Doktrin Kristen Trinitarian:
Keberadaan manusia di atas bumi ini bukanlah muncul dengan sendirinya atau hasil proses evolusi dari binatang. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakannya.
Berfirmanlah Tuhan: “Baiklah Kita menjadikan manusia … maka Allah menciptakan manusia itu ….” [Kejadian 1:26, 27]
Yesus berkata, “Sebab pada awal dunia, Tuhan menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” [Markus 10:6]
Alkitab melaporkan bahwa manusia diciptakan Tuhan pada hari ke enam dari seluruh rangkaian penciptaan yang ada. Manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
“Maka Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan diciptakan-Nya dia; … itulah hari keenam.” [Kejadian 1:26-31]
Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berarti adanya unsur-unsur tertentu yang Allah ciptakan di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia itu menjadi makhuk mulia melebihi ciptaan Allah lainnya. Unsur-unsur tertentu tersebut misalnya adalah pikiran, spiritualitas dan lain-lain yang menyebabkan manusia bisa berpikir, memiliki hikmat, mengasihi, bersekutu dengan Tuhan dan lain-lain. Namun demikian, walaupun manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, perlu diingat bahwa terdapat perbedaan kualitas antara ciptaan dan Penciptanya. Bagaimanakah manusia pertama itu diciptakan? Ia diciptakan dari tanah, lalu Allah menghembuskan nafas-Nya ke dalam hidung. Kejadian 2:7 menyatakan: “Kemudian Tuhan Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan nafas yang memberikan hidup ke dalam lobang hidungnya”.
Manusia pertama yang diciptakan-Nya itu bernama Adam. Setelah menciptakan Adam, Tuhan memandang tidak baik jika Adam sendirian, maka diciptakan-Nya-lah seorang penolong yang sepadan dengan Adam. Bagaimana penolong Adam itu diciptakan? Ketika Tuhan membuat Adam tidur nyenyak. Tuhan mengambil salah satu dari rusuk Adam, kemudian menutup tempat itu dengan daging. Dari rusuk Adam itulah dibangun Allah seorang perempuan. Ia bernama Hawa. Kejadian 2:18-22; 3:20. Demikianlah kisah Tuhan menciptakan manusia.
Tanggapan kami:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.[QS. Al-Baqarah (2): 30]
Adalah benar bahwa Allah telah menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu. Dan Dia menciptakan Hawa tanpa ibu. Lalu apa sulitnya bagi Allah untuk menciptakan Yesus tanpa bapak?
Dalam suatu hadits ada dikatakan bahwa Allah menciptakan Adam seperti citra-Nya (ka shurotih). Dan penjelasannya adalah seperti yang telah dijelaskan di atas. Dan menurut mufassir, Adam diciptakan pada hari Jum’at (hari keenam). Tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini. Hanya saja jika Anda melihat Kej. 1:26 itu dan membaca: “Kita”, maka ayat ini disangka sedang menjelaskan bahwa Allah itu jamak, Tritunggal, bukannya Tunggal. Insya Allah kami akan menjelaskan hal ini.
1. Elohim dan Adonim, Kata-Kata Ibrani untuk Tuhan, menjadi jamak. Jika ini secara harfiah bermaksud suatu kejamakan pribadi-pribadi, itu akan diterjemahkan “Para dewa.” Tetapi bangsa Yahudi, yang sungguh-sungguh menganut Ke-Tuhanan Yang Mahaesa dan secara menyeluruh terbiasa dengan idiom bahasa mereka sendiri, belum pernah memahami penggunaan yang jamak untuk menandai adanya kejamakan di dalam Tuhan. Penggunaan yang jamak ini adalah untuk pembesaran/pengagungan, dan disebut sebuah “jamak keagungan” atau sebuah “jamak penekanan,” dan digunakan untuk intensifikasi. Banyak Sarjana Ibrani mengidentifikasi penggunaan “kita/kami” ini sebagai penggunaan jamak keagungan atau jamak penekanan, dan kita percaya hal ini juga.
2. Jamak keagungan adalah umum digunakan pada saat ini. Pribadi-pribadi menyatakan diri mereka masing-masing di dalam jumlah yang jamak. “Anugerah pada istana kami,” “Itu adalah harapan kami,” adalah ungkapan para raja yang umum di dalam proklamasi mereka.
Adalah umum jika seseorang bermartabat besar dan berkuasa, di dalam menyatakan dirinya saja, menggunakan kata ‘kami’ sebagai ganti ‘aku’. Raja Perancis mengatakan, “Kami, Charles yang kesepuluh.” Raja Spanyol mengatakan, “Kami, Ferdinand yang ketujuh.” Kaisar Rusia mengatakan “Kami, Alexander,” atau “Kami, Nicholas”.
Jamak keagungan dapat dilihat di Ezra 4:18. Di dalam Ezra 4:11, orang-orang Trans-Euphrates menulis, “Kepada Raja Artaxerxes, dari para pelayanmu.” Kitab Ezra melanjut, “Raja mengirim jawaban ini: Sambutan. Surat yang kamu kirim kepada kami telah dibaca dan diterjemahkan.” Jadi, walaupun orang-orang menulis kepada raja sendiri, raja menggunakan kata “kami.” Adalah umum dalam surat-menyurat bahwa kejamakan digunakan ketika seseorang berbicara tentang niatnya.
Sungguh baik diketahui bahwa Al-Qura`an yang menentang doktrin Tritunggal, namun sering menghadirkan Tuhan berkata “Kami”, ketika berbicara hanya Sendiri. Ini menunjukkan bahwa penggunaan terminologi seperti itu tidaklah menandakan suatu orang banyak. Jika tak seorangpun menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Trinitarian, maka penggunaan kata “Kami” atau “Kita” dalam beberapa tempat di Alkitab sebaiknya juga tidak dijadikan sebagai suatu bukti doktrin Tritunggal.
3. Nama Tuhan bukanlah satu-satunya kata yang dijamakkan untuk penekanan (walaupun ketika kejamakan tidak terlihat sebagai tatabahasa baik, penerjemah yang pada umumnya mengabaikan kejamakan Ibrani dan menterjemahkannya sebagai bentuk tunggal, maka akan menjadi susah untuk menyoroti kebanyakan Versi Bahasa Inggris/Indonesia).
Setelah Kain membunuh Abel, Tuhan berkata kepada Kain, “suara dari darah-darah saudaramu menangis kepada-Ku dari tanah” [Kejadian 4:10] Kejamakkan menekankan kengerian tindakan.
Di dalam Kejadian 19:11, orang-orang Sodom yang menginginkan Lot terluka adalah sangat terpengaruh oleh “kebutaan-kebutaan (blindnesses).” Kata “kebutaan-kebutaan,” menunjukkan bahwa kebutaan itu adalah total.
Lewi tidak menceritakan kepada orang-orang untuk makan buah dari suatu pohon untuk tiga tahun, dan di dalam tahun yang keempat buah adalah “suatu tawaran memuji kepada Tuhan” (Lewi 19:24). Kata Ibrani untuk “pujian” adalah jamak, menekankan untuk pujian besar.
Mazmur 45:15 menandakan dari orang yang dibawa ke dalam kehadiran Mesias. Mengatakan, “Mereka dialirkan dengan kegembiraan.” Ibrani yang benar-benar membaca “kegembiraan,” menekankan kegembiraan yang besar.
Di dalam Yehezkiel 25, Tuhan sedang menyatakan tentang apa yang telah terjadi atas Israel dan apa yang Ia akan lakukan tentang itu. Mengenai Philistines, Ia berkata, “Philistines yang membalaskan dendam…Aku akan menyelesaikan balas dendam besar pada mereka” (Yehezkiel 25:15 dan 17). Di dalam Teks Ibrani, balas dendam yang kedua , balas dendam Tuhan, adalah dalam bentuk jamak, menandakan balas dendam yang total yang Tuhan akan menimpakannya.
Doktrin Kristen Trinitarian:
Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Ia menciptakan manusia untuk kemuliaan-Nya. Tuhan ingin manusia yang dibentuk menurut gambar dan rupa-Nya dapat memuliakan-Nya. Alkitab menyatakan: “…yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku….” [Yesaya 43:7]
Tanggapan kami:
Allah Menciptakan manusia agar menyembah-Nya. Tetapi tanpa mengenal Allah, bagaimana seseorang akan mencintai-Nya, dan tanpa mencintai-Nya, bagaimana mungkin seseorang itu akan menyembah-Nya. Jadi manusia diciptakan agar manusia mengenal, mencintai, dan menyembah memulyakan Allah. Dan manusia juga memiliki tugas sebagai wakil Allah di muka bumi. Allah Yang Mahamemelihara telah mengamanatkan pemeliharaan bumi kepada kita. Dan bumi ini akan tetap lestari selama kita menjaganya sesuai dengan hukum dan aturan Allah yang disampaikan melalui para utusan-Nya.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS. Adz-Dzariyat (51): 56]
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. [QS. Al-Baqarah (2): 30]
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yohanes 17:3]
Dalam Kitab Khuthbatul Habib Thahir bin Husain dikatakan: “Ketahui olehmu bahwa ushul agama itu adalah mengenal Yang disembah sebelum menyembah-Nya, dan itulah haqiqat makna syahadat.”
Jadi kita harus mengenal dahulu satu-satunya Allah yang benar, baru kemudian menyembah-Nya dengan cara yang diajarkan Rasulullah sang pembawa syariat. La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah; tiada ilah yang benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah.
Hotdi berkata
Tiada ilah lain yg benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah,hanyalah seruan omong kosong klu tak mengimani Tritunggal.Allah Bapa,Anak,Roh Kudus adalah satu.Artinya lakukanlah Kasih(Bapa) dgn mengorbankan keegoan(Anak) melalui perbuatan suci(Roh Kudus).Apa ada yg salah dgn ini??? Dasar seruan kamu 2 dimensi,tak berisi,tak berujung.menggantung,masih mencari2 jalan lurus.Lakon Tritunggal itulah yg dijalani Yesus dan banyak mulut berkata bahwa Dia ada di sorga.Sedangkan Muhammad tidak ada satu mulutpun berkata bahwa dia ada di sorga.
Apa bedanya kedua orang ini? Yesus melepaskan manusia dari segala bentuk ikatan.Sedangkan Muhammad mengikat manusia ke suatu ikatan yg sangat mutlak. Makanya kami mengimani Tritunggal seperti yg dilakoni Yesus.Sedangkan anda tetaplah membahas Tritunggal untuk kesenangan kepada keterikatan egomu sampai ke liang kubur.
Moh. Zaini berkata
La ilaaha illallah, muhammad Rasulullah… tritunggal yang diimani pengikut Isa adalah penyesatan ketauhidan. sungguh sangat naif bila mereka umat kristen mengatakan Tuhan punya anak. di dalam Islam, dlam alQur’an Surat al Ikhlas disebutkan; Qul Huwallahu ahad, Allahus Shomad, lam yalid walam yulad,.. pernyataan tegas ini memperjelas bahwa Allah dalam pandangan Islam adalah “tidak dilahirkan, dan tidak melahirkan”. sebaliknya jika umat kristen beranggapan Tuhannya punya anak, inilah yang di satu sisi disebut 1) melecehkan Tuhan, atau merendahkan martabat Tuhan dan sejajar dengan manusia, 2) untuk apa berTuhankan makhluk yang juga sama seperti manusia. jika yang dimaksud Tuhan itu adalah Nabi Isa (dalam kristen disebut Jesus), lagi-lagi ini kesalahan besar. Isa itu Nabiyullah Alaihissalam yang diutus untuk mentauhidkanNya. bahkan di dalam alQur’an, Allah mempertanyakannya terhadap Nabi Isa, “wahai Isa, apakah benar engkau menyebutkan diri sebagai Tuhan”, kata Isa,.. “jika hamba mengatakan demikian, bukankah engkau lebih mengetahui isi bisikan di dalam hati hamba”. ayat ini sebagai penegas, bahwa Allah tunggal (ahadun), dan mengenai konsep trinitas adalah penyesatan dan perbuatan syirik yang tak termaafkan di hadapan Allah
Yesus bukan Allah! berkata
Wahai kawan-kawan, bacalah buku Menjawab Doktrin Tritunggal, karya Frans Donald (ada di Gramedia / toko buku). Disitu juga ada komentar pendeta, teolog kristen, Lembaga Alkitab Indonesia, serta Romo, yang komentar-komentarnya juga tegas terang-terangan menolak Trinitas dan mengatakan “Yesus bukan Allah!”.
Selamat membaca!
Hotdi berkata
Spt yg saya katakan bahwa dalam menyikapi siapa Tuhan Yang Esa adalah tergantung cara pandang kita.Faktanya pd kekristenan ada dimensi Ketuhanan yg unik pd kehadiran Yesus.Agama Islam sangat tidak setuju dgn hal itu dan anda tidak bisa memahami apa yg kami pahami padahal Tuhan ada di segala dimensi.Tidak cukup anda mengutip ayat2 dr kitab suci anda malah anda batasi juga dimensi Ketuhan yg kami yakini dr kesaksian ayat2 Injil.Memang di Injil tdk ada satupun pernyataan Yesus menyatakan Dianya Tuhan bahkan Bapa yg Dia maksudkan pun tdk ada dijelaskanNya secara rinci.Apa krn Dia tdk tau menjelaskan spt bijaknya penjelasan anda? Tuhan yg Esa tdk terbatas pd ucapan kata2 walaupun kata2 itu penuh dgn kata maha.Krn Tuhan Esa bukan pd situasi berkekurangan sehingga Dia butuh kata pujian dari manusia.Tindakan hidup kitalah yg bersaksi bhw Tuhan yg Esa ada di semua dimensi.Tindakan yg bgmana?Ya pastilah hidup spt Yesus.Bertindak di segala dimensi artinya bebas dari segala ikatan.Umumnya yg mengikat manusia adalah hal indrawi yg dituang dlm bentuk aturan lisan dan tulisan. Yg kulihat,kudengar,kucium,kucicip,kuraba hrs begini begono.Spt Panca kehendak malaikat terindah(Yesaya 14;13-14) dan akibatnya adalah Yes14;15:’Sebaliknya,ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan,ke tempat yang paling dalam di liang kubur’.
Nah..kelima indrawi tadilah berkonspirasi membentuk pribadi manusia layak tidaknya bersekutu dgn Yg Maha Esa.So..apa tindakan kita.Ya,seperti pengorbanan Yesus.Dlm Lukas 12:49-53 Yesus berharap pertentangan 5 ego supaya dibakar pd api yg menyala.Dlm hidupNya,Dia telah melepaskan ke’raga’anNya.
Dlm Lukas 14;25-35 Yesus juga menjelaskan ttg melepaskan kepemilikan.Dan puncaknya adalah seperti domba yg dibawa ke pejagalan.Apa untungnya melepas kepemilikan,supaya hidup bermakna bagi diri dan orang lain.Krn klu masing2 mempertahankan kepemilikan maka kekacauanlah terjadi.Maka mari kita korbankan kepemilikan spy Kerajaan Allah datang,Lukas 17:21.Kembali pada pokok.Umumnya kedua orang tua berkorban untuk anak.Entah kebetulan,pengorbanan dikonotasikan sbg anak.Yesus yg mengorbankan kepemilikan menjadi anak di Kerajaan Allah.Kami yg meneladani Yesus dan memanggilNya Anak (Kerajaan) Allah.Kemudian pada Yesaya 9:5;’Sebab seorang anak tlh lahir utk kita,seorang putra telah diberikan untuk kita;lambang pemerintahan ada di atas bahunya,dan namanya disebutkan orang; Penasihat Ajaib,Allah yang Perkasa,Bapa yang Kekal,Raja Damai.
Saudara2! Hal ini akan terucap oleh perbuatan.Bukan oleh doktrin.Moga anda dpt memahami, kalau tak bisa,silahkan bawa pemikiran anda hanya pd kaum anda untuk kebaikan diri kalian sendiri!
co_politikus berkata
saya setuju pernyataan HOTDI tentang cara memandang tuhan memang berbeda-beda……….
umat islam memandang bahwa allah swt. itu tunggal, tidak beranak, tidak beribu………..
umat kristen memandang tuhan memiliki 3 kepribadian……….
kita wajib meyakini dan meresapi apa yang dikatakan kitab suci kita masing-masing……..
jadi kesimpulannya agama tidak dapat di perdebatkan, karena kita memiliki kebenaran masing-masing walaupun kebenaran hanya satu……..
kita bisa mendapatkan kebenaran yang hakiki hanya dengan dialog antar agama, itu juga kembali pada diri kita masing-masing…..
mari kita memperdalam agama masing-masing dengan akal sehat yang telah diberikan tuhan kepada kita
kevin berkata
shalom saudara-saudara yang terkasih. saya yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah!!!!!!!!!!!!!!! karena Dia telah menebus dosa manusia suapaya manusia bisa selamat dari maut!!!!!!!!!!!!!!
Moh. Zaini berkata
tidak ada istilah penebusan, yang ada.. bahwa seluruh umat manusia, masing-masing bertanggungjawab dihadapan Allas Swt. mengapa,… karena manusia telah dibekali dengan akal untuk memilih mana yg baik dan mana yang buruk.. dan manusia juga telah diberikan pedoman hidup yaitu alQur’an.. dan telah dikrimkan seorang utusan yaitu Muhammad Saw, sebagai teladan… sehingga siapapun yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan dan yang berbuat buruk juga dibalas dengan keburukan. jd, bila ada istilah penebusan, itu bohong besar… pelajari kembali keyakinan anda…
punisher berkata
agama kristen memandang bahwa menjadi manusia itu tidak baik. makanya kekristenan mengajarkan mati dari manusia dan menjadi makhluk lain. kalau ada dikatakan bahwa gambar manusia itu gambar Tuhan, berarti mati dari manusia sama juga memisahkan diri dari gambar Tuhan. gambar apakah yang dimiliki oleh orang2 kristiani?
artikelislami berkata
Wah, di sini orang2 bisa berkomentar dg bebas.
Tdk spt forum LAI. Saya dah sering ditolak di sana. Siapa ya adminnya?
boby berkata
bukunya enak di baca ,klo bisa kirimin donk buat aku penggemar Bapak
boby berkata
sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna adanya, dengan berbagai macam keunikan yang terdapat didalamnya, diantaranya seperti:adam dari debu tanah, hawa dari tulang rusuk adam, direkam di tempat tesembunyi (hubungan sexs antara suami dan istri), dilahirkan didalam kristus.
naomi berkata
Sangat salut dengan tulisannya, karena untuk percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah pun sulit. Karena banyak orang anti alkitab.
Yesus tentu saja bukan Allah di dalam kemuliaan yang sesungguhnya. Karena siapakah yang bisa tahan berdiri di hadirat Allah?
Tetapi di dalam Yesus, orang bisa melihat Allah.
Firman Tuhan:
(Yoh. 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.)
Dan kita semua harus menunggu kedatangan-Nya untuk melihat kemuliaan Allah yang sesungguhnya.
Allah menyatakan diriNya kepada setiap manusia secara pribadi. Kita bisa ‘menemukan’ Dia juga secara pribadi. Dia akan mengajar sendiri (langsung) di dalam hati tiap orang “yang percaya” kepada Yesus Kristus melalui Roh Kudus. Bukan melalui artikel-artikel, pelajaran pendeta, buku-buku bacaan dll. Semua itu hanya sarana manusia untuk membawa kita kepadaNya.
Firman Tuhan:
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang “Penolong yang lain”, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia “tidak dapat menerima Dia”, sebab “dunia tidak melihat Dia” dan “tidak mengenal Dia”. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yoh 14:16,17)
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yes. 55:6)
Dimin Gamindal berkata
LAHKUM INUKUM WALIYA DIN….SURAH AL-MAIDAH
Moh. Zaini berkata
jika anda mengutip ayat alQur’an, jangan salah melafadkannya; yang benar; LAKUM DINUKUM WA LIYADIN…
Irene berkata
Pasal 29 UUD 1945
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
so???
sebagai umat Kristiani yang juga warga negara Indonesia yang pada dasarnya merupakan sebuah negara Bhineka Tunggal Ika..
saya meminta agar kita semua saling menghargai kepercayaan masing-masing dan tidak saling menyalahkan atau pun menghujat. karena kebenaran yang sejati, sebenarnya hanya dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa.
esa berkata
setuju bahwa agama tidak perlu diperdebatkan..
karena itu urusan manusia dgn Tuhan..saya percaya semua agama itu baik dan tujuannya adalah menyembah Tuhan YME.
Tinggal bagaimana individu2 nya menjalankan ajaran agama masing2, tanpa perlu memperdebatkan ajaran agama lain.
aku Islam berkata
Kepercayaan yang mengatakan Yesus itu anak tuhan adalah salah sama sekali. Ini adalah kerana dari mula penciptaan Nabi Adam beliau tidak pernah dilantik oleh Allah sebagai tuhan dan tidak satu ayatpun dari alkitab yang betul2 firman Allah yang mengatakan nabi-nabi tertentu anak Allah atau tuhan seperti Allah. Nabi Ibrahim iaitu moyang bangsa bani israil sendiripun memperhambakan diri kepada Allah dengan membinasakan patung-patung yang disembah oleh kaumnya semasa itu.
Nabi-nabi berikutnya selepas nabi Ibrahim (sebelum Yesus) juga tidak kedengaran mereka itu tuhan atau anak tuhan. Tetapi semasa zaman Yesus ini barulah dikatakan oleh pengikutnya sebagai tuhan atau anak tuhan. Allah mengutuskan para nabi sejak dari nabi Adam hinggalah nabi terakhir iaitu Nabi Muhamad SAW untuk mengingatkan manusia bahawa tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakan dan Allah itu tidak menyerupai sesuatu apapun yang boleh digambarkan. Orang-orang kristen dan yahudi patut faham perkara ini. Sebab itu nabi terakhir bukan lagi dari kalangan bani israel tetapi dari kalangan bangsa arab iaitu Nabi Muhamad SAW. Ini terjadi kerana bani israel tidak boleh diharap dan selalu mendustakan perintah Allah. Semua ini Allah sudah tahu sejak azali lagi. Jadi fikirkanlah semua umat manusia akhir zaman ini semoga kamu tidak melakukan kebaikan yang sia-sia kerana perkara yang paling penting iaitu Allah tuhan yang satu yang patut disembah dan diakui dan tiada yang lain sepertinya atau sebahagiannya atau sekecil-kecil mana sepertinya kerana Allah itu tuhan yang tunggal.
aneeta berkata
butuh iman untuk mengakui bahwa Yesus itu adalah Tuhan. and thanks to Jesus, He gave me faith to call Him….Lord of the lords. untuk apa jadi org pinterrr tapi gag punya iman, justru akan mendukakan RK saja. Yesus tidak untuk diperdebatkan, krn Dia dtg tidak atas nama ‘agama’, tapi krn ‘penggenapan’…..