PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Doktrin Kristen Trinitarian:
PADA MULANYA ALLAH (ELOHIM) MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI. [KEJADIAN 1:1]

Kapan dan sudah berapa lamakah Tuhan ada? Tuhan sudah ada dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya sebelum segala sesuatu ada. Alkitab mengatakan, “Pada mulanya Allah ….” (Kej. 1:1; Yoh 1:1). Keberadaan-Nya ialah dari kekal sampai kekal. Ia selalu ada, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Alkitab mengatakan: “… dari selama-selamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Tuhan.” (Mazmur 90:2)

Siapakah Tuhan yang keberadaannya dari kekal sampai kekal itu? Dia bukanlah sekedar kuasa atau pengaruh yang dahsyat. Dia adalah Pribadi yang sering kita sebut dengan Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Dialah yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ada. Dia adalah Sang Pencipta (Bapa: 1 Kor 8:6; Anak: Yoh. 1:30; Roh Kudus: Kej. 1:2; Yes. 40:12-13).

Tanggapan kami:
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy (dan terus mengurus ciptaan-Nya). [QS. As-Sajdah (32): 4]

Sesungguhnya Allah Tritunggal tidak pernah ada. Itu hanyalah khayalan yang dibuat-buat. Allah Tritunggal bahkan tidak pernah bisa dipahami dengan benar oleh ummat Kristen sendiri. Dia adalah paham yang sangat rumit dan mustahil. Kita akan coba bahas hal ini secara logika dan kitabiah.

Iman Trinitarian berkata bahwa Tuhan itu Tiga dalam Satu. Tetapi benarkah? Mari kita jawab menurut beberapa teori.

1. Bapa, Anak, dan Roh Kudus memiliki otoritas yang berbeda dan pengetahuan yang berbeda. Di satu sisi, Bapa adalah Mahamengetahui; di lain sisi, pengetahuan Anak dan Roh Kudus adalah terbatas. Trinitarian meyakini bahwa Yesus tidak tahu kapan tepatnya kiamat itu terjadi (Mat. 24:36). Yesus hanya tahu alamat atau tanda-tanda kiamat, sebagaimana Nabi Muhammad saaw juga telah mengetahui akan tanda-tanda akhir zaman. Dengan demikian pastilah ketiga Pribadi ini memiliki ‘kepala’ yang berbeda. Jika mereka tetap mengatakan bahwa Allah itu Satu Esensi. Maka mungkin yang dimaksud itu adalah Allah itu Tiga (‘kepala’) dalam Satu (‘tubuh’). Jadi, Tuhan dalam teori ini adalah suatu ‘monster’ berkepala tiga. Dan ini adalah konsep yang konyol.

2. Bapak, Anak, dan Roh Kudus tidak hanya berbeda dalam otoritas dan pengetahuan, akan tetapi juga berbeda dalam esensi. Sekarang coba lihat Mat. 3:13-17. Di situ dijelaskan bahwa Bapa mengurapi Anak dengan Roh Kudus. Apakah Anda mau berkata bahwa Allah mengurapi Diri-Nya Sendiri dengan Diri-Nya Sendiri? Ini adalah paham yang lebih konyol.

3. Dari dua teori di atas terbuktilah bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus bukanlah satu esensi yang sama. Berarti ada tiga esensi. Tiga esensi yang berbeda karakter dan berbeda tempat. Lalu bagaimana bisa disebut satu esensi, satu pribadi, atau satu karakter. Jadi jelaslah bahwa Bapa berbeda dengan Anak dan Roh Kudus. Dan setiap yang berbeda dengan Bapa, maka dia bukanlah Allah. Maka Anak dan Roh Kudus tidak bisa disebut Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Dan perbedaan esensi itu menyebabkan ketiganya tidak bisa disebut tunggal. Maka tidak ada Allah Tritunggal, sebab memang tidak ada tiga Allah yang membentuk satu Allah. Akan tetapi yang ada hanyalah Allah Tunggal, bukan Allah Tritunggal. ALLAH itulah Ilah kita, ALLAH itu Esa. Inilah sebabnya pada cover luar, kami tuliskan HUWA ALLAH AHAD, HUA ELOAH EHAD. Sebab dua kata ini memiliki makna yang sama. Yaitu: DIA ALLAH ILAH YANG ESA; HUA ALLAH YANG ESA.

4. Sepanjang Alkitab, Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Allah. Justeru dia menolak untuk disebut sebagai Allah. Dan Alkitab sendiri menjelaskan bahwa Yesus bukanlah Allah, sebab sifat Yesus sangat berbeda dengan Allah.

a. Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.” [Markus 10:18] Ayat ini jelas menunjukkan bagaimana Yesus menolak untuk disebut yang baik, sebab yang baik itu hanyalah Allah, sedangkan Yesus bukanlah Allah.

b. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. [Bil. 23:19] Sedangkan menurut Kis. 2:22 dan Luk. 22:69, Yesus adalah seorang manusia dan anak manusia. Maka Yesus bukanlah Allah. Allah Mahasuci dari kelemahan yang ada pada manusia, mustahil Allah merubah Diri-Nya menjadi manusia yang berdaging atau berhawa nafsu. Allah adalah Yesus? Yesus adalah Allah? Itu adalah hal yang konyol!

c. Allah tidak dapat dicobai. [Yakobus 1:13] Sedangkan menurut Ibrani 2:18, Yesus telah menderita karena pencobaan. Mengapa Yesus dapat menderita dan dapat dicobai jika dia memang Allah? Siapakah yang berani mencobai Allah? Untuk apa mencobai Allah? Mencobai Allah adalah hal yang sia-sia, sebab Allah tidak akan mengalami kejatuhan. Yang patut dicobai hanyalah manusia biasa yang berdaging. Dan Allah bukanlah manusia, dan Allah tidak dapat dicobai. Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah.

d. Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan yang dapat mati, sehingga Ia merubah rencana-Nya. [Bilangan 23:19 NRSV] Dalam versi ini disebutkan bahwa Allah bukanlah yang dapat mati. Sedangkan Yesus, menurut iman Kristen, telah mati untuk menebus dosa. Jika Yesus tidak mati, menurut iman Kristen, maka dosa waris tidak terhapuskan. Yesus mati, menurut iman Kristen, dan Allah tidak dapat mati menurut Alkitab NRSV. Maka Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah. Sebenarnya masih banyak perbedaan-perbedaan yang menunjukkan bahwa Allah bukanlah Yesus, dan Yesus bukanlah Allah.

5. Yahweh adalah yang memberikan Roh Kudus (Pneuma Hagion) kepada orang-orang Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yahweh dan Roh Kudus adalah dua pribadi yang terpisah. Tidak ada ayat yang benar-benar menyatakan doktrin Tritunggal, keberadaannya dibangun dari asumsi dan dengan menyatukan ayat. Ketika pneuma hagion mengacu pada roh yang Tuhan beri sebagai anugerah/hadiah, maka dia bukanlah Allah. Sehingga tidak ada oknum ketiga dalam ketuhanan, dan dengan sendirinya tidak ada Tritunggal. Jadi roh kudus itu adakalanya (1) Nama Bapa, (2) kuasa Tuhan yang sedang bekerja, atau (3) anugerah Allah berupa roh (spirit) yang diberikan kepada orang beriman. Dalam Kis. 2:38 dijelaskan bahwa Petrus berkata, “kamu akan menerima karunia roh kudus.” Apakah Allah itu seperti parcel/bingkisan yang bisa dikirim dari langit ke bumi? Tentu saja Allah tidak seperti itu. Jelaslah, roh kudus dalam Kis. 2:38 bukanlah Allah, melainkan roh yang suci (kudus) yang dianugerahkan Allah kepada orang-orang beriman.

Dalam Lukas 1:35 dikatakan: “Malaikat menjawab, ‘Roh Kudus akan datang atas kamu, dan kuasa yang Maha Tinggi akan menaungi kamu. Sehingga yang kudus dilahirkan akan disebut Putra Allah’“

Ayat ini dan Mat. 1:18-20 membuat Yesus Kristus menjadi Putra Roh Kudus, namun semua acuan lain kepada Yesus membuat dia Putra Bapa. Apakah Yesus mempunyai dua bapa? Tentu saja bukan. Di dalam arsip kelahiran Kristus, “Roh Kudus” adalah cara lain untuk mengacu pada Allah itu sendiri, dan bukan pribadi ketiga di dalam Tritunggal. Ini menghapuskan “masalah” manakah pribadi di dalam Tritunggal yang benar-benar menjadi bapa Yesus. Juga di dalam Kis. 5:3, “Roh Kudus” adalah nama lain untuk Tuhan.

6. Dalam Yoh. 20:28 dikatakan bahwa Tomas menyebut Yesus sebagai Allahku. Tetapi Yesus tidak pernah menunjuk dirinya sebagai “Allah” di dalam pengertian yang absolut. Bahasa Yunani menggunakan kata theos, (“Allah” atau “Dewa”) dengan suatu maksud lebih luas dibanding saat ini. Di dalam bahasa dan kultur Yunani, “ALLAH” (semua naskah awal Alkitab telah ditulis dalam huruf kapital semua) adalah suatu sebutan deskriptif yang berlaku untuk bidang otoritas/kekuasaan, mencakup Gubernur Roma (Kis 12:22), dan bahkan Setan (2 Kor. 4:4), dan juga Musa (Keluaran 7:1). Kata itu telah digunakan seseorang dengan otoritas ilahi. Itu tidaklah terbatas pada pengertian kemutlakannya sebagai nama pribadi untuk Tuhan yang tertinggi seperti yang kita gunakan dewasa ini.

DAN RAKYATNYA BERSORAK MEMBALASNYA: “INI SUARA ALLAH DAN BUKAN SUARA MANUSIA!” [KIS. 12:22]

YAITU ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA, YANG PIKIRANNYA TELAH DIBUTAKAN OLEH ALLAH ZAMAN INI [2 KOR. 4:4]

BERFIRMANLAH TUHAN KEPADA MUSA: “LIHAT, AKU MENGANGKAT ENGKAU SEBAGAI ALLAH BAGI FIRAUN, DAN HARUN, ABANGMU, AKAN MENJADI NABIMU. [KEL. 7:1]

Adalah umum pada waktu itu untuk menyebut wakil Allah sebagai “Allah,” dan Perjanjian Lama punya banyak contoh mengenai itu. Ketika Yakub berjuang dengan “Allah,” itu telah jelas bahwa sebenarnya ia bergumul dengan seorang malaikat (Hosea 12:4).

Banyak pakar Trinitas yang mengakui bahwa tidak ada pengetahuan tentang Doktrin Tritunggal pada saat Tomas berbicara seperti itu. Jika para murid percaya bahwa Yesus adalah “Allah” di dalam pengertian yang banyak dilakukan Kristian, mereka tidak akan “melarikan diri” beberapa hari sebelum ia ditangkap. Pengakuan dua murid yang berjalan ke Emmaus menunjukkan pemikiran para pengikut Yesus pada saat itu. Mereka berkata bahwa Yesus “adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah…dan mereka menyalibkan dia; tetapi kita telah berharap agar ia adalah yang akan menebus Israel” (Lukas 24:19-21). Alkitab menjelaskan bahwa para murid ini berpikir bahwa Yesus adalah seorang “nabi.” Tidak ada bukti dalam Injil yang menunjukkan bahwa para murid Yesus percaya bahwa dia adalah Allah, dan Tomas tidaklah memunculkan suatu theologi baru.

7. Dengan penjelasan-penjelasan di atas, terbukti bahwa Allah itu bukan Tritunggal. Allah itu Tunggal, ada pun Yesus dan roh kudus bukanlah Allah.

8. Ada banyak ayat yang dipaksakan untuk mendukung Trinitas, akan tetapi tetap saja tidak berhasil. Diantaranya 1 Yoh. 5:7-8. Akan tetapi jika kita melihat Alkitab Terjemahan Lama, maka ayat itu berbunyi: Karena tiga yang menjadi saksi di surga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohulkudus, maka ketiga-Nya itu menjadi Satu dan ada tiga menjadi saksi di bumi, yaitu Roh dan air dan darah, maka ketiganya itu menjadi satu tujuan. [1Yoh. 5:7-8] Ayat ini mengatakan ‘satu tujuan’, ‘satu kesaksian yang sama’, bukan satu wujud atau satu substansi.

Dalam Yoh. 10:30 dikatakan “Aku dan Bapa adalah satu.” Ayat ini juga tidak bisa digunakan untuk membuktikan bahwa Yesus dan Bapa membentuk satu Tuhan. Sebab satu di sini maksudnya adalah satu tujuan. Orang Indonesia sangat mengerti arti semboyan Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-Beda Tetapi Satu. Apakah satu substansi? Tentu saja bukan, melainkan satu tujuan, memiliki tujuan yang sama, memiliki maksud yang sama, memiliki keinginan yang sama, memiliki kehendak yang sama.

Coba bandingkan dengan Al-Qur`an surat Ali Imran ayat 18: “Allah memberi kesaksian bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Di dalam Yohanes 17:11,21 dan 22, Yesus berdoa kepada Tuhan agar para pengikutnya akan menjadi “satu” seperti dia dan Tuhan adalah “satu.” Kita berpikir adalah jelas nyata bahwa Yesus tidaklah berdoa bahwa semua para pengikutnya akan menjadi satu eksistensi atau “unsur” sama halnya ia dan Bapa adalah satu eksistensi atau “unsur.” Kita percaya bahwa maksudnya adalah: Yesus sedang berdoa bahwa semua para pengikutnya menjadi satu tujuan sama halnya ia dan Tuhan adalah satu tujuan, suatu doa yang belum dikabulkan.

9. Romo Soedarmo dalam bukunya menyatakan bahwa Trinitas tidak dapat dimengerti: “Agama Islam bercorak rasionalitas, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti, bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insyaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (Ikhtisar Dogmatika hal 114).

10. a. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”[QS. Al-Maidah (5): 72]

b. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah adalah oknum ketiga dari Trinitas”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah yang benar selain Ilah Yang Esa. [QS. Al-Maidah (5): 73]

c. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Al-Masih yang telah Engkau utus. [Yoh. 17:3]

Ayat ini adalah merupakan syahadat, kesaksian, kredo, bahwasanya tiada Ilah selain ALLAH, dan Yesus adalah utusan ALLAH. Sebagaimana syahadat dalam Islam adalah: aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain ALLAH, dan Muhammad adalah utusan ALLAH. Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Allah, melainkan hanya utusan Allah.

d. Kata Yesus: “… aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” [Yoh. 20:17] Jika Yesus itu Allah dan sama seperti Bapa, mengapa ia telah membedakan dirinya dengan Bapa dengan berkata: “Bapa, Allahku.” Maka jelaslah bahwa Yesus hanyalah utusan Allah, dan bukannya Allah itu sendiri.

11. Matius 20:23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Dari ayat tersebut bisa kita lihat betapa Yesus dan Bapa adalah dua substansi berbeda yang memiliki kesadaran dan otoritas yang berbeda. Jika Yesus dan Bapa adalah satu Substansi, tentu Yesus memiliki kesadaran dan otoritas yang sama untuk bisa menentukan seseorang duduk di sebelah kirinya atau di sebelah kanannya.

Doktrin Kristen Trinitarian:
Berbeda dengan Tuhan, alam semesta ini memiliki titik permulaan. Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini. Ia menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan seluruh keberadaan alam semesta ini bergantung kepada Tuhan. Kejadian 1:1 menyatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Kata ‘menciptakan’ disini tidak berarti memindahkan/menghadirkan sesuatu yang sudah ada ke tempat lain yang pada mulanya tidak ada sehingga menjadi ada, tetapi membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (ex nihilo). Jadi tanpa bahan. Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan langit dan bumi? Ia menciptakannya dengan Firman-Nya.

“Oleh Firman Tuhan langit dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentara-Nya.” [Mazmur 33:6]

Firman Tuhan itu berkuasa! Firman Tuhan itu juga bersifat menciptakan, karena segala sesuatu yang difirmankan-Nya itu semuanya terjadi. Alkitab mengatakan:

“Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” [Mazmur 33:9]

“Berfirmanlah Allah: ‘Jadilah ….'” Kej. 1:3,6,9,11,14,20,24,26

Tanggapan kami:
Dengan Nama Allah segala sesuatu menjadi ada, dengan Nama Allah segala sesuatu tetap ada, dan kepada Allah segala sesuatu akan kembali. Allah, jika Dia berkehendak untuk Menciptakan sesuatu, maka cukuplah dia berfirman: “Kun, Jadilah,” maka jadilah apa yang Dia kehendaki itu.

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]

Tidak ada perbedaan mengenai hal ini antara Islam dan Kristen, kecuali mengenai siapa Allah itu. Dan hal tersebut telah dijelaskan sebelumnya. Hanya saja Anda harus menggaris bawahi kata ‘firman’ dan kata ‘jadilah’. Sebab kedua kata ini punya makna yang cukup besar dalam pembahasan-pembahasan berikutnya.

Doktrin Kristen Trinitarian:
Karena segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, maka siapakah yang memiliki semua dan segala sesuatu? Tentu ini berarti bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan karena Dia adalah Pencipta segalanya.

Mengapa Tuhan menciptakan segala sesuatu ini? Ia menciptakannya untuk kemuliaan-Nya. Alkitab mengatakan:

“… yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku ….” [Yesaya 43:7]

“… segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” [Kolose 1:16]

Melalui ciptaan-Nya, Tuhan juga telah menyatakan kuasa, kemuliaan dan hikmat-Nya. Alkitab mengatakan:

“…langit menceritakan kemuliaan Tuhan dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” [Mazmur 19:1]

Karena Tuhan adalah Pencipta segala sesuatu, maka Dia sajalah yang patut atau layak dipuji dan disembah. Apakah arti penyembahan itu? Penyembahan adalah ungkapan kasih, penghormatan dan ketaatan yang patut diberikan kepada Tuhan. Kita tidak boleh menyembah manusia, malaikat, makhluk ataupun benda-benda lain. Alkitab mengatakan:

“Engkau harus menyembah Tuhan, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [Matius 4:10]

“Ya Tuhan, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” [Wahyu 4:11]

Tanggapan kami:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, [QS. Ali Imran (3): 190]

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS. Adz-Dzariyat (51): 56]

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. [QS. Al-Baqarah (2): 21]

(Firman Allah kepada Musa:) Sesungguhnya Aku ini (EGO EIMI), Akulah Allah, tidak ada Ilah yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Tha Ha (20): 14]

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU (EGO EIMI).” [Keluaran 3:14]

Alam semesta adalah tanda akan adanya Pencipta. Alam semesta adalah cara Allah untuk memperkenalkan Diri-Nya, seakan Ia berfirman: “Inilah Aku (EGO EIMI), Yang telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan.” Segala ciptaan yang ada di langit, di bumi, dan yang berada di antara keduanya memperkenalkan Allah kepada kita. Dengan demikian, segala sesuatu yang diciptakan itu adalah ayat, tanda, firman, kalimah, logos TUHAN. Begitu juga Yesus, dia adalah logos TUHAN, firman TUHAN, kalimah TUHAN, sebab dia telah memperkenalkan TUHAN kepada kita. Begitu juga para nabi dan para rasul utusan Allah, mereka semua telah memperkenalkan Allah kepada kita. Begitu juga Nabi Muhammad saaw. Nabi Muhammad saaw pernah ditanya oleh para shahabat, bagaimanakah Allah itu? Di satu kesempatan nabi bersabda, “Janganlah kamu fikirkan Sang Pencipta, tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Sebab dengan memikirkan ciptaan-Nya, kita akan mengenal betapa Mahakuasa Sang Pencipta. Dan di lain kesempatan Nabi saaw bersabda sebagimana yang telah disabdakan Yesus kepada hawariyun, “Jika kamu sudah melihat aku, kamu sudah melihat ALLAH.” (Yohanes 14:9) Sebab apa yang disabdakan para Nabi bukanlah keluar dari dirinya sendiri, tetapi dari ALLAH Yang telah mengutus mereka.

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). [QS. An-Najm (53): 4 ]

Apa yang aku katakan kepadamu, tidak aku katakan dari diriku sendiri, tetapi Bapa. [Yohanes 14:10]

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa baik Yesus maupun Muhammad Rasulullah saaw adalah manusia biasa yang diberikan wahyu. Mereka bukanlah Tuhan itu sendiri, melainkan utusan-Nya. Jika Yesus itu Allah, mengapa ia tidak punya kuasa untuk berbicara dari dirinya sendiri? Maka jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah itu sendiri, melainkan utusan-Nya. Segala ciptaan adalah ekspresi dari Sang Pencipta, sebagaimana syair adalah ekspresi dari sang pujangga, melalui syair kita mengenal sang pujangga.

Lalu apa maksudnya Yesus di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Yesus? Ini adalah frase yang biasa digunakan saat itu, dan tidak bisa diartikan secara harfiah yang mengacu kepada Tritunggal. Coba bandingkan dengan Yohanes 14: 20, Yesus berkata: “kamu di dalam aku dan aku di dalam kamu.” Apakah murid-murid Yesus adalah Yesus, yang dengan demikian mereka juga Allah? Tentu saja tidak bisa diartikan secara harfiah seperti itu. Sekali lagi, Tritunggal itu hanya khayalan yang dipaksakan.

Kemudian, kita diciptakan Allah adalah untuk menyembah berbakti kepada-Nya, sebab kita adalah ciptaan-Nya, milik-Nya, hamba-Nya. Sebagai hamba, tentu haruslah tunduk patuh kepada Tuannya. Itulah Islam, tunduk patuh dan berserah diri kepada ALLAH Al-Ahad, bukan Allah Tritunggal.

About these ads

25 Komentar »

  1. Wahai kawan-kawan, bacalah buku Menjawab Doktrin Tritunggal, karya Frans Donald (ada di Gramedia / toko buku). Disitu juga ada komentar pendeta, teolog kristen, Lembaga Alkitab Indonesia, serta Romo, yang komentar-komentarnya juga tegas terang-terangan menolak Trinitas dan mengatakan “Yesus bukan Allah!”.
    Selamat membaca!

    • Bhakti Sanjaya said

      Untuk teman2 yang sudah bersusah payah memberikan penjelasan tentang Doktrin2 Kekristenan, saya pantas mengangkat jempol, karena anda menguasai begitu banyak hal2 yang mungkin orang Kristen sendiri tidak tahu, MANTAP.. Tetapi, satu hal kesimpulan yang saya lihat dari semua penjelasan anda justru memperlihatkan betapa Yesus Kristus itu benar2 adalah Allah Yang Menjadi Manusia, yang rela mati untuk menebus dosa2 kita semua. Sebagai tambahan informasi untuk artikel anda adalah:

      1. Hanya YESUS-lah satu2nya yang berani mengklaim bahwa TIDAK ADA JALAN, KEBENARAN & KEHIDUPAN yang lain (siapapun itu dan bagaimana pun caranya) untuk sampai kepada BAPA/ALLAH (Yohanes 14:6). Bagaimana dengan Nabi anda? Apakah berani memberikan jaminan itu??
      2. Hanya Yesuslah nantinya yang berhak memberikan memberikan PENGHAKIMAN (Yohanes 5:22-23). Nah, kalau begitu nabi anda pun nantinya akan dihakimi oleh Tuhan Yesus lho.. Ya udah, mending dari sekarang anda membuka mata hati anda untuk melihat FAKTA ke depan

      Sebenarnya masih banyak yang saya bisa berikan untuk mengomentari artikel anda, tetapi saya rasa tidak ada gunanya untuk berargumentasi dengan anda. Lebih anda membuka hati dan MENCOBA untuk percaya dari pada sibuk mencari KEKURANGAN orang lain yang nota bene anda sendiri TIDAK MENGERTI apa yang anda bahas..

      Selamat merenungkan ya..

      GBU

      • Anonymous said

        Saya Setuju Sama yang diatas.. Tuhan Yesus 100% manusia dan 100% Allah..

      • orang suci tanpa darah, tanpa pakaian, disiksa lg emmm, itukah yg patut disembah, kalau tuhan allah mengapa yesus disembah, tuhan bukan manusia cooy… ayat dlm injil mengatakan babi dan alkohol tidak boleh disentuh dan dimakan, mengapa org kristen makan babi dan setiap misa meminum air suci tapi ternyata Alkohol, berfikir pakai logika bukan pakai dengkul.

    • Diva Ardie said

      TRITUNGGAL/TRINITAS adalah suatu yg paling inti dlm Kristen, tanpa itu tdk akan ada Kristen atau Bible bahkan Yesus pun tdk akan ada. Krn Kristen berbicara ttg penyelamatan. Umat islam tdk bisa mengerti krn ajaran utk mendapatkan keselamatan berdasarkan usaha mrk sendiri (Qs 13 : 11) dgn cara mendirkan shalat 5X sehari ditambah dgn tahajud dll. Tanpa semua itu mrk sdh pasti ke jahanam, itupun tdklah mudah krn mrk juga tdk konsekwen utk memenuhi syarat2 yg sdh di tetapkan itu

      • rian said

        Tuhan Yesus, berikan hikmat bagi anak2Mu biar mereka bisa dipakai untuk membongkar semua ketidabenaran oleh orang yang tidak memahamiMu. amin

  2. STEVANUS said

    Kenapa yah anda begitu yakin bahwa agama Islam yang paling benar, sementara anda tidak mengetahui kebenarannya sama sekali. Anda menggunakan buku lain sebagai saksi, sementara kitab sucimu sendiri tidak kau komentari. Anda memandang salah alkitab sementara anda tidak memiliki bukti. Bagaimana mungkin kau anggap al-quran benar jika semua agama lain kau anggap salah. DASAR FANATIK

  3. agus said

    Saya percaya anda pernah membaca perkataan junjungan anda nabi muhammad bahwa ” agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu ” jadi tidak perlu mengomentari atau mengkritik agama orang lain , saya percaya ada sisi lemah dan kuat dalam setiap ajaran maupun kepercayaan tetapi itu bukan sebagai tolak ukur apakah agama itu sesat . karena nabi muhammad sendiri tidak berani mengatakan kristen kafir , justru ada beberap hal yang Alquran yang menegaskan untuk percaya pada ktab Injil dan jabur jadi buat saya anda berlebihan dalam mengomentari agama orang lain .

  4. silent said

    tidak ada satu pun ayat dlm kitab suci manapun yg menyatakan yesus menyatakan diri sebagai tuhan dan wajib disembah

    • Diva Ardie said

      Spt halnya muhamad apakah dia sdh di sunat ? Coba tunjukan ayat mana dlm quran yg mengatakan muhamad sdh di sunat ? Siapakah saksinya kalau muhamad menerima wahyu dari si jibril ? Bukankah itu semua bohong ? Tdk bisa di pertanggung jawabkan sama sekali. Siapakah yg menyaksikan muhamad isra mikraj ? Bukankah itu hanyalah mimpi saja ? Terlalu bayak kalau kita mau mengeritik quran/ajaran islam itu dan tdk bisa di pertanggung jawabkan sama sekali.

      • anton said

        anda itu goblok..jelas-jelas yesus g pernah menyatakan dirinya tuhan kok anda angkat dia menjadi tuhan.. ingat tuhan kok mati disalib dan minta tolong lagi.. ha.ha.ha.. koq ada tuhan goblok gitu…

  5. Handz Adz Dzikir said

    OPEN YOUR EYES !!! OPEN YOUR HEART !!! IN THE NAME OF ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA,,,AKU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH

  6. dengar..pahami…dan renungkanlah

  7. co_politikus said

    Al-kafirun ayat 6= tuhanmu adalah tuhanmu, tuhanku adalah tuhanku. agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku.
    saya akan menanggapi komentar STEVANUS……
    KAMI MERASA ITU BENAR KARENA KAMI YAKIN ATAS KEBENARAN ITU, sedangkan ANDA MERASA ITU SALAH KARENA ANDA YAKIN ITU SALAH……
    kami merasa itu benar karena kami hanya punya 2 dasar untuk meyakinkan kami atas kebenaran itu, yaitu AL-QUR’AN dan AL-HADIST…….
    KEBENARAN MEMANG PUNYA SEMUA MANUSIA, TAPI KEBENARAN HANYA 1…..
    mohon untuk tidak sakit hati, yang saya sesalkan adalah kata “KONYOL” dalam pernyataan diatas. ITU TIDAK BENAR DAN MENYAKITKAN HATI UMAT KRISTEN….
    saya minta untuk diperbaiki lagi, karena nabi Muhamad saw. tidak pernah mengarjakan seperti itu………
    terima kasih……..

  8. Morphic said

    Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan.

  9. then said

    Iman tidak dapat dilogikakan…..skali YESUS tetap YESUS, sbab DIA yg menjaminku….saat km mengenal YESUS, lihatlah ada kenyamanan yg dasyat yg tak kau dapatkan diluar YESUS….

    TUHAN YESUS memberkatimu…amin…:-)

  10. nogebanget said

    Yaaa Allah…. ampunilah mereka yang tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan dan mereka yakini…

  11. djoko said

    gini saja deh….didalam alqran,yg akan menjadi hakim dan menentukan kite2 msk surga or neraka adalah isa,yg tertinggi di dunia dan akhirat adalah Isa,yg tdk berdosa isa,yg mengetahui ttg akhirat adalah Isa,jalan yg lurus adalah Isa….pertanyaannya mengapa begitu bodohnya para umat islam,shg tdk menjadikan Isa sbg jalan keselamatannya??melainkan berbelok pada muhamad yg notabene dia masih minta terus didoakan spy masuk sorga…dimana dia, saudaranya dan anaknya sendiri dia tdk bisa jamin masuk surga

    Jabir melaporkan bahwa Nabi berkata, “Tidak satu per-buatan amalpun dari kamu dapat
    menjamin kamu ke Firdaus atau tidak dapat menyelamatkan kamu dari api neraka. Aku pun tidak akan selamat tanpa anugerah Allah.”
    Suatu Hadis berbunyi sebagai berikut:
    “Abu Huraira menceritakan tatkala ayat, “Buatlah keluargamu menjadi takut”, diwahyukan kepada Nabi, Nabi bangkit dan menyatakan, “Oh, kaum Quraysh, dan kamu anak-anak Abdul Manaf, dan kamu Abbas, anak dari Abdul Muttalib, dan kamu, Safiyyah bibiku, aku tidak dapat menyelamatkan kamu dari hukuman pada hari kebangkitan. Jagalah dirimu sendiri, oh, anakku Fatimah; kamu dapat mempergunakan milikku, tetapi saya tidak dapat menyelamatkan kamu dari murka Allah. Jagalah dirimu baik-baik (Buehari).

    Jika saya jadi anda,saya akan tetap jadi muslim tetapi mengimani Isa sebagai juruselamat saya….!!!

    jika anda cerdas,coba anda cari kelebihan2 muhamad di alqran dan bandingkan dengan kelebihan2 Isa dlm alqran juga…mana yg lebih baik???jawablah dengan jujur!..bukankah dialqran sendiri menggambarkan Isa lebih hebat dan lebih mulia dari muhamad?? dan ujung2nya dialqran sendiri mengatakan Isalah yg menjadi penentu???jadi bertindak cerdaslah kawan….

    akan tetapi saya akui muhamad memang cerdik,shg dia menciptakan ayat2 yg katanya dari bisikan Allah dimana tidak pernah ada saksinya untuk menunjukkan dialah nabi dan yg termulia dari nabi???hehehe…dan herannya,umat muslim kog mau percaya begitu saja ya???apakah ini yg dinamakan pekerjaan iblis??,dimana mereka yakin yg dipercaya itu benar adanya padahal justru tidak benar (sama halnya dgn para teroris amrozi dkk yg sampai matipun menganggap perbuatan biadabnya adalah benar dan mereka yakin akan masuk sorga)??umat muslim tidak sadar sdh disesatkan oleh iblis yg membisiki muhamad,yg mana seharusnya org datang kepada Isa agar selamat,menjadi datang dan mengikuti muhamad yg notabene tdk yakin selamat(masuk surga)…..hmmmmm…memang pekerjaan iblis itu licin dan licik sekali,shg manusia tdk sadar sudah dibohongi….karena memang, dia ingin setelah mati manusia menemani dia di neraka…

    cobalah sekali2 anda2 kritis thd alqranmu…jangan hanya ingin terus memojokkan iman org lain….God bless

    • anonim said

      Tiga dalam satu.
      Manusia:tubuh,roh dan jiwa
      Allah:yesus,roh kudus dan allah
      So tritunggal adalah esa

    • Kafir said

      @djoko,,

      agama islam tidak boleh dikritisi,..karena siapa yang mengkritisi agama alloh dan rasulnya, harus dibunuh….hehe

  12. Hamba Allah said

    Sesungguhnya Islam adalah agama yang sempurna, tidak dilebih-lebihkan atau dikurangkan. Injil yang sekarang tersebar sudah bukan yang asli firman Allah, tapi sudah dipalsukan oleh irang nasrani itu sendiri.
    semoga kalian semua diberi berkah oleh Allah SWT. Amin.

    • anonim said

      Tiga di dalam satu.
      Seperti juga manusia yang mepunyai 3 elemen yaitu:tubuh,jiwa dan roh.
      Yesus adalah TUBUH Allah
      Allah adalah JIWA Allah
      Roh kudus adalah ROH Allah
      So Allah adalah esa dalam ketritunggalannya.
      So jgn bangga dengan tuhanmu yang memiliki jiwa tp tdk memiliki tubuh dan roh.

    • Kafir said

      memang benar, islam adalah agama yang sempurna menurut Allah bngsa Arab. anda jangan hanya bisa omong doang alkitab telah dipalsukan. ayo tunjukan alkitab yang asli, kapan dipalsukan, oleh siapa dan mengapa dipalsukan.

  13. anonim said

    Tiga didalam satu.
    Seperti juga 1 orang manusia yang mempunyai 3 elemen yaitu:tubuh,jiwa da roh.
    Yesus adalah TUBUH Allah
    Allah adalah JIWA Allah
    Roh kudus adalah ROH Allah
    So Allah adalah Esa dalam ketritunggalannya.dan firman mengatakan “kamu diciptakan sesuai dengaj gambar dan rupa Allah”
    So jgn bangga dgn Tuhanmu yg esa tp tdk memiliki tubuh dan roh.

  14. Kafir said

    jangan pernah membandingkan Allah islam dengan Tuhan kristen, karena keduanya berbeda dan sangat berbeda. tidak ada persamaan didalamnya.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: