PENCIPTAAN MANUSIA

Doktrin Kristen Trinitarian:
Keberadaan manusia di atas bumi ini bukanlah muncul dengan sendirinya atau hasil proses evolusi dari binatang. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakannya.

Berfirmanlah Tuhan: “Baiklah Kita menjadikan manusia … maka Allah menciptakan manusia itu ….” [Kejadian 1:26, 27]

Yesus berkata, “Sebab pada awal dunia, Tuhan menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” [Markus 10:6]

Alkitab melaporkan bahwa manusia diciptakan Tuhan pada hari ke enam dari seluruh rangkaian penciptaan yang ada. Manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

“Maka Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan diciptakan-Nya dia; … itulah hari keenam.” [Kejadian 1:26-31]

Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berarti adanya unsur-unsur tertentu yang Allah ciptakan di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia itu menjadi makhuk mulia melebihi ciptaan Allah lainnya. Unsur-unsur tertentu tersebut misalnya adalah pikiran, spiritualitas dan lain-lain yang menyebabkan manusia bisa berpikir, memiliki hikmat, mengasihi, bersekutu dengan Tuhan dan lain-lain. Namun demikian, walaupun manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, perlu diingat bahwa terdapat perbedaan kualitas antara ciptaan dan Penciptanya. Bagaimanakah manusia pertama itu diciptakan? Ia diciptakan dari tanah, lalu Allah menghembuskan nafas-Nya ke dalam hidung. Kejadian 2:7 menyatakan: “Kemudian Tuhan Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan nafas yang memberikan hidup ke dalam lobang hidungnya”.

Manusia pertama yang diciptakan-Nya itu bernama Adam. Setelah menciptakan Adam, Tuhan memandang tidak baik jika Adam sendirian, maka diciptakan-Nya-lah seorang penolong yang sepadan dengan Adam. Bagaimana penolong Adam itu diciptakan? Ketika Tuhan membuat Adam tidur nyenyak. Tuhan mengambil salah satu dari rusuk Adam, kemudian menutup tempat itu dengan daging. Dari rusuk Adam itulah dibangun Allah seorang perempuan. Ia bernama Hawa. Kejadian 2:18-22; 3:20. Demikianlah kisah Tuhan menciptakan manusia.

Tanggapan kami:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.[QS. Al-Baqarah (2): 30]

Adalah benar bahwa Allah telah menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu. Dan Dia menciptakan Hawa tanpa ibu. Lalu apa sulitnya bagi Allah untuk menciptakan Yesus tanpa bapak?

Dalam suatu hadits ada dikatakan bahwa Allah menciptakan Adam seperti citra-Nya (ka shurotih). Dan penjelasannya adalah seperti yang telah dijelaskan di atas. Dan menurut mufassir, Adam diciptakan pada hari Jum’at (hari keenam). Tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini. Hanya saja jika Anda melihat Kej. 1:26 itu dan membaca: “Kita”, maka ayat ini disangka sedang menjelaskan bahwa Allah itu jamak, Tritunggal, bukannya Tunggal. Insya Allah kami akan menjelaskan hal ini.

1. Elohim dan Adonim, Kata-Kata Ibrani untuk Tuhan, menjadi jamak. Jika ini secara harfiah bermaksud suatu kejamakan pribadi-pribadi, itu akan diterjemahkan “Para dewa.” Tetapi bangsa Yahudi, yang sungguh-sungguh menganut Ke-Tuhanan Yang Mahaesa dan secara menyeluruh terbiasa dengan idiom bahasa mereka sendiri, belum pernah memahami penggunaan yang jamak untuk menandai adanya kejamakan di dalam Tuhan. Penggunaan yang jamak ini adalah untuk pembesaran/pengagungan, dan disebut sebuah “jamak keagungan” atau sebuah “jamak penekanan,” dan digunakan untuk intensifikasi. Banyak Sarjana Ibrani mengidentifikasi penggunaan “kita/kami” ini sebagai penggunaan jamak keagungan atau jamak penekanan, dan kita percaya hal ini juga.

2. Jamak keagungan adalah umum digunakan pada saat ini. Pribadi-pribadi menyatakan diri mereka masing-masing di dalam jumlah yang jamak. “Anugerah pada istana kami,” “Itu adalah harapan kami,” adalah ungkapan para raja yang umum di dalam proklamasi mereka.

Adalah umum jika seseorang bermartabat besar dan berkuasa, di dalam menyatakan dirinya saja, menggunakan kata ‘kami’ sebagai ganti ‘aku’. Raja Perancis mengatakan, “Kami, Charles yang kesepuluh.” Raja Spanyol mengatakan, “Kami, Ferdinand yang ketujuh.” Kaisar Rusia mengatakan “Kami, Alexander,” atau “Kami, Nicholas”.

Jamak keagungan dapat dilihat di Ezra 4:18. Di dalam Ezra 4:11, orang-orang Trans-Euphrates menulis, “Kepada Raja Artaxerxes, dari para pelayanmu.” Kitab Ezra melanjut, “Raja mengirim jawaban ini: Sambutan. Surat yang kamu kirim kepada kami telah dibaca dan diterjemahkan.” Jadi, walaupun orang-orang menulis kepada raja sendiri, raja menggunakan kata “kami.” Adalah umum dalam surat-menyurat bahwa kejamakan digunakan ketika seseorang berbicara tentang niatnya.

Sungguh baik diketahui bahwa Al-Qura`an yang menentang doktrin Tritunggal, namun sering menghadirkan Tuhan berkata “Kami”, ketika berbicara hanya Sendiri. Ini menunjukkan bahwa penggunaan terminologi seperti itu tidaklah menandakan suatu orang banyak. Jika tak seorangpun menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Trinitarian, maka penggunaan kata “Kami” atau “Kita” dalam beberapa tempat di Alkitab sebaiknya juga tidak dijadikan sebagai suatu bukti doktrin Tritunggal.

3. Nama Tuhan bukanlah satu-satunya kata yang dijamakkan untuk penekanan (walaupun ketika kejamakan tidak terlihat sebagai tatabahasa baik, penerjemah yang pada umumnya mengabaikan kejamakan Ibrani dan menterjemahkannya sebagai bentuk tunggal, maka akan menjadi susah untuk menyoroti kebanyakan Versi Bahasa Inggris/Indonesia).

Setelah Kain membunuh Abel, Tuhan berkata kepada Kain, “suara dari darah-darah saudaramu menangis kepada-Ku dari tanah” [Kejadian 4:10] Kejamakkan menekankan kengerian tindakan.

Di dalam Kejadian 19:11, orang-orang Sodom yang menginginkan Lot terluka adalah sangat terpengaruh oleh “kebutaan-kebutaan (blindnesses).” Kata “kebutaan-kebutaan,” menunjukkan bahwa kebutaan itu adalah total.

Lewi tidak menceritakan kepada orang-orang untuk makan buah dari suatu pohon untuk tiga tahun, dan di dalam tahun yang keempat buah adalah “suatu tawaran memuji kepada Tuhan” (Lewi 19:24). Kata Ibrani untuk “pujian” adalah jamak, menekankan untuk pujian besar.

Mazmur 45:15 menandakan dari orang yang dibawa ke dalam kehadiran Mesias. Mengatakan, “Mereka dialirkan dengan kegembiraan.” Ibrani yang benar-benar membaca “kegembiraan,” menekankan kegembiraan yang besar.

Di dalam Yehezkiel 25, Tuhan sedang menyatakan tentang apa yang telah terjadi atas Israel dan apa yang Ia akan lakukan tentang itu. Mengenai Philistines, Ia berkata, “Philistines yang membalaskan dendam…Aku akan menyelesaikan balas dendam besar pada mereka” (Yehezkiel 25:15 dan 17). Di dalam Teks Ibrani, balas dendam yang kedua , balas dendam Tuhan, adalah dalam bentuk jamak, menandakan balas dendam yang total yang Tuhan akan menimpakannya.

Doktrin Kristen Trinitarian:
Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Ia menciptakan manusia untuk kemuliaan-Nya. Tuhan ingin manusia yang dibentuk menurut gambar dan rupa-Nya dapat memuliakan-Nya. Alkitab menyatakan: “…yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku….” [Yesaya 43:7]

Tanggapan kami:
Allah Menciptakan manusia agar menyembah-Nya. Tetapi tanpa mengenal Allah, bagaimana seseorang akan mencintai-Nya, dan tanpa mencintai-Nya, bagaimana mungkin seseorang itu akan menyembah-Nya. Jadi manusia diciptakan agar manusia mengenal, mencintai, dan menyembah memulyakan Allah. Dan manusia juga memiliki tugas sebagai wakil Allah di muka bumi. Allah Yang Mahamemelihara telah mengamanatkan pemeliharaan bumi kepada kita. Dan bumi ini akan tetap lestari selama kita menjaganya sesuai dengan hukum dan aturan Allah yang disampaikan melalui para utusan-Nya.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS. Adz-Dzariyat (51): 56]

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. [QS. Al-Baqarah (2): 30]

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yohanes 17:3]

Dalam Kitab Khuthbatul Habib Thahir bin Husain dikatakan: “Ketahui olehmu bahwa ushul agama itu adalah mengenal Yang disembah sebelum menyembah-Nya, dan itulah haqiqat makna syahadat.”

Jadi kita harus mengenal dahulu satu-satunya Allah yang benar, baru kemudian menyembah-Nya dengan cara yang diajarkan Rasulullah sang pembawa syariat. La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah; tiada ilah yang benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah.

About these ads

43 Komentar »

  1. Hotdi berkata

    Tiada ilah lain yg benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah,hanyalah seruan omong kosong klu tak mengimani Tritunggal.Allah Bapa,Anak,Roh Kudus adalah satu.Artinya lakukanlah Kasih(Bapa) dgn mengorbankan keegoan(Anak) melalui perbuatan suci(Roh Kudus).Apa ada yg salah dgn ini??? Dasar seruan kamu 2 dimensi,tak berisi,tak berujung.menggantung,masih mencari2 jalan lurus.Lakon Tritunggal itulah yg dijalani Yesus dan banyak mulut berkata bahwa Dia ada di sorga.Sedangkan Muhammad tidak ada satu mulutpun berkata bahwa dia ada di sorga.
    Apa bedanya kedua orang ini? Yesus melepaskan manusia dari segala bentuk ikatan.Sedangkan Muhammad mengikat manusia ke suatu ikatan yg sangat mutlak. Makanya kami mengimani Tritunggal seperti yg dilakoni Yesus.Sedangkan anda tetaplah membahas Tritunggal untuk kesenangan kepada keterikatan egomu sampai ke liang kubur.

    • Moh. Zaini berkata

      La ilaaha illallah, muhammad Rasulullah… tritunggal yang diimani pengikut Isa adalah penyesatan ketauhidan. sungguh sangat naif bila mereka umat kristen mengatakan Tuhan punya anak. di dalam Islam, dlam alQur’an Surat al Ikhlas disebutkan; Qul Huwallahu ahad, Allahus Shomad, lam yalid walam yulad,.. pernyataan tegas ini memperjelas bahwa Allah dalam pandangan Islam adalah “tidak dilahirkan, dan tidak melahirkan”. sebaliknya jika umat kristen beranggapan Tuhannya punya anak, inilah yang di satu sisi disebut 1) melecehkan Tuhan, atau merendahkan martabat Tuhan dan sejajar dengan manusia, 2) untuk apa berTuhankan makhluk yang juga sama seperti manusia. jika yang dimaksud Tuhan itu adalah Nabi Isa (dalam kristen disebut Jesus), lagi-lagi ini kesalahan besar. Isa itu Nabiyullah Alaihissalam yang diutus untuk mentauhidkanNya. bahkan di dalam alQur’an, Allah mempertanyakannya terhadap Nabi Isa, “wahai Isa, apakah benar engkau menyebutkan diri sebagai Tuhan”, kata Isa,.. “jika hamba mengatakan demikian, bukankah engkau lebih mengetahui isi bisikan di dalam hati hamba”. ayat ini sebagai penegas, bahwa Allah tunggal (ahadun), dan mengenai konsep trinitas adalah penyesatan dan perbuatan syirik yang tak termaafkan di hadapan Allah

      • arie berkata

        jika dia bersifat Allah Dia tidak bisa dipakukan di kayu salib Dia harus menjadi manusia terlebih dahulu untuk membayar dosa mu dan dosa saya di kayu salib, sebab iblispun menagih dosa.

      • marlan berkata

        Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun 1936. Saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman Kristen itu sendiri. Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat Yesus Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak keilahian Yesus Kristus itu sebagai Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan untuk menghinakan, menolak kebenaran Yesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Allah, pada suatu saat saya dicari, dijemput dan diselamatkan. Pada tahun 1962, dikala saya sedang menyusun sebuah naskah khotbah, saya membaca ayat Qs. Al Baqarah 62:
        “Inna’lladzina aamanu wal ladzina haduu wan naasharaa wa shaabi iena min aamana billahi walyaumil akhl~i wa ‘amila shalichan falahum ajruhum ‘indrarabbihim wa lakhaufun ‘alaihim wa la hum yachzanun,”
        (Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang percaya, orang-orang Yahudi, Nasrani dan Sabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman/percaya kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak pula mereka berduka-cita.)
        . Ayat ini, bukanlah untuk pertama kali itu saya baca, melainkan sudah ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir itu, Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya, bahwa yang dimaksudkan “Taurat dan Injil” dalam ayat Quran itu adalah Taurat-Injil yang ada terdapat dalam Alkitab atau Bibel sekarang ini. Pikiran saya sejak dahulu mengatakan bahwa Taurat dan Injil yang dimaksudkan oleh Al-Quran itu secara fisik sudah tidak ada lagi, dan isinya sekarang telah diintisarikan dalam Al-Quran. Sedang Taurat Injil yang ada dalam Alkitab sekarang ini, adalah yang palsu dan isinya sudah diorak-arik oleh tangan manusia, dikurangi dan ditambah dan lain-lain. Roh jiwa saya selalu mengatakan bahwa Taurat Injil itu, yang terdapat dalam Alkitab sekarang benar adanya. Pikiran/otak saya selalu mengatakan: tidak, yang ada sekarang adalah Taurat-Injil palsu.
        Roh jiwa saya mengatakan bahwa Taurat-Injil yang dimaksudkan itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang. Pendapat pikiran/otak saya sekarang bertolak belakang dengan kata hati roh jiwa saya. Karenanya saya menjadi ragu, bimbang, mana yang benar. Untuk mendapatkan ketentraman, maka masalah ini saya bawa dalam sembahyang tahjud (sembahyang tengah malam) dengan doa istiharah, yaitu suatu doa kepada Allah memohon agar diberi petunjuk tanda-tanda kebenaran, supaya Allah pilihkan buat saya mana yang benar satu diantara dua macam pendapat ini. Saya berdoa demikian: “Ya Allah, khalik langit dan bumi; Allah-nya orang-orang Islam, Allah-nya orang-orang Kristen, Allah-nya orang-orang Budha, Allah-nya bulan bintang, Allah-nya lembah dan gunung-gunung, Allah semesta alam, tunjukkan tanda-tanda kebenaran Tuhan yang disebutkan dalam Quran ini mengenai Taurat dan Injil itu. Apakah yang dimaksud itu memang Taurat dan Injil yang sudah tidak ada, yang sudah disarikan dalam Al-Quran. Jika memang demikian, saya mohon agar Tuhan teguhkan hatiku untuk tidak mempelajari Alkitab itu. Tetapi kalau sekiranya yang dimaksudkan “Taurat Injil” dalam Quran itu memang kebenarannya itu ada di dalam Alkitab (Bible) sekarang ini, saya mohon kiranya Tuhan bukakan hatiku untuk lebih bergairah membaca dan mempelajari Alkitab itu secara jujur dan baik.” Saya tidak meminta pilihkan kepada siapa-siapapun, tidak kepada pendeta, juga tidak kepada alim-ulama Islam, juga tidak kepada kawan-kawan saya yang cerdas pandai, tetapi saya minta dipilihkan oleh Allah Yang Maha Tahu dan Maha Benar itu saja, agar dalam hal ini saya mendapatkan satu pilihan yang benar-benar ”meyakinkan kebenarannya”, menurut kehendak Allah itu sendiri. Saya berdoa dengan sepenuh hati, benar-benar menggantung harap atas petunjuk Allah saja untuk memilihkan bagi saya suatu kebenaran beragama. Kenapa sampai begitu terarah saya memusatkan pengharapan ini kepada Allah. Hal ini dapat dimengerti bahwa setiap orang beragama mempunyai keyakinan akan adanya kehidupan sesudah kematian dunia fana ini. Dalam kehidupan di alam baka itu nanti, hanya ada dua tempat kita berada, yaitu di dalam penghukuman dukacita api neraka, atau di dalam sorga bersama Allah. Saya tidak dapat meremehkan kehidupan ini. Kalau kita membeli mas seberat 10 gram saja yang bernilai, dan harganya hanya beberapa puluh ribu saja, kita sudah memerlukan pemeriksaan dan pengujian yang begitu teliti, agar jangan tertipu dan jangan ada penyesalan dibelakang hari. Bagaimana pula mengenai jiwa rohani kita yang akan datang, perlu kita berprihatin memikirkannya, memeriksa dan menguji kebenaran beragama yang sesuai dengan kehendak Allah pemilik kehidupan sorga itu, agar kita tidak menyesal sepanjang masa karena kecerobohan kita sendiri. Saya tahu dan meyakini, bahwa pemilik sorga dan neraka itu adalah Allah sendiri. Dan justru itulah, saya tidak meminta pilihkan, tidak meminta nasehat pertimbangan manusia, baik seorang pendeta-Kristen, maupun seorang Ulama Islam karena mereka itu semuanya adalah manusia, yang pasti tidak tahu persis tentang kebenaran yang sesuai dengan kehendak Allah itu. Saya datang kepada Allah pemilik kebenaran, pemilik sorga itu sendiri, berharap agar Allah itu sendiri memberikan petunjuk kebenaran dalam hal ini. Puji Tuhan, semua pengharapan dan doa saya ini terjawab dengan baik. Pertanda bahwa kebenaran itu diberikan dengan segala kenyataan yang sama sekali tidak meragukan lagi. Patut dicatat, bahwa ayat-ayat Quran selain dari Qs. Al Maidah 68 itu, masih banyak ayat-ayat lain yang berkesan kepada saya waktu itu antara lain juga:
        Qs. As Sajadah 23:
        ”Wa Laqad ataina Musa ‘Ikitaaba fala takun fimiryatim min liqaa-ih…”
        (Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerimanya.)

  2. Wahai kawan-kawan, bacalah buku Menjawab Doktrin Tritunggal, karya Frans Donald (ada di Gramedia / toko buku). Disitu juga ada komentar pendeta, teolog kristen, Lembaga Alkitab Indonesia, serta Romo, yang komentar-komentarnya juga tegas terang-terangan menolak Trinitas dan mengatakan “Yesus bukan Allah!”.
    Selamat membaca!

    • arie berkata

      halloooo….kamu tahu tahu ga sih allah itu siapa? banyak baca firman say

  3. Hotdi berkata

    Spt yg saya katakan bahwa dalam menyikapi siapa Tuhan Yang Esa adalah tergantung cara pandang kita.Faktanya pd kekristenan ada dimensi Ketuhanan yg unik pd kehadiran Yesus.Agama Islam sangat tidak setuju dgn hal itu dan anda tidak bisa memahami apa yg kami pahami padahal Tuhan ada di segala dimensi.Tidak cukup anda mengutip ayat2 dr kitab suci anda malah anda batasi juga dimensi Ketuhan yg kami yakini dr kesaksian ayat2 Injil.Memang di Injil tdk ada satupun pernyataan Yesus menyatakan Dianya Tuhan bahkan Bapa yg Dia maksudkan pun tdk ada dijelaskanNya secara rinci.Apa krn Dia tdk tau menjelaskan spt bijaknya penjelasan anda? Tuhan yg Esa tdk terbatas pd ucapan kata2 walaupun kata2 itu penuh dgn kata maha.Krn Tuhan Esa bukan pd situasi berkekurangan sehingga Dia butuh kata pujian dari manusia.Tindakan hidup kitalah yg bersaksi bhw Tuhan yg Esa ada di semua dimensi.Tindakan yg bgmana?Ya pastilah hidup spt Yesus.Bertindak di segala dimensi artinya bebas dari segala ikatan.Umumnya yg mengikat manusia adalah hal indrawi yg dituang dlm bentuk aturan lisan dan tulisan. Yg kulihat,kudengar,kucium,kucicip,kuraba hrs begini begono.Spt Panca kehendak malaikat terindah(Yesaya 14;13-14) dan akibatnya adalah Yes14;15:’Sebaliknya,ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan,ke tempat yang paling dalam di liang kubur’.
    Nah..kelima indrawi tadilah berkonspirasi membentuk pribadi manusia layak tidaknya bersekutu dgn Yg Maha Esa.So..apa tindakan kita.Ya,seperti pengorbanan Yesus.Dlm Lukas 12:49-53 Yesus berharap pertentangan 5 ego supaya dibakar pd api yg menyala.Dlm hidupNya,Dia telah melepaskan ke’raga’anNya.
    Dlm Lukas 14;25-35 Yesus juga menjelaskan ttg melepaskan kepemilikan.Dan puncaknya adalah seperti domba yg dibawa ke pejagalan.Apa untungnya melepas kepemilikan,supaya hidup bermakna bagi diri dan orang lain.Krn klu masing2 mempertahankan kepemilikan maka kekacauanlah terjadi.Maka mari kita korbankan kepemilikan spy Kerajaan Allah datang,Lukas 17:21.Kembali pada pokok.Umumnya kedua orang tua berkorban untuk anak.Entah kebetulan,pengorbanan dikonotasikan sbg anak.Yesus yg mengorbankan kepemilikan menjadi anak di Kerajaan Allah.Kami yg meneladani Yesus dan memanggilNya Anak (Kerajaan) Allah.Kemudian pada Yesaya 9:5;’Sebab seorang anak tlh lahir utk kita,seorang putra telah diberikan untuk kita;lambang pemerintahan ada di atas bahunya,dan namanya disebutkan orang; Penasihat Ajaib,Allah yang Perkasa,Bapa yang Kekal,Raja Damai.
    Saudara2! Hal ini akan terucap oleh perbuatan.Bukan oleh doktrin.Moga anda dpt memahami, kalau tak bisa,silahkan bawa pemikiran anda hanya pd kaum anda untuk kebaikan diri kalian sendiri!

  4. co_politikus berkata

    saya setuju pernyataan HOTDI tentang cara memandang tuhan memang berbeda-beda……….
    umat islam memandang bahwa allah swt. itu tunggal, tidak beranak, tidak beribu………..
    umat kristen memandang tuhan memiliki 3 kepribadian……….
    kita wajib meyakini dan meresapi apa yang dikatakan kitab suci kita masing-masing……..
    jadi kesimpulannya agama tidak dapat di perdebatkan, karena kita memiliki kebenaran masing-masing walaupun kebenaran hanya satu……..
    kita bisa mendapatkan kebenaran yang hakiki hanya dengan dialog antar agama, itu juga kembali pada diri kita masing-masing…..
    mari kita memperdalam agama masing-masing dengan akal sehat yang telah diberikan tuhan kepada kita

  5. kevin berkata

    shalom saudara-saudara yang terkasih. saya yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah!!!!!!!!!!!!!!! karena Dia telah menebus dosa manusia suapaya manusia bisa selamat dari maut!!!!!!!!!!!!!!

    • Moh. Zaini berkata

      tidak ada istilah penebusan, yang ada.. bahwa seluruh umat manusia, masing-masing bertanggungjawab dihadapan Allas Swt. mengapa,… karena manusia telah dibekali dengan akal untuk memilih mana yg baik dan mana yang buruk.. dan manusia juga telah diberikan pedoman hidup yaitu alQur’an.. dan telah dikrimkan seorang utusan yaitu Muhammad Saw, sebagai teladan… sehingga siapapun yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan dan yang berbuat buruk juga dibalas dengan keburukan. jd, bila ada istilah penebusan, itu bohong besar… pelajari kembali keyakinan anda…

      • marlan berkata

        Shalom adakah hati yg ingin membaca dengan penuh kekudusan hati maka makna ini akan membawa kebenaran
        Alkitab disaksikan kebenarannya oleh Muhammad sendiri yang mengatakan:

        “Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu”
        (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya.)
        (Hadits Anas bin Malik – Mutiara Hadits halaman 353)
        Qs. An Nisaa 171 mengatakan:
        “Innamal Masihu ‘Isa bnu Maryama Rasululahi wa Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu…”
        (Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripadaNya.)

        Mengenai kata ”Kalimat” atau Firman Allah yang menjadi jasad Yesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul “Nabi Isa dalam Al Quran enz” halaman 109 mengatakan: “Nabi Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup – Pen.), disebabkan Dia adalah penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung Nabi Isa”. Karena itu sekarang saya sama sekali tidak akan ragu lagi untuk mengatakan bahwa Yesus itu “Anak Allah”, yaitu merupakan Firman Yang Hidup. Kalau dahulunya saya menyangkal menyebut Yesus itu “Anak Allah”, adalah disebabkan mengartikan “Anak” disini secara biologis, secara kemanusiawian. Nats Al Quran sura Al Ikhlas yang mengatakan: “…Dialah Allah Yang Esa…tidak beranak dan tidak diperanakkan…”, yang sering dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ”Yesus Anak Allah”. Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima sepenuhnya dan mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa “Allah itu punya anak” dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut dengan Istilah “walad”. Adapun Yesus disebut “Anak Allah” adalah dalam pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup di dalam Yesus Kristus, bukan dalam pengertian “walad”, melainkan dalam pengertian “ibn”. Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayat pun dari Al Quran secara tegas menolak ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan “Anak Allah” bagi Yesus Kristus. Yang Al Quran tolak adalah jika Yesus dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak secara seksuil biologis kemanusiawian.

    • penggenar cikk berkata

      ee

  6. punisher berkata

    agama kristen memandang bahwa menjadi manusia itu tidak baik. makanya kekristenan mengajarkan mati dari manusia dan menjadi makhluk lain. kalau ada dikatakan bahwa gambar manusia itu gambar Tuhan, berarti mati dari manusia sama juga memisahkan diri dari gambar Tuhan. gambar apakah yang dimiliki oleh orang2 kristiani?

  7. artikelislami berkata

    Wah, di sini orang2 bisa berkomentar dg bebas.
    Tdk spt forum LAI. Saya dah sering ditolak di sana. Siapa ya adminnya? :mrgreen:

  8. boby berkata

    bukunya enak di baca ,klo bisa kirimin donk buat aku penggemar Bapak

  9. boby berkata

    sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna adanya, dengan berbagai macam keunikan yang terdapat didalamnya, diantaranya seperti:adam dari debu tanah, hawa dari tulang rusuk adam, direkam di tempat tesembunyi (hubungan sexs antara suami dan istri), dilahirkan didalam kristus.

  10. naomi berkata

    Sangat salut dengan tulisannya, karena untuk percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah pun sulit. Karena banyak orang anti alkitab.

    Yesus tentu saja bukan Allah di dalam kemuliaan yang sesungguhnya. Karena siapakah yang bisa tahan berdiri di hadirat Allah?

    Tetapi di dalam Yesus, orang bisa melihat Allah.
    Firman Tuhan:
    (Yoh. 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.)

    Dan kita semua harus menunggu kedatangan-Nya untuk melihat kemuliaan Allah yang sesungguhnya.

    Allah menyatakan diriNya kepada setiap manusia secara pribadi. Kita bisa ‘menemukan’ Dia juga secara pribadi. Dia akan mengajar sendiri (langsung) di dalam hati tiap orang “yang percaya” kepada Yesus Kristus melalui Roh Kudus. Bukan melalui artikel-artikel, pelajaran pendeta, buku-buku bacaan dll. Semua itu hanya sarana manusia untuk membawa kita kepadaNya.

    Firman Tuhan:
    Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang “Penolong yang lain”, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia “tidak dapat menerima Dia”, sebab “dunia tidak melihat Dia” dan “tidak mengenal Dia”. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yoh 14:16,17)

    Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yes. 55:6)

    • ojak berkata

      @naomi
      tulisanmu terbaca olehku tahun 2012 mudah mudahan kamu bisa baca tulisan ini.
      TUHAN berfirman kepada musa abraham,isak,yakub sudah melihat dia(TUHAN). Musa juga sudah melihat TUHAN. Stefanus juga sudah melihat TUHAN.
      Tidak usah bingung. Menurut seorang teolog inilah hakekat nyata TRITUNGGAL.
      Mari lebih giat/tekun lagi mencari TUHAN kita.
      AKU mengasihi orang yang mengasihi AKU dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan DAKU.

  11. Dimin Gamindal berkata

    LAHKUM INUKUM WALIYA DIN….SURAH AL-MAIDAH

    • Moh. Zaini berkata

      jika anda mengutip ayat alQur’an, jangan salah melafadkannya; yang benar; LAKUM DINUKUM WA LIYADIN…

  12. Irene berkata

    Pasal 29 UUD 1945
    (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

    so???

    sebagai umat Kristiani yang juga warga negara Indonesia yang pada dasarnya merupakan sebuah negara Bhineka Tunggal Ika..

    saya meminta agar kita semua saling menghargai kepercayaan masing-masing dan tidak saling menyalahkan atau pun menghujat. karena kebenaran yang sejati, sebenarnya hanya dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa.

  13. esa berkata

    setuju bahwa agama tidak perlu diperdebatkan..
    karena itu urusan manusia dgn Tuhan..saya percaya semua agama itu baik dan tujuannya adalah menyembah Tuhan YME.
    Tinggal bagaimana individu2 nya menjalankan ajaran agama masing2, tanpa perlu memperdebatkan ajaran agama lain.

  14. aku Islam berkata

    Kepercayaan yang mengatakan Yesus itu anak tuhan adalah salah sama sekali. Ini adalah kerana dari mula penciptaan Nabi Adam beliau tidak pernah dilantik oleh Allah sebagai tuhan dan tidak satu ayatpun dari alkitab yang betul2 firman Allah yang mengatakan nabi-nabi tertentu anak Allah atau tuhan seperti Allah. Nabi Ibrahim iaitu moyang bangsa bani israil sendiripun memperhambakan diri kepada Allah dengan membinasakan patung-patung yang disembah oleh kaumnya semasa itu.

    Nabi-nabi berikutnya selepas nabi Ibrahim (sebelum Yesus) juga tidak kedengaran mereka itu tuhan atau anak tuhan. Tetapi semasa zaman Yesus ini barulah dikatakan oleh pengikutnya sebagai tuhan atau anak tuhan. Allah mengutuskan para nabi sejak dari nabi Adam hinggalah nabi terakhir iaitu Nabi Muhamad SAW untuk mengingatkan manusia bahawa tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakan dan Allah itu tidak menyerupai sesuatu apapun yang boleh digambarkan. Orang-orang kristen dan yahudi patut faham perkara ini. Sebab itu nabi terakhir bukan lagi dari kalangan bani israel tetapi dari kalangan bangsa arab iaitu Nabi Muhamad SAW. Ini terjadi kerana bani israel tidak boleh diharap dan selalu mendustakan perintah Allah. Semua ini Allah sudah tahu sejak azali lagi. Jadi fikirkanlah semua umat manusia akhir zaman ini semoga kamu tidak melakukan kebaikan yang sia-sia kerana perkara yang paling penting iaitu Allah tuhan yang satu yang patut disembah dan diakui dan tiada yang lain sepertinya atau sebahagiannya atau sekecil-kecil mana sepertinya kerana Allah itu tuhan yang tunggal.

    • marlan berkata

      Kesaksian Hamran Ambrie
      YESUS DISEBUT “TUHAN”
      Kenapa Yesus disebut “Tuhan”. Sebagaimana sudah saya jelaskan terdahulu, bahwa saya sama sekali tidak sanggup mengatakan “Yesus itu Tuhan”, atau mengatakan “Tuhan Yesus”. Karena sedari kecil saya diajar dan kemudian saya mengajar bahwa “La ilaha illallah” (tidak ada Tuhan kecuali Allah). Apakah Yesus disebut Tuhan, karena Dia dilahirkan tidak berbapa? Tidak! Karena Adam juga dilahirkan tidak berbapa bahkan tidak beribu, Adam tidak pernah disebut “Tuhan”. Atau, apakah karena Yesus membuat mukjizat? Inipun juga tidak. Karena Musa pun juga banyak membuat mukjizat, tetapi Musa tidak pernah disebut Tuhan. Apakah disebabkan Yesus dapat menyembuhkan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati. Inipun juga tidak. Karena Elisapun dapat menyembuhkan orang penyakit kusta dan menghidupkan orang mati, namun Elisa tidak disebut Tuhan. Atau apakah Yesus disebut Tuhan, karena Dia mikraj naik ke sorga, Elia pun mikraj naik ke sorga, tetapi Elia tidak disebut Tuhan. Kalau begitu, apa sebabnya Yesus itu disebut Tuhan. Yesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara hayati sebagaimana yang telah saya uraikan terdahulu, yaitu terdapat dalam Injil Yohanes 1:1 dan 14, bahwa Firman atau Allah itu telah menjadi manusia dalam kelahiran Yesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan juga, bahwa: Yesus adalah “Firman yang Hidup”. Dalam kata lain sering dipergunakan istilah “Allah telah menjelma menjadi manusia”. Kata “menjelma” atau kata dunia apa saja, yang dikaitkan dengan “Allah”, tidak boleh diterjemahkan atau diartikan secara arti kamus atau arti dunia. Misalnya: “Allah ada”, manusia juga ada. Kata “ada” yang dikaitkan dengan Allah, berbeda makna pengertiannya dengan kata “ada” yang dikaitkan dengan manusia.
      Ada bagi Allah, berbeda strukturnya dengan ada bagi manusia. Ada bagi Allah, adalah karena ada dengan sendirinya, zat wajibal wujud, tetapi ada bagi manusia adalah karena diadakan atau diciptakan. Begitupun juga halnya dengan kata “menjelma” bagi Allah, tidak boleh diterjemahkan – diartikan – secara kamus bahasa dunia. Menurut kamus bahasa dunia, kalau kucing menjelma jadi gajah, bermakna kucingnya hilang, yang ada hanya gajah. Kalau batu menjelma menjadi emas, maka batu sudah tidak ada, yang ada hanyalah emas. Semuanya ini adalah pengertian “menjelma” menurut kamus bahasa dunia yang berlaku. Tetapi kata “menjelma” yang dikaitkan dengan Allah, tidaklah demikian pengertiannya. Menjelma yang dikaitkan kepada Allah tidak membawa perubahan, karena Allah itu tidak berubah (Malaekhi 3:6). Allah menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Allah sudah tidak ada, yang ada hanyalah manusia. Pendapat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka Allah tetap ada, dan manusiapun juga ada. Jadi kata “menjelma” yang kita pergunakan hanyalah merupakan kata analogi, kata yang diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap tidak diartikan secara kamus bahasa dunia, bahasa sehari-hari. Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya, menyatakan wujudnya, mewahyukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam hal ini di dalam Yesus Kristus. Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan Yesus. “Bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yohanes 10:38b). “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30). “Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9b). Rasul Paulus mengatakan: “Sebab dalam Dialah (Yesus), berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an” (Kolose 2:9). Nats kedua yang menyatakan bahwa Yesus itu ”Tuhan”, dapat kita baca dalam Matius 28:18, Yesus berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Rasul Paulus mengatakan: “Dialah (Yesus), kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kolose 2:10). Makna perkataan atau istilah “Tuhan”, dalam bahasa aslinya Yunani adalah: Kyrios. Bahasa Ibrani: Yehova. Bahasa Inggris Lord, Bahasa Arab: Rabb, yang kesemuanya itu bermakna ”penguasa”. Allahu Rabbul ‘alamin, artinya: Allah Penguasa (Tuhan) semesta alam. “…innallaha ja’ala Yasu’a hadza’lladzi shalabtumuhu antum Rabba wa Masichan”, Artinya: “…sesungguhnya Allah telah menjadikan Yesus yang kamu salibkan itu Tuhan dan Kristus” (A’malul-Rasuli – Kisah Para Rasul 2:36). Disini jelas ada perbedaan antara istilah ”ALLAH” dan istilah “TUHAN”. Allah dan Tuhan memang satu. Tidak ada sesuatu apapun yang disebut Tuhan, kecuali hanya Allah. Namun kedua macam sebutan itu berbeda. ALLAH, dalam bahasa Ibrani dikatakan Eloah atau Elohim. Bahasa Gerika: Theos. Bahasa Inggris: God. Bahasa Arab: Allah. Merupakan wujud pribadi atau oknum al-khalik, pencipta semesta alam. TUHAN dalam bahasa lbrani: Yehova. Bahasa Yunani dikatakan Kyrios. Bahasa Inggris: LORD. Bahasa Arab: Rabb. Bahasa Indonesia: Tuhan. Bermakna: Penguasa; dan merupakan fungsionil Allah, kewibawaan Allah. Ke-Tuhan-an Allah, atau kewibawaan Allah, dalam Kristologi ada tiga, yaitu: 1) Mencipta, (2) Berfirman, dan (3) Membimbing, memberi taufik dan hidayat. Ke-Tuhan-an Allah berfirman, dan ke-Tuhan-an Allah membimbing ada di dalam Yesus Kristus pribadi. Dan itulah sebabnya Yesus dikatakan “Firman yang Hidup” dan “Juruselamat”. Yesus sebagai Firman yang Hidup melaksanakan ke-Tuhan-an Allah berfirman dan penyelamat, dan itulah pula sebabnya Yesus dijadikan “Tuhan” oleh Allah (Kisah Para Rasul 2:36, Kolose 2:10). Alkitab mengatakan: “…dilimpahkan kuasa seluruhnya baik yang di bumi maupun yang di sorga kepada Yesus” (bacalah selengkapnya Matius 28:18). Tuhan Yesus, bermakna bahwa Yesus penguasa, yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna, Yesus Juruselamat kita semua, Firman yang Hidup.
      Yesus memperingatkan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Patut dicatat, bahwa yang menjadi batu sandungan – saya tidak dapat menyebut Yesus itu Tuhan, adalah karena saya sudah diajar dan mengajar, bahwa: “La ilaha illallah” (Tidak ada Tuhan, kecuali Allah). Terjemahan ini kurang tepat. Tepatnya terjemahan makna: “La ilaha illallah” itu, ialah: “Tidak ada ilah kecuali Allah”. Jika demikian, maka sama sekali tidak bertentangan dengan Alkitab. Karena dalam Keluaran 20:3 dikatakan demikian: “Jangan ada padamu Allah (ilah) lain dihadapanKu”. Karena itu dapat saya tegaskan bahwa ke-Tuhan-an Yesus itu tersimpul dalam kesaksian Muhammad yang mengatakan ‘Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu’ (Yesus itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya).

  15. aneeta berkata

    butuh iman untuk mengakui bahwa Yesus itu adalah Tuhan. and thanks to Jesus, He gave me faith to call Him….Lord of the lords. untuk apa jadi org pinterrr tapi gag punya iman, justru akan mendukakan RK saja. Yesus tidak untuk diperdebatkan, krn Dia dtg tidak atas nama ‘agama’, tapi krn ‘penggenapan’…..

  16. ojak berkata

    @annete
    jangan selalu menganggap sangkalan akan kristen sebagai perdebatan. Jika seorang kristen di tanya soal kebenaran agamanya jawablah dengan benar tentu dengan standard ALKITAB. Jikalau tidak sanggup tanya ahli ahli teologia pasti anda dibantu. Jangan tutupi ketidak mampuan dengan “agama tidak untuk diperdebatkan” tentu sebatas perdebatan itu tidak saling menghujat,menjelekkan agama lain mari tunjukkan agamamu.

  17. Adi berkata

    Di dalam alkitab yesus tidak pernah mengatakan bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.” Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semua diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang harus disembah Padahal setelah kami pelajari, kaji dan dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri dimana Yesus pernah bersabda bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja.” Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, “Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. °

    Ucapan atau sabda Yesus tersebut memberikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.

    Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :

    “Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper­lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada­Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)

    Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:
    “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!”
    Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyem­bah hanya kepada Allah yang dia sembah.
    Yang namanya Tuhan pasti Maha Kuasa atas segala sesuatunya termasuk menciptakan manusia tanpa ayah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang maksudnya bahwa perumpamaan penciptaan Nabi Isa Almasih (Yesus) seperti perumpamaan penciptaan Nabi Adam. Allah berkuasa menciptakan manusia tanpa ayah dan tanpa ibu seperti Nabi Adam, tentu Allah berkuasa pula menciptakan manusia tanpa ayah seperti Nabi Isa. Bahkan Allah berkuasa pula menciptakan manusia tanpa ibu seperti Nabi Syits (anak bungsu Nabi Adam yang diciptakan Allah dari benih Nabi Adam saja tanpa dilahirkan oleh Siti Hawa / Eva).
    Pakailah akal yang diberikan oleh Allah kepadamu karena Allah akan marah kepada orang yang tidak mau menggunakan akal dan fikirannya. Takutlah kamu akan azab Allah berupa api neraka di akhirat kelak.
    Sesungguhnya Allah mengharamkan surga bagi orang-orang yang mempersekutukannya dengan sesuatu.

  18. Fedlind berkata

    Berawal dari fitnah yahudi,yahudi tidak ingin agamanya dipeluk oleh suku selain bani israil,dan tidak ingin pula sukunya memeluk agama selain yahudi.yahudi akan menyesatkan suku lain ke dalam agama boneka buatan yahudi itu sendiri. Bukti nyata sampai sekarang blum prnah ada agama yahudi mnyebarkan agamanya..yahudi bhagia bila melihat orang lain sesat

  19. esra berkata

    Itu terserah kalian menganggap itu apa.
    Yang penting begitu banyak pengalaman iman yang saya alami ketika aku berseru “Tuhan Yesus, tolong aku ..”dan mujizat sering terjadi ketika aku menyerukan namaNya. Mujizat” inilah yang membuat aku yakin bahwa Yesus adalah Tuhan.

  20. Fedlin berkata

    Sebaiknya kita,hindu,budha,islam,kristen,dll.,kecuali “Y A H U D I” hidup berdampingan dgn rukun,karena ajaran sosial kemanusiaannya sama.klau masalah tauhid (ketuhanan) itu tidak wajar didebatkan.

  21. ana berkata

    untuk apa pengetahuan tanpa iman?jangan terlalu melibatkan buku-buku atau ahli-ahli teolog tentang kepercayaan.pada akhirnya semua itu kembali pada diri setiap manusia. saya mengalami perubahan begitu nyata dan mujizat yang tak disangka saat berseru pada Yesus. dan mungkin saudaraku yang beragama islam mengalami hal itu saat berseru meminta pertolongan pada Tuhannya. Maka marilah kita tetap berpegang teguh pada kepercayaan masing-masing yang telah memberi perubahan ke arah postif terhadap hidup kita. Dan marilah saling menghargai sebagai umat beragama. Mereka yang tidak menganut agama hanya akan tertawa melihat perdebatan ini. Mari hargai perbedaan dan hidup dalam kasih :)

  22. Allah Tritunggal berkata

    Allah benar Tritunggal. Kita manusia tidak bisa membatasi Allah. Allah ada di manapun. Dia bisa menjadi siapa saja. Malaikat, manusia, dll karena Dia mampu. Dia bisa menjadi orang kaya maupun miskin. Jadi kasihilah Tuhan dan sesama mu manusia. Sebab Allah bisa ada di tempat tinggi atau pun menjadi manusia. Ini adalah kebenaran yg nyata. Jika ada yg menentang perkataan ini berarti dia menentang kuasa Allah Yang Maha Tinggi. Karena membatasi Allah. Allah bisa menjadi apa pun sesuai keinginan Allah.

  23. korupsinajis@yahoo.com berkata

    Tidak semua keimanan bisa dilacak dg logika… tapi jika berlawanan dg logika.. hanya ada dua kemungkinan logita kita yg salah… atau logika kita ga sampai…
    tapi kalo satu adalah tiga dan tiga adalah satu…. kayaknya jelas ini ga sesuai dgn logika, tapi dogma…

    • norman akhda berkata

      apakah yesus pernah menepati janjinya pada anda semua yesus mengatakan dengan tegas “angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. tetapi kepada mereka tidak akan di berikan tanda selain tanda nabi yunus. sebab yunus tinggal di dalam perut ikan 3 hari tiga malam”(matius 12:39-40)

      nabi yunus saja hidup 3 hari 3 malam tapi apa yesus malah hidup 3 hari 3 ,alam dalam liang lahat

      • norman akhda berkata

        apakah yesus pernah menepati janjinya pada anda semua yesus mengatakan dengan tegas “angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. tetapi kepada mereka tidak akan di berikan tanda selain tanda nabi yunus. sebab yunus tinggal di dalam perut ikan 3 hari tiga malam”(matius 12:39-40)

        nabi yunus saja hidup 3 hari 3 malam tapi apa yesus malah MATI 3 hari 3 ,alam dalam liang lahat

  24. norman akhda berkata

    dan ingat lah ALLAH akan selalu baik pada setiap orang meski orang tersebut bukan di jalan yang lurus

    dan ingatlah ALLAH ITU ROHMAN ROHIM (PENGASIH DAN PENYAYANG)

    sebenarnya kalian semua menyembah yesus atau menyembah berhala(patung yesus) sic ???

    klo tuhan mu(orang kriten) bisa jadi manusia kenapa kok gak terbang aja sich kan bisa enak

    dan ingatlah setiap manusia di bebeni tanggung jawab masing2 jadi gak ada lah kata2 penebusan dosa segala

    seperti halnya kita bekerja, masa iya ada bos yang mau ngerjain tugsa semua karyawannya dan karyawanya tinggal dapet gaji saja gak ada tohhh

    dan ingat kalian percya dengan ijil yang sudah benar2 buatan para paulus jadi anda menyembah paulus donk bukan ke yesusnya

    sedangkan apa Al-Qur’n adalah buatan ALLAH SWT yang diturunkan ke nabi MUHAMMAD SAW

  25. des berkata

    percuma membela kepercayaan kami sbg umat kristen. karena kalian sudah mempersiapkan 1000 cara dan kata2 untuk melawannya.
    yang kami tahu,kami hidup untuk Tuhan kami Yesus.kami hanya perlu benar di hadapanNya.
    bukan di hadapan sesama manusia :)
    aku yang merasakan bahwa imanku dan percayaku terhadap Yesus yang menyelamatkanku,yang menjaga hidupku.
    jadi kalian umat yg mengatakan agama kami salah,kalian tidak punya hak,karena kepercayaan itu sendiri hanya dapat dirasakan oleh masing-masing pribadi.bukan untuk dipertengkarkan.
    jadi mari saling rukun dan menghargai semua agama,jangan merasa paling benar. :)
    terimakasih.

  26. norman akhda berkata

    QS: 5.3

    3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah (1), daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya(2), dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah(3), (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini (4) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa(5) karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    QS: 3.84-85

    84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ’Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”
    85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    ORANG YANG MASUK ISLAM, LALU KELUAR LAGI, TERKUTUK

    QS: 3.86-91

    86. Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
    87. Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya la’nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la’nat para malaikat dan manusia seluruhnya,

    88. mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,
    89. kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan (1). Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    90. Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
    91. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

    BUKTI MUHAMMAD ADALAH RASUL

    QS: 7.158

    158. Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

    BUKTI MUHAMMAD TIDAK CIPTAKAN AL QUR’AN

    QS: 53.1-5

    1. Demi bintang ketika terbenam,
    2. kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,
    3. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.
    4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
    5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

    YANG MENCINTAI ALLAH, MENGIKUTI NABI

    QS: 3:31-32

    31. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    32. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.

    TIDAK BOLEH ADA PERUBAHAN PADA AGAMA ALLAH

    QS: 30.29-32

    29. Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.
    30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; (1) tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

    31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
    32. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka (2) dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

    BERFIKIR LEBIH PENTING DARIPADA MERASAKAN

    QS: 7.175-176

    175. Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

    176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

    AL QUR’AN, MUHAMMAD, ADAM & HAWA, IBLIS

    Baca Semua: QS: 7, Sûrat Al-A‘râf [Tempat Tertinggi] 206 ayat

    Terutama:

    QS: 7.1-22

    1. Alif laam miim shaad (1).
    2. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

    3. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya (2). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).
    4. Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

    5. Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
    6. Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),

    7. maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
    8. Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

    9. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
    10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

    ***

    16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
    17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).

    ***

    30. Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

    ***

    35. Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    36. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

    ***

    44. Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

    45. (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.”

    ***

    50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzkikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

    51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

    ***

    179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

    180. Hanya milik Allah asma-ul husna (2), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya (3). Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
    181. Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.

    ***

    186. Barangsiapa yang Allah sesatkan (4) maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

    ***

    YANG TINGGALKAN SHOLAT

    QS: 74.38-43

    38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
    39. kecuali golongan kanan,
    40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
    41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
    42. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”
    43. Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

    PERINTAH UNTUK SHOLAT WAJIB

    QS: 4.103

    103. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

    QS: 2.1-5

    1. Alif laam miim (1).
    2. Kitab (2) (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (3),
    3. (yaitu) mereka yang beriman (4) kepada yang ghaib (5) yang mendirikan shalat (6) dan menafkahkan sebahagian rezki (7) yang Kami anugerahkan kepada mereka,
    4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (8) serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (9).
    5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung (10)

    DAFTAR AYAT YANG MEMBICARAKAN SHOLAT (85 AYAT)

    2.3

    2.43

    2.45

    2.83

    2.110

    2.125

    2.153

    2.177

    2.238

    2.239

    2.277

    3.39

    3.43

    3.77

    4.101

    4.102

    4.103

    4.142

    4.162

    5.6

    5.12

    5.55

    5.58

    5.91

    5.106

    6.72

    6.92

    6.162

    7.29

    7.170

    8.3

    8.35

    9.5

    9.11

    9.18

    9.54

    9.71

    9.84

    9.108

    10.87

    11.87

    11.114

    13.22

    14.31

    14.37

    14.40

    17.78

    17.110

    19.31

    19.55

    19.59

    20.14

    20.132

    21.73

    22.35

    22.41

    22.78

    23.2

    23.9

    24.41

    24.56

    24.58

    27.3

    29.45

    30.31

    31.4

    31.17

    33.33

    35.18

    35.29

    42.38

    58.13

    62.9

    62.10

    70.22

    70.23

    70.34

    73.20

    74.43

    75.31

    87.15

    96.10

    98.5

    107.4

    107.5

    YESUS, ORANG YAHUDI & ORANG KRISTEN DALAM AL QUR’AN

    QS: 2.111

    111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

    QS: 4.155-159

    155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan) (1), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
    156. Dan karena kekafiran mereka (terhadap ’Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

    157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah” (2), padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ’Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ’Isa.

    158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ’Isa kepada-Nya (3). Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (’Isa) sebelum kematiannya (4). Dan di hari Kiamat nanti ’Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka

    QS: 4.171

    171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu (1), dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya (2) yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (3) Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

    QS: 5.14- 17

    14. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

    15. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan (1).

    16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

    17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    QS: 5.116-118

    116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ’Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ’Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

    117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    QS: 9.32-33

    32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

    33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

    QS: 10.65-70

    65. Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    66. Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

    67. Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar (1).
    68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

    69. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”.
    70. (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.

  27. fanie berkata

    Tuhan Yesus itu Raja, dan Muhammad itu adlh seorang pemantu, masa kalian gatau sih tentang ituu!!!!

  28. Kristen itu kasih….
    Tentang trinitas, bukan berarti Tuhan nya orang kristen itu ada 3, kalau ada tiga mengapa sila pertama pada pancasila berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”… Trinitas itu bagaikan sebuah telur, yang terdiri dari cangkang, putih telur, dan kuning telur, tapi merupakan 1, yaitu telur.

    Bagaimana sejarah al-quran??
    Nabi Muhammad bahkan BUTA HURUF, tdk dpat menulis, maupun mengerti huruf, Alquran ditulis oleh istri dan kerabat-kerabatnya, dan pasti ada kemungkinan “WAHYU” yang di dapat nabi muhammad ditambah ataupun dikurangi oleh sang penulis-penulis.

    Kenapa yang dipercaya sebgai wahyu dari ALLAH, bisikan yang didengar ketiga??? Bagaimana Nabi muhammad tahu, bisikan yang ketiga merupakan bisikan dari ALLAH, kenapa tidak yang pertama, atau kedua.

    Terimakasih. Saya tidak mencari musuh.
    ISLAM dan KRISTEN jelas berbeda, jangan mencari kesalahan satu sama lain. Yang jelas, kita menyembah ALLAH, JESUS akan menyelamatkan semua manusia yang percaya pada-Nya, saat waktu-Nya tiba.

  29. Sabda Alam berkata

    Mencari kebenaran TUHAN haruslah dari kedua sisi yg berimbang.

    HAL PENCIPTAAN ADAM

    Bahan renungan pertama :
    a. Menurut ISLAM untuk apa Allah SWT menciptakan manusia?
    b. Menurut KRISTEN untuk apa TUHAN menciptakan manusia?

    Jawaban dari renungan pertama :

    a. Menurut ISLAM ;
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [Al Baqarah 30]

    Jadi menurut AL Quran manusia diciptakan Allah SWT untuk menjadikan manusia SEORANG KHALIFAH di MUKA BUMI.

    Lalu apa yang terjadi selanjutnya???
    Ada yang janggal dari bunyi ayat Al Baqarah 30 tersebut, terutama pada percakapan antara Allah SWT dengan para malaikat, perhatikan jawab malaikat “Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

    Apa yang janggal??? darimana malaikat tahu bahwa manusia itu akan merusakan bumi dan menumpahkan darah (membunuh)???
    sekali lagi darimanakah malaikat tahu??? apakah malaikat itu MAHA TAHU???
    saudara bayangkan jika saudara hendak membuat robot, lalu “teman” anda berkata bahwa robot itu akan membunuh saudara, merusak kantor saudara dan mencelakakan saudara???
    darimana “teman” saudara tahu itu??? sedangkan KONSEP dan MATERIAL hanya saudara yang tahu…. lalu dengan gamblangnya saudara berkata “memangnya robot itu apa sih?? koq ngomong gitu? aku lho yang tahu robot itu apaan!!”
    betul atau tidak saudara???

    Pada saat itu merupakan AWAL dari penciptaan manusia, Para Malaikat belum pernah melihat manusia dan belum mengetahui apakah manusia itu? seperti apakah dia??? bagaimanakah rupanya dan sifatnya dia???
    apakah malaikat MAHA TAHU??? sehingga Allah SWT harus menegur malaikat tersebut “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Dialog SURGA antara Allah SWT dengan para malaikat, yang tercatat di dalam Al Quran tentang penciptaan adam ini, terkesan bahwa :
    1. Para Malaikat lebih maha tahu daripada Allah SWT
    2. Para Malaikat mempunyai pikiran negatif terhadap manusia
    3. Para Malaikat bermaksud menggurui Allah SWT
    4. PENULIS ayat Al Baqarah dengan tidak sengaja “TERLIBAT” di dalam penulisan ayat ini, karena SANG PENULIS tentunya mengetahui bahwa manusia bersifat JAHAT!!!. siapakah penulisnya???
    5. PENULIS ayat AL Baqarah ini sepertinya tidak mengetahui KEDUDUKAN atau POSISI atau bahasa kerennya JOBDESK nya dari malaikat itu apa?? Bukankah banyak tercatat di AL Quran bahwa malaikat itu PESURUH Allah SWT??? Apa itu PESURUH??? Koq tiba2 di dalam surat Al Baqarah ini mendapat posisi SEJAJAR dengan Allah SWT???

    Bagaimanakah posisi (kedudukan) manusia bagi Allah SWT??? Tidak ada istimewanya di dalam penciptaan manusia pertama kali, sepertinya biasa saja dan terkesan manusia di REMEHKAN posisinya oleh para malaikat (seperti penjelasan di atas).
    Bagaimana Al Quran mengatakan “manusia adalah makhluk mulia di sisi Allah?” jika tidak ada catatan yang menyatakan KEMULIAAN manusia di sisi-Nya dan menyatakan DERAJAT manusia tersebut pada hari penciptaan manusia.

    b. Menurut KRISTEN :
    Kejadian 1: 26-27, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Kejadian 2 : 7, Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup.

    Jadi menurut Kristen manusia diciptakan TUHAN Allah itu untuk Berkuasa atas seluruh bumi.

    Lalu bagaimana selanjutnya???
    Ada yang menarik dari bunyi ayat Kejadian 1 : 26 ; Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.

    Apa yang menarik???
    Bahwa MANUSIA adalah MAKHLUK ISTIMEWA di mata TUHAN Allah, Istimewanya adalah Manusia itu diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA TUHAN Allah itu sendiri.
    Apa maksudnya??? Bahwa manusia itu adalah PROTOTYPE nya TUHAN, Segambar dan Serupa ; Sifat, Karakter, Pemikiran, Tindakan, Kehendak, dan bentuk “FISIK” (keseluruhan) manusia itu sendiri.
    Betapa MULIANYA manusia itu di mata TUHAN, oleh karena itulah TUHAN Allah Mengasihi manusia seperti BIJI MATA-NYA.
    Betapa TINGGI DERAJATNYA manusia itu dibandingkan ciptaan TUHAN Allah lainnya di muka bumi.
    Tidak ada satu makhluk pun di muka bumi yang seperti manusia.
    Sehingga TUHAN Allah menjadikan manusia PENGUASA atas seluruh ciptaanya di bumi.
    Apakah Saudara merasakan seperti itu? saudara adalah makhluk mulia??

    DIalog SURGA pada waktu penciptaan manusia hanya terdapat TUHAN Allah saja, tidak ada makhluk lain (malaikat) yang terlibat.
    Ada yang menarik yang dapat dibaca dari ayat tersebut yaitu ; “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”
    Ada kata “KITA” tercatat di ayatnya, siapakah KITA itu?
    Tentunya berkaitan dengan TRITUNGGAL, yaitu ALLAH BAPA, ALLAH PUTERA dan ALLAH ROH KUDUS.
    Rupanya TUHAN Allah Yang Esa (TRITUNGGAL) memberikan DIRI-NYA (TRITUNGGAL) itu untuk menjadi PROTOTYPE penciptaan manusia. Lho koq???

    TRITUNGGAL di dalam Alkitab :
    a. ALLAH BAPA
    b. ALLAH PUTERA
    c. ALLAH ROH KUDUS

    Manusia :
    a. JIWA
    b. TUBUH
    c. ROH

    Jika TUHAN Allah adalah Konseptornya atau Arsiteknya sekaligus THE MASTER daripada manusia, maka TEPATLAH AlKitab mencatat bahwa “KITA” (Tritunggal) menjadikan pribadi manusia itu pun “kita”
    yang bagian daripada “kita” tidak dapat dipisahkan dari manusia itu sendiri.

    Esensi “KITA” :
    a. ALLAH BAPA = Jiwa Manusia ; bertindak sebagai Sifat, Karakter, pemikir, pengambil keputusan, pemegang otoritas, mempunyai kehendak, perancang / perencana, dan hal lainnya yang berkaitan dengan JIWA.
    Jiwa tidak dapat terlihat, Demikian juga ALLAH BAPA tidak dapat dilihat oleh manusia. tetapi jiwa manusia dapat dirasakan karyanya dan dipelajari melalui gerakan tubuh manusia (fisik). ALLAH BAPA dapat kita rasakan karyanya melalui DESIGN ALAM SEMESTA ini…. BAPALAH sang ARSITEK Agung.

    b. ALLAH PUTERA (Firman ) = Tubuh Manusia ; Pernyataan daripada Jiwa, Pelaksana daripada jiwa. Tubuh manusia bergerak kesana kemari melakukan kehendak jiwa. betul atau tidak???
    supaya jiwa itu terlihat dan terbaca diperlukanlah tubuh.
    Demikian juga ALLAH PUTERA (Firman) yang melaksanakan perintah ALLAH BAPA melalui FIRMAN-Nya maka semua yang diciptakan dari tidak ada menjadi ada, FIRMAN (ALLAH PUTERA) lah yang melaksanakan dan mewujudkannya menjadi materi.
    Dan ALLAH PUTERA (Firman) menjelma menjadi manusia (memiliki tubuh manusia 100%) supaya manusia dapat melihat ALLAH BAPA yang tidak terlihat itu menjadi terlihat oleh mata manusia dan kehadiran-Nya dapat dirasakan oleh manusia. Dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak ALLAH BAPA dan kerinduan ALLAH BAPA yaitu menebus dosa manusia dan menyelamatkan umat manusia dari hukuman yang kekal.
    ALLAH PUTERA (Firman) yang jadi manusia bernama Yeshua (YESUS).

    c. ALLAH ROH (Roh Kudus) = Roh Manusia ; bertindak sebagai KUASA (pemberi hidup dan kuasa) kepada tubuh manusia.
    tanpa roh, manusia hanya seonggok daging yang mati dan tak berguna, namanya adalah Jenazah atau Mayat.
    Demikian juga ALLAH ROH (Roh Kudus) yang menyertai YESUS selama FIRMAN menjadi manusia, DIA yang memberi KUASA MUJIZAT selama YESUS melayani umat manusia. ALLAH ROH lah yang memberi kuasa kehidupan atas alam semesta ini……

    Alkitab mencatat kejadian penciptaan manusia begitu istimewa, dari Diri-NYA sendirilah manusia itu dibentuk, sehingga jelaslah posisi manusia sebagai anak-anak ALLAH Yang Maha Tinggi, yang sangat dikasihi-Nya. Bahkan Malaikat melayani anak-anak manusia dengan sukacita…..sepanjang masa…..
    Karena MANUSIA adalah ciptaan yang teristimewa dan sempurna dari SANG PENCIPTA AGUNG.

    Penutup bagian pertama :
    Sesuai dengan bahan renungan bagian yang pertama, silahkan saudara merenungkan dan tentunya ada keputusan yang harus saudara ambil dan simpulkan sendiri.

    Saudara lebih memilih “pribadi saudara sebagai manusia” menurut versi Al Quran???
    atau Saudara memilih “pribadi saudara sebagai manusia” menurut versi Al Kitab???

    Pakailah Akal, Pikiran dan Hati Nurani saudara….. berdoalah agar saudara mendapatkan pencerahan dan menemukan kebenaran itu.

  30. Sabda Alam berkata

    Mencari kebenaran TUHAN haruslah dari kedua sisi yg berimbang.

    HAL PENCIPTAAN ADAM

    Bahan renungan pertama :
    a. Menurut ISLAM untuk apa Allah SWT menciptakan manusia?
    b. Menurut KRISTEN untuk apa TUHAN menciptakan manusia?

    Jawaban dari renungan pertama :

    a. Menurut ISLAM ;
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [Al Baqarah 30]

    Jadi menurut AL Quran manusia diciptakan Allah SWT untuk menjadikan manusia SEORANG KHALIFAH di MUKA BUMI.

    Lalu apa yang terjadi selanjutnya???
    Ada yang janggal dari bunyi ayat Al Baqarah 30 tersebut, terutama pada percakapan antara Allah SWT dengan para malaikat, perhatikan jawab malaikat “Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

    Apa yang janggal??? darimana malaikat tahu bahwa manusia itu akan merusakan bumi dan menumpahkan darah (membunuh)???
    sekali lagi darimanakah malaikat tahu??? apakah malaikat itu MAHA TAHU???
    saudara bayangkan jika saudara hendak membuat robot, lalu “teman” anda berkata bahwa robot itu akan membunuh saudara, merusak kantor saudara dan mencelakakan saudara???
    darimana “teman” saudara tahu itu??? sedangkan KONSEP dan MATERIAL hanya saudara yang tahu…. lalu dengan gamblangnya saudara berkata “memangnya robot itu apa sih?? koq ngomong gitu? aku lho yang tahu robot itu apaan!!”
    betul atau tidak saudara???

    Pada saat itu merupakan AWAL dari penciptaan manusia, Para Malaikat belum pernah melihat manusia dan belum mengetahui apakah manusia itu? seperti apakah dia??? bagaimanakah rupanya dan sifatnya dia???
    apakah malaikat MAHA TAHU??? sehingga Allah SWT harus menegur malaikat tersebut “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Dialog SURGA antara Allah SWT dengan para malaikat, yang tercatat di dalam Al Quran tentang penciptaan adam ini, terkesan bahwa :
    1. Para Malaikat lebih maha tahu daripada Allah SWT
    2. Para Malaikat mempunyai pikiran negatif terhadap manusia
    3. Para Malaikat bermaksud menggurui Allah SWT
    4. PENULIS ayat Al Baqarah dengan tidak sengaja “TERLIBAT” di dalam penulisan ayat ini, karena SANG PENULIS tentunya mengetahui bahwa manusia bersifat JAHAT!!!. siapakah penulisnya???
    5. PENULIS ayat AL Baqarah ini sepertinya tidak mengetahui KEDUDUKAN atau POSISI atau bahasa kerennya JOBDESK nya dari malaikat itu apa?? Bukankah banyak tercatat di AL Quran bahwa malaikat itu PESURUH Allah SWT??? Apa itu PESURUH??? Koq tiba2 di dalam surat Al Baqarah ini mendapat posisi SEJAJAR dengan Allah SWT???
    Bagaimanakah posisi (kedudukan) manusia bagi Allah SWT??? Tidak ada istimewanya di dalam penciptaan manusia pertama kali, sepertinya biasa saja dan terkesan manusia di REMEHKAN posisinya oleh para malaikat (seperti penjelasan di atas).
    Bagaimana Al Quran mengatakan “manusia adalah makhluk mulia di sisi Allah?” jika tidak ada catatan yang menyatakan KEMULIAAN manusia di sisi-Nya dan menyatakan DERAJAT manusia tersebut pada hari penciptaan manusia.

    b. Menurut KRISTEN :
    Kejadian 1: 26-27, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Kejadian 2 : 7, Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup.

    Jadi menurut Kristen manusia diciptakan TUHAN Allah itu untuk Berkuasa atas seluruh bumi.

    Lalu bagaimana selanjutnya???
    Ada yang menarik dari bunyi ayat Kejadian 1 : 26 ; Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.

    Apa yang menarik???
    Bahwa MANUSIA adalah MAKHLUK ISTIMEWA di mata TUHAN Allah, Istimewanya adalah Manusia itu diciptakan menurut GAMBAR dan RUPA TUHAN Allah itu sendiri.
    Apa maksudnya??? Bahwa manusia itu adalah PROTOTYPE nya TUHAN, Segambar dan Serupa ; Sifat, Karakter, Pemikiran, Tindakan, Kehendak, dan bentuk “FISIK” (keseluruhan) manusia itu sendiri.
    Betapa MULIANYA manusia itu di mata TUHAN, oleh karena itulah TUHAN Allah Mengasihi manusia seperti BIJI MATA-NYA.
    Betapa TINGGI DERAJATNYA manusia itu dibandingkan ciptaan TUHAN Allah lainnya di muka bumi.
    Tidak ada satu makhluk pun di muka bumi yang seperti manusia.
    Sehingga TUHAN Allah menjadikan manusia PENGUASA atas seluruh ciptaanya di bumi.
    Apakah Saudara merasakan seperti itu? saudara adalah makhluk mulia??

    DIalog SURGA pada waktu penciptaan manusia hanya terdapat TUHAN Allah saja, tidak ada makhluk lain (malaikat) yang terlibat.
    Ada yang menarik yang dapat dibaca dari ayat tersebut yaitu ; “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”
    Ada kata “KITA” tercatat di ayatnya, siapakah KITA itu?
    Tentunya berkaitan dengan TRITUNGGAL, yaitu ALLAH BAPA, ALLAH PUTERA dan ALLAH ROH KUDUS.
    Rupanya TUHAN Allah Yang Esa (TRITUNGGAL) memberikan DIRI-NYA (TRITUNGGAL) itu untuk menjadi PROTOTYPE penciptaan manusia. Lho koq???

    TRITUNGGAL di dalam Alkitab :
    a. ALLAH BAPA
    b. ALLAH PUTERA
    c. ALLAH ROH KUDUS

    Manusia :
    a. JIWA
    b. TUBUH
    c. ROH

    Jika TUHAN Allah adalah Konseptornya atau Arsiteknya sekaligus THE MASTER daripada manusia, maka TEPATLAH AlKitab mencatat bahwa “KITA” (Tritunggal) menjadikan pribadi manusia itu pun “kita”
    yang bagian daripada “kita” tidak dapat dipisahkan dari manusia itu sendiri.

    Esensi “KITA” :
    a. ALLAH BAPA = Jiwa Manusia ; bertindak sebagai Sifat, Karakter, pemikir, pengambil keputusan, pemegang otoritas, mempunyai kehendak, perancang / perencana, dan hal lainnya yang berkaitan dengan JIWA.
    Jiwa tidak dapat terlihat, Demikian juga ALLAH BAPA tidak dapat dilihat oleh manusia. tetapi jiwa manusia dapat dirasakan karyanya dan dipelajari melalui gerakan tubuh manusia (fisik). ALLAH BAPA dapat kita rasakan karyanya melalui ALAM SEMESTA ini…. BAPALAH sang ARSITEK Agung.

    b. ALLAH PUTERA (Firman ) = Tubuh Manusia ; Pernyataan daripada Jiwa, Pelaksana daripada jiwa. Tubuh manusia bergerak kesana kemari melakukan kehendak jiwa. betul atau tidak???
    supaya jiwa itu terlihat dan terbaca diperlukanlah tubuh.
    Demikian juga ALLAH PUTERA (Firman) yang melaksanakan perintah ALLAH BAPA melalui FIRMAN-Nya maka semua yang diciptakan dari tidak ada menjadi ada, FIRMAN (ALLAH PUTERA) lah yang melaksanakan dan mewujudkannya menjadi materi.
    Dan ALLAH PUTERA (Firman) menjelma menjadi manusia (memiliki tubuh manusia 100%) supaya manusia dapat melihat ALLAH BAPA yang tidak terlihat itu menjadi terlihat oleh mata manusia dan kehadiran-Nya dapat dirasakan oleh manusia. Dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak ALLAH BAPA dan kerinduan ALLAH BAPA yaitu menebus dosa manusia dan menyelamatkan umat manusia dari hukuman yang kekal.
    ALLAH PUTERA (Firman) yang jadi manusia bernama Yeshua (YESUS).

    c. ALLAH ROH (Roh Kudus) = Roh Manusia ; bertindak sebagai KUASA (pemberi hidup dan kuasa) kepada tubuh manusia.
    tanpa roh, manusia hanya seonggok daging yang mati dan tak berguna, namanya adalah Jenazah atau Mayat.
    Demikian juga ALLAH ROH (Roh Kudus) yang menyertai YESUS selama FIRMAN menjadi manusia, DIA yang memberi KUASA MUJIZAT selama YESUS melayani umat manusia. ALLAH ROH lah yang memberi kuasa kehidupan atas alam semesta ini……

    Alkitab mencatat kejadian penciptaan manusia begitu istimewa, dari Diri-NYA sendirilah manusia itu dibentuk, sehingga jelaslah posisi manusia sebagai anak-anak ALLAH Yang Maha Tinggi, yang sangat dikasihi-Nya. Bahkan Malaikat melayani anak-anak manusia dengan sukacita…..sepanjang masa…..
    Karena MANUSIA adalah ciptaan yang teristimewa dan sempurna dari SANG PENCIPTA AGUNG.

    Penutup bagian pertama :
    Sesuai dengan bahan renungan bagian yang pertama, silahkan saudara merenungkan dan tentunya ada keputusan yang harus saudara ambil dan simpulkan sendiri.

    Saudara lebih memilih “pribadi saudara sebagai manusia” menurut versi Al Quran???
    atau Saudara memilih “pribadi saudara sebagai manusia” menurut versi Al Kitab???

    Pakailah Akal, Pikiran dan Hati Nurani saudara….. berdoalah agar saudara mendapatkan pencerahan dan menemukan kebenaran itu.

  31. fauziah rizqi berkata

    untuk Marlan :
    koreksi surat An-Nisa ayat 171 : ” Wahai, Ahli Kitab! janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) KALIMAT-NYA yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari(anggapan) mempunyai anak. Milik-Nya lah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. dan cukuplah Allah sebagai pelindung”.

    maksud dari Kalimat-Nya itu yaitu kun (jadilah) sehingga Nabi Isa a.s diciptakan tanpa bapak. Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.

    ketika kita mempelajari sesuatu, maka pelajari secara keseluruhan, jangan setengah2 :) .

    nb : jika saya salah berkata, ya Allah ampunillah dosa saya.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: