<p>Jika Anda ingin masuk ke dalam hidup, maka akuilah Keesaan Allah yang benar, bukan Allah Tritunggal. Berhentilah mengatakan tiga dalam satu.</p>
<p>Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: &#8220;(Tuhan itu) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. [QS. An-Nisa` (4): 171]</p>
<p>Dengan mengakui Keesaan Allah dan mengakui bahwa Muhammad itu utusan Allah, maka Anda akan keluar dari maut dan masuk ke dalam hidup. Hanya Allah yang benar yang dapat menolong Anda, tetapi selama Anda tidak mau mengakui Keesaan Allah yang benar, maka Anda akan tetap dalam kuasa daging. Janganlah Anda jadikan hawa nafsu Anda sebagai ilah. Sebab hawa nafsu itu akan membuat Anda masuk ke dalam maut.</p>
<p>Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? [QS. Al-An’am (6): 95]</p>
<p>Allah adalah Pelindung, Penolong, dan Pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpin-pemimpinnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [QS. Al-Baqarah (2): 257]</p>
<p>Tidak ada yang dapat menolong dan membimbing Anda kecuali Allah yang benar. Maka biarkanlah cahaya Allah itu merasuk ke dalam hati Anda, sehingga Anda dapat menggunakan cahaya itu untuk membimbing jiwa Anda keluar dari kegelapan.</p>
<p>Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. [QS. Az-Zumar (39): 22]</p>
<p>Apakah Anda tidak peduli dengan kemurkaan Tuhan? Apakah Anda berani untuk melawan Tuhan? Takutlah Anda dari melawan Tuhan. Gunakanlah akal budi Anda! Carilah kebenaran sejati! Dan dapatkanlah cahaya iman yang menyelamatkan Anda.</p>
<p>Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Ankabut: 69]</p>
<p>Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. [QS. Ya Sin (36): 11]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doktrinkristen.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doktrinkristen.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doktrinkristen.wordpress.com&amp;blog=2162950&amp;post=12&amp;subd=doktrinkristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktrinkristen.wordpress.com/2007/11/11/kemenangan-atas-daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed4ee9a196f591e1c63321d0e68e0ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doktrinkristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
